Mencintai Pria Lumpuh

Mencintai Pria Lumpuh
Kembali Bercinta


__ADS_3

Akira berdiri di pintu masuk resto dengan sangat anggun. Ia mengenakan dress berwarna merah menyala, dengan model leher yang terbuka. Membuat lehernya yang jenjang terlihat jelas, putih mulus.


Akira membiarkan rambutnya tergerai menutupi bahunya. Lekuk tubuh Akira terlihat jelas karena gaun yang dikenakannya itu. Ia melihat Dimas tengah menatapnya dengan tatapan penuh kekaguman.


Dimas jadi mengingat malam pertama kali ia melihat Akira menggunakan gaun dengan warna senada, membuat tubuh Dimas menegang.


Dimas tampak menelan ludah sembari mengalihkan perhatiannya dan menangkap bahwa Atmaja bersaudara tengah memandang Akira penuh nafsu.


"Nona Akira?" Jimmy terperangah.


"Senang bertemu lagi denganmu, Nona." Bobby menarik sebuah kursi dan menyediakan nya untuk Akira agar duduk disampingnya.


"Saya harap, saya tidak membuat Tuan-tuan lama menunggu." Ucap Akira meminta maaf.


Kedua lelaki itu serempak menggeleng, pandangan keduanya menatap ke arah dada Akira.


Jengkel karena pandangan Duo Atmaja terhadap Akira, Dimas langsung mengambil alih, "Kau mau minum apa sayangku?" Tanya Dimas.


Duo Atmaja sontak menatap Dimas tak percaya.


'Bagaimana bisa dia memanggil Nona Akira dengan sebutan sayang?'


Akira tersenyum, lalu membasahi bibirnya dengan cara menjilati dengan lidahnya.


"Aku suka blueberry mocktail sayang." Balas Akira.


Tak lama pesanan minuman Akira datang. Sepanjang Akira menikmati minumannya, Duo Atmaja tak lepas memandang Akira penuh nafsu, keduanya tampak menelan ludah berkali-kali, begitu juga dengan Dimas.


"Setelah kau selesai dengan minuman mu, aku ingin kembali ke kamar saja. Kita bisa makan malam berdua sambil membicarakan kontrak lainnya dengan perusahaan Bimo." Ucap Dimas dengan tatapan gemas ke arah Akira.


Akira tersenyum ke arah Duo Atmaja dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin.


"Maafkan aku Tuan-tuan, sepertinya malam ini makan malam kita batal. Tapi aku dapat meyakinkan kalian bahwa kerjasama kita tidak akan batal. Pak Dimas merupakan Bos yang tegas, dan aku sangaaaat menyukai itu." Ucap Akira dengan nada manja. "Aku permisi Tuan-tuan." Lanjutnya kemudian berlenggok dengan gemulai.


Dimas kemudian hendak mengikuti Akira, tapi ditahan oleh Duo Atmaja.


"Maafkan atas kelancangan saya Pak Dimas. Saya sangat menyukai Nona Akira, bisakah anda memberikannya untuk bekerja di perusahaan kami?" Tanya Bobby.


"Iya benar, Bobby benar. Nona Akira akan cocok bekerja bersama kami." Sambung Jimmy.


"Hahahaha, apa kalian berdua tahu nama panjang Akira?" Tanya Dimas.


Kedua pria bertubuh gempal itu menggeleng.

__ADS_1


"Akira Olivia Abraham, dia adalah Nyonya Dimas Abraham." Ucap Dimas lalu melenggang pergi.


"A-apa?" Jimmy tiba-tiba gagap.


"Bagaimana mungkin si kursi roda itu memiliki isteri secantik Akira?" Ucap Bobby.


**********************


Akira dan Dimas berada dalam satu lift menuju lantai atas tempat mereka menginap. Setelah Akira memencet tombol lift, dia lalu mencium pipi Dimas.


"Duduk dipangkuan ku dan cium aku dengan benar Nona." Ucap Dimas menggoda.


Akira mengikuti perintah Dimas, dia duduk dipangkuan Dimas yang duduk diatas kursi roda. Tangan Akira melingkar di leher Dimas, kemudian keduanya berciuman mesra. Ketika lift berhenti, Akira kembali memencet tombol sambil terus berciuman.


Akira sudah berpikir bahwa pintu lift akan terbuka, saat ia mendengar helaan nafas sekumpulan orang-orang yang tengah menunggu untuk menggunakan lift. Akira menghentikan ciumannya dan tersenyum malu ke arah orang-orang. Kemudian kembali memencet tombol ke lantai dimana mereka menginap. Saat pintu tertutup terdengar sorak sorai tepuk tangan dari orang-orang yang berkerumun di depan lift.


"Maafkan aku." Ucap Dimas merasa bersalah.


"Ummm... Tidak apa-apa." Jawab Akira canggung.


Akira yang masih duduk dipangkuan Dimas, kembali berciuman dengan Dimas hingga pintu lift terbuka tepat di lantai tempat kamar mereka.


Keduanya lalu masuk ke dalam kamar.


"Apa maksud anda Pak Dimas?" Tanya Akira.


"Jangan pura-pura tidak tahu Nona. Kau tahu betul apa mau ku. Jika kau tidak datang padaku, aku akan menyeretmu sekarang juga di lantai ini. Aku yakin, aku bisa melakukannya sekarang ini. Saat ini juga." Ucap Dimas geram.


"Seperti yang aku ingat, kau sangat suka bercinta di lantai Pak." Goda Akira.


Keduanya kembali berciuman mesra dengan Akira yang duduk diatas Dimas.


Dimas membenamkan wajahnya di dada Akira. Gerakan tangannya yang terlihat aneh, mulai berusaha menggerayangi tubuh Akira. Dengan perlahan, pakaian Akira mulai terlepas.


"Kau hebat Dim." Ucap Akira.


Keduanya kembali saling menciumi, hingga tubuh Akira hampir tak mengenakan sehelai benangpun.


"Mau di karpet atau di ranjang?" Tanya Akira menggoda.


"Di ranjang saja." Jawab Akira.


Dengan perlahan, Akira membantu Dimas agar naik ke tempat tidur.

__ADS_1


Setelah puas berciuman, Dimas mulai tak dapat menahan birahinya.


"Bawa aku masuk ke dalam dirimu Akira." Ucap Dimas.


Malam yang syahdu pun mereka mulai. Malam ini Dimas merasakan dirinya sudah menjadi pria seutuhnya, karena paling tidak sudah dapat mengimbangi Akira dalam urusan bercinta.


Hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan, senyum mengembang menghiasi bibir keduanya.


"Malam ini sangat hebat Akira." Ucap Dimas.


Akira kembali tersenyum, seraya meletakkan tangannya di dada Dimas.


"Ya Tuhaan, aku lupa..." Ucap Dimas tiba-tiba.


"Ada apa?" Tanya Akira.


"Aku seharusnya menggunakan pengaman sebelum kita...."


Dengan cepat Akira menutup mulut Dimas dengan meletakkan jemarinya di bibir Dimas.


"Tenang saja, aku sudah meminum pil." Ucap Akira.


Dimas menatap Akira heran.


"Aku mulai meminumnya sejak Sofia mengatakan bahwa kau akan tinggal di rumahku. Ya jadi aku harus jaga-jaga, karena bagaimanapun aku tidak akan bisa menahan diri jika bersamamu." Ucap Akira lagi.


Dimas tersenyum lalu mencium kening Akira.


"Aku mau membersihkan diri dulu."


Akira berdiri lalu meninggalkan Dimas menuju kamar mandi.


Dimas mendengarkan tetesan air dari pancuran yang mengguyur tubuh Akira dengan serius. Ia terbayang akan senyum Akira yang menggoda. Dimas tau bahwa dirinya sangat mencintai Akira, dan bercinta adalah salah satu hal vital yang ingin dia lakukan dengan bahagia bersama Akira di masa depan nanti.


Tapi Dimas merasa khawatir bahwa Akira tidak mencintainya, sama seperti dirinya yang mencintai Akira.


Dimas memang pernah dekat dengan dua orang wanita setelah Akira pergi meninggalkannya. Tapi, kedua wanita itupun sama persis dengan Akira. Hanya saja Dimas tetap tak bisa melupakan Akira. Hingga akhirnya Dimas menyadari, bahwa hanya bersama dengan Akira lah ia bisa merasa bahagia.


Perlakuan Akira malam ini membuat Dimas yakin bahwa mereka bisa menjadi pasangan kekasih dan juga sahabat. Dimas sudah berusaha menunjukkan perhatiannya, cintanya, rasa hormatnya pada Akira. Tapi Akira menganggap hubungan mereka hanya baik dalam urusan bercinta.


Dia punya waktu satu minggu untuk membuktikan pada Akira bahwa mereka bisa membangun hubungan yang baru lagi.


'Aku pria yang berbeda sekarang, pria yang lebih baik dari tiga tahun yang lalu. Aku akan memenangkan hati Akira lagi, dengan bantuan Tuhan kali ini.' gumam Dimas.

__ADS_1


__ADS_2