Mencintai Pria Lumpuh

Mencintai Pria Lumpuh
Batal Bercerai


__ADS_3

Pagi yang begitu dingin tak menyurutkan niat Daniel pergi ke hotel tempat Akira menginap di kota S. Langkah Daniel terdengar begitu cepat di lobi hotel. Di tangannya ada sebuah buket bunga mawar yang besar.


"Selamat pagi Tuan Daniel." Sapa resepsionis hotel.


"Katakan padaku dimana kamar tamu yang bernama Akira?" Tanya Daniel.


"Baik, Tuan. Mohon tunggu sebentar."


Daniel memang seorang pengusaha terpandang di kota S. Hampir semua orang di kota S pasti mengenal siapa Daniel.


"Maafkan saya Tuan, tamu atas nama Akira sudah check out sejak kemarin." Ucap resepsionis itu gugup.


"Apa?" Daniel berteriak dengan kejam.


'Kenapa kau pergi begitu saja Akira?' pikir Daniel.


Tanpa pikir panjang Daniel berbalik dan melempar buket bunga yang dipegangnya ke arah tempat sampah.


Saat Daniel sudah tak terlihat, beberapa karyawan wanita di hotel itu berlarian memungut buket bunga yang teronggok di lantai karena lemparan Daniel tak tepat sasaran.


"Sayang banget bunga secantik ini malah dibuang." Ucap salah seorang karyawan hotel.


Di dalam mobil, Daniel berteriak kesal. Suara ponsel mengalihkan perhatiannya.


(Katakan padaku, dimana Akira?) Teriak Daniel.


(Tuan, Nona Akira sudah kembali ke rumahnya dan terlihat bersama suaminya)


(Apa? Kau tidak salah lihat kan?)


(Tidak Tuan. Nona Akira memang terlihat bersama suaminya sejak tadi pagi. Sekarang saya tengah mengikuti mereka menuju pengadilan agama. Menurut informasi yang saya dapatkan, mereka telah membatalkan proses perceraian mereka)


Tutt.....


Daniel memutuskan sambungan panggilan teleponnya.


"Sial, sial, siaaaaallll....."


'Tunggu saja kau Akira, aku tidak akan melepaskan mu. Kau tidak boleh kembali pada Dimas si lumpuh itu. Kau harus menjadi milikku.'


**************

__ADS_1


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Akira.


"Aku tidak tahu, yang jelas aku hanya ingin dimanja olehmu. Aku ingin menghabiskan waktuku denganmu." Balas Dimas.


Akira dan Dimas tengah berdiri di depan ruang gedung pengadilan agama, untuk membatalkan rencana perceraian mereka.


"Bagaimana kalau kita berkencan saja hari ini." Ucap Akira.


"Apa kau tidak malu berkencan dengan pria yang menggunakan tongkat seperti aku?"


"Kenapa harus malu. Bahkan sebelumnya aku pernah berkencan denganmu saat kau menggunakan kursi roda."


Dimas tersenyum lalu mencium kening Akira.


"Terima kasih karena sudah mau menerima segala kekuranganku." Ucap Dimas dibalas senyuman manis dari Akira.


Keduanya kemudian berjalan menuju mobil.


"Kita makan siang diluar saja ya." Ucap Akira sambil fokus mengemudi.


"Aku ikut saja. Hari ini kau yang jadi bos nya." Balas Dimas.


"Baiklah."


"Kita mau makan ramen?" Tanya Dimas dibalas anggukan cepat oleh Akira. "Kau memang tidak pernah bisa berubah dalam hal makanan." Lanjut Dimas.


Akira terlihat sangat bahagia.


"Kau tahu Dim, hari ini adalah hari terbaik bagiku saat makan ramen. Selama ini, aku selalu datang ke tempat ini sendirian. Menikmati ramen seorang diri, dan hari ini aku duduk disini bersamamu." Ucap Akira.


"Apa kau bahagia?" Tanya Dimas.


"Tentu saja." Balas Akira. "Jangan bilang kau tidak bahagia?" Lanjut Akira memasang wajah masam kearah Dimas.


"Hahaha tentu saja aku sangat bahagia bisa makan siang bersama isteriku tercinta."


Keduanya tertawa sangat lepas, tanpa menyadari dari tadi ada seseorang yang terus mengikuti kemana mereka pergi.


Setelah selesai makan, keduanya berjalan menyusuri mall. Sesekali Akira mengajak Dimas masuk ke dalam toko pakaian dan memilihkan beberapa lembar pakaian untuk Dimas.


"Aku heran padamu, bukannya kau ini seorang desainer. Untuk apa kau membawaku masuk ke dalam toko pakaian dan membelikan ku semua ini. Padahal kau bisa membuatnya sendiri." Ucap Dimas.

__ADS_1


"Aku tidak bisa memproduksi baju kaos seperti ini. Jadi aku membelikannya untukmu." Balas Akira.


"Wah, apa kau bercanda. Aku selama ini tidak pernah mengenakan pakaian semacam itu." Ucap Dimas.


"Untuk itu, kau harus belajar. Aku tidak ingin setiap hari kau hanya mengenakan jas atau kemeja di dalam rumah. Memangnya rumahku kantor tempat untukmu bekerja. Sudah jangan protes, kau sendiri sudah bilang padaku, bahwa kau akan mengikuti cara aku hidup. Sekarang, belum apa-apa kau sudah....."


"Iya-iya. Sudah cukup, jangan cerewet. Beli saja semua yang kau mau. Aku akan memakainya." Ucap Dimas.


"Apa kau akan memakai ini jika ku belikan?" Tanya Akira sambil menunjukkan sebuah piyama berwarna merah muda.


Dimas tersenyum nakal ke arah Akira kemudian membisikkan sesuatu di telinga Akira.


"Aku akan memakai apapun yang kau belikan. Asal kau harus berjanji untuk memuaskan aku malam ini." Bisik Dimas.


Blush...!!!


Wajah Akira langsung memerah karena malu. Ia langsung menuju kasir untuk membayar beberapa pakaian yang dibelikannya untuk Dimas.


Sementara Dimas terlihat puas karena sudah menggoda Akira.


Bersambung......


NB: Assalamualaikum....


*H**ai semuanya, apa kabar?


Aku La-Rayya... ❤️


Terima kasih ya karena kalian sudah mau mampir di kisah receh ini*... 😊😊


Oh ya, aku mau minta maaf karena belum bisa up yang banyak dikarenakan ada projects novel yang satunya harus rampung 20 bab sampai hari rabu... 🙏🙏


Buat kalian pecinta kisah AkiMas (Akira & Dimas) tenang saja. Kisah ini akan tetap berlanjut kok. Nanti kalau novel yang satunya sudah rampung 20 bab, insyaAllah Novel Mencintai Pria Lumpuh ini akan up setiap hari, setidaknya ya 1 episode... 😁😁


Satu hal lagi, jangan lupa like, komen, atau vote dan beri hadiah juga ya... 😉😉


Buat kalian yang berminat, kunjungi juga yuk Novel terbaru La-Rayya dengan judul SEBUAH NADA INDAH DARI NOAH. Dijamin kalian akan gemes dengan lucunya tingkah Noah si Anak Genius dan bakalan baper dengan kebucinan Erlan terhadap Bella, Mahmud (Mama Muda 😁) nya Noah.... 😊😊


Sekali lagi terima kasih ya semuanya. Tetap jaga kesehatan juga ya... 😘😘


*Wassalam...

__ADS_1


Salam hangat dari author receh,


La-Rayya* ❤️


__ADS_2