
Tak lama kemudian Akira keluar dari dalam rumah sakit dan kembali masuk ke dalam mobilnya. Mobil Akira kembali melaju memasuki jalanan yang mulai terlihat padat akan kendaraan yang lalu-lalang melintas.
Sepuluh menit kemudian, mobil Akira berhenti tepat di depan butik yang bertuliskan Akira fashion designer.
"Ternyata butik mu terletak di tempat yang sangat strategis Akira." Ucap Daniel.
Akira hanya membalas ucapan daniel dengan tersenyum. keduanya masuk ke dalam butik, lalu Daniel mulai melihat-lihat semua koleksi fashion Akira.
"Ini adalah laporan hasil penjualan ku pada bulan yang lalu." ucap Akira sambil memperlihatkan sebuah buku yang berisi data-data penjualan fashion miliknya.
"Kapan acara fashion show yang kau ikuti akan dilaksanakan." tanya Daniel.
"Sekitar dua minggu lagi." Balas Akira.
"Bagaimana dengan model fashion yang akan kau tunjukan di show itu?" tanya Daniel lagi.
"Kau bisa melihatnya disini."
Akira menunjukkan sebuah sketsa gaun yang akan ditampilkan nya di acara fashion show.
"Terlihat sangat indah!" seru Daniel. "Sudah berapa persen yang kau kerjakan?"
Sepertinya hampir lima puluh persen." jawab Akira.
"Aku harap acara fashion show yang kau ikuti akan sukses."
"Terimakasih Daniel." ucap Akira sopan.
Setelah sekitar 1 jam berada di butik, Daniel terlihat mulai merasa bosan.
__ADS_1
"Akira!!" Panggil Daniel. "Apa kau bisa membawaku pergi keluar untuk makan siang?"
Akira melihat jam yang tergantung di dinding menunjukkan pukul dua belas siang.
"Sepertinya aku bisa." balas Akira. "Tapi aku harus menjemput Dimas terlebih dahulu di rumah sakit."
"Apa kita tidak bisa pergi berdua?"
"Maaf Daniel. Aku wanita yang sudah bersuami. Tidak pantas untukku berjalan dengan seorang pria lain." Balas Akira.
Daniel menjadi murka, dia ingin sekali menyeret Akira pergi dari dalam butik. Tapi Daniel menahan dirinya agar tak emosi.
'Aku harus bisa menahan diriku. Bagaimanapun aku harus terlihat baik dihadapan Akira.' gumam Daniel dalam hati.
"Maafkan aku Akira, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku ingin pergi berdua denganmu hanya karena tidak ingin melihat suamimu merasa cemburu. Karena masih ada banyak hal tentang pekerjaan yang ingin aku bahas denganmu."
Akira terlihat berpikir. Dia kemudian mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya dan menghubungi Dimas.
"Sekitar 2 jam lagi." balas Dimas dari seberang telepon.
"Baiklah kalau begitu hubungi aku jika kau sudah selesai aku akan datang menjemputmu." ucap Akira.
Akira dan Daniel lalu pergi ke sebuah restoran untuk makan siang menggunakan mobil yang berbeda.
"Terima kasih karena sudah mau menemaniku. Aku berharap kerjasama di antara kita akan berlanjut seterusnya. Aku melihat potensi yang sangat besar dalam bisnis mu. Kau begitu berbakat. Aku yakin kau pasti berhasil dalam fashion show yang akan kau ikuti. Semua mata akan tertuju padamu. Mereka semua akan mengagumi hasil karya seni mu dalam merancang sebuah busana."
"Terima kasih Daniel."
Setelah selesai makan siang, Daniel hendak mengajak Akira untuk berkeliling kota itu.
__ADS_1
"Kau pernah berjanji untuk membawaku berkeliling di Kota mu." ucap Daniel.
"Sepertinya kau salah aku tidak pernah merasa berjanji kepadamu." Ucap Akira terlihat bingung.
"Oh mungkin saja aku salah. tapi apakah kau benar-benar tidak mau membawa ku berkeliling di kota mu ini?"
Belum sempat Akira menjawab, tiba-tiba ponsel Akira berdering. Nama Dimas tertera di layar ponsel Akira.
"Ayo cepat jemput aku!" Seru Dimas dari seberang telepon.
"Bukannya sisa waktu terapi mu tinggal satu jam lagi,,?" tanya Akira.
"Sudah selesai. Aku merindukanmu, cepatlah datang."
"Baiklah Dim. Tunggu aku, setengah jam lagi aku tiba."
Akira lalu menatap Daniel dan berkata,
"Maafkan aku Daniel. Hari ini aku tidak bisa mengajakmu berkeliling karena aku harus segera menjemput Dimas di rumah sakit." Ucap Akira sopan.
"Baiklah." balas Daniel. "Titip salam ku untuk suamimu yang posesif itu. Katakan padanya semoga cepat sembuh."
Akira tersenyum kemudian masuk ke dalam mobil dan segera melaju meninggalkan Daniel sendirian yang berdiri di samping mobilnya.
"Sampai jumpa lagi Daniel." teriak Akira dari dalam mobil.
"Sayonara Akira." balas Daniel.
'Aku hanya berharap si pincang itu akan selamanya cacat agar Akira bisa bosan dan segera menemui ku dan mau menerima cintaku pada akhirnya nanti'
__ADS_1
Bersambung....
Ingat selalu untuk memberikan like, komen, vote atau hadiahnya ya... 😘🙏