
Diruangan dengan cahaya redup nampak Ava tengah duduk di singasananya, tak lupa tatapan yang tajam sehingga membuat atmosper menjadi dingin dan mengerikan.
"Bos, ada masalah, pusat persenjataan kita telah dibobol oleh musuh" jelas salah satu bawahannya.
"Iya bos, mereka mengambil semua senjata dan membunuh seluruh pasukan yang berjaga disana bos" timpal bawahan yang lainnya.
Ava hanya diam tak bersuara, dia tersenyum devil yang membuat semua orang di dalam ruangan itu bergidik ngeri.
"Biarkan saja mereka, biarkan mereka bersenang-senang sebelum menjemput ajal mereka" suara Ava yang penuh penekanan.
"Baik bos, tapi apa yang akan kita lakukan selanjutnya bos?" Tanya salah satu dari bawahan tersebut.
"Pantau terus markas, dan awasi terus pergerakan musuh" Ava pun bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan, semua orang langsung memberi hormat dengan membungkukkan badan mereka.
Ava sudah mengetahui siapa dalang dari pembobolan senjatanya itu yang tak lain adalah Lucas Jever Calhisto. Ava seorang Mafia yang jenius dan kejam, dia akan langsung mengetahui siapa pelaku yang bermain-main dengannya hanya dengan melihat cara kerja atau aksi dari musuhnya.
Ava pun naik ke dalam mobilnya dan mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
......................
Tasya terbangun dari tidurnya, dan melihat disekeliling tak ada seorang pun disana.
"Uhhh aku harus keluar dari rumah sakit ini, aku tidak mau memberatkan Desi atas biaya rumah sakit" Tasya tau kalo Desi yang menanggung biaya rumah sakit.
Dia mulai turun dari tempat tidur dan melangkah keluar, tidak ada penjagaan dan itu membuat Tasya mudah untuk keluar dari rumah sakit.
Tasya terus berjalan, tidak ada kendaraan yang lewat, walaupun ada kendaraan umum yang lewat Tasya sama sekali tidak membawa uang, dia tidak akan bisa naik bus ataupun transportasi lainnya.
Dan saat Tasya tengah berjalan tampak mobil mewah berhenti tepat di sampingnya. Dia merasa bingung dan hanya diam, dia merasa pernah melihat mobil itu namun dimana. Dan betapa terkejutnya Tasya saat melihat siapa yang keluar dari mobil itu yang tak lain adalah Ava Apriliano Avender, sekarang dia mulai ingat bahwa mobil ini adalah mobil milik Ava.
"Sudah selesai memandangiku dengan tatapan menjijikanmu itu jal**ng" seringai Ava.
Tasya pun tersadar dari lamunannya, dan menelan ludahnya kasar, dia ingin berlari namun tangannya sudah ditarik oleh Ava.
"Ikut aku!" bentak Ava sambil menarik tangan Tasya.
__ADS_1
"Ava kita mau kemana, lepaskan aku" Tasya meronta-ronta, berusa melapaskan genggaman Ava.
Ava membuka pintu belakang mobil dan menghempaskan tubuh Tasya ke dalan mobil.
"Auww.." Tasya meringis kesakitan saat tubuhnya terbentur.
Ava menutup pintu mobil, dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Tasya meresa takut, dia takut Ava akan berlaku kasar padanya, sekarang dia hanya bisa diam membisu di sepanjang perjalanan, dia tidak mempunyai keberanian berkata apa-apa.
-Masion Ava-
Ava keluar dari mobil, dan para maid setia melakukan tugas meraka yaitu menyambut kedatangan Ava.
"Keluar jal**ng!!!" bentak Ava kepada Tasya yang kini masih berada di dalam mobil.
Tasya membuka pintu mobil dengan ragu-ragu, saat dia keluar dari mobil tangannya sudah ditarik tangan Ava dan badannya dihempas ke lantai. Para maid yang melihat itu hanya bisa diam, mereka merasa iba pada Tasya, entah apa kesalahan gadis itu sehingga membuat dia harus berurusan dengan seorang Ava yang sering disebut raja kematian di dalam mansion itu.
__ADS_1