Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Keajaiban (Putri Tidur)


__ADS_3

Ava yang kini masih setia berada di samping Tasya, Ava memeluk tubuh Tasya mengecup tangan dan seluruh wajah Tasya dari dahi, mata, hidung dan berakhir di bibir Tasya. Bagaikan dongeng putri salju, dimana Tasya yang tertidur dan didampingi oleh seorang pangeran tampan.


"Sayang..." ucap Ava lirih


"Apa kamu tega melihat aku seperti ini, kamu tega meninggalkan aku sendiri? jika kamu ingin pergi tolong bawa aku sayang" ucap Ava dengan deraian air mata.


Namun yang diajak bicara masih setia menutup mata, Ava memandangi wajah Tasya yang pucat pasi, hatinya begitu sakit melihat wanita yang dia cintai tertidur untuk selamanya.


Ava pun memenggang tangan Tasya erat sambil mencium dan terisak disana.


"Aku mohon tuhan, tolong kembalikan dia" ucap Ava lirih.


"Kalau kau mengembalikannya, aku akan percaya padamu" Ava ditinggal oleh orang tuanya dari kecil, Ava bersama orang tuanya mengalami kecelakan mobil dan itu merenggut nyawa orang tuanya, kecelakaan itu direncakan oleh musuh dari ayah Ava, karena Ayahnya merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dan memiliki banyak musuh, karena kejadian itu membuat Ava menjadi trauma dan merubah sikapnya menjadi kejam tak berperasaan.


Dan setelah kejadian kecelakaan itu Ava dibawa ke daerah terpencil karena semua musuh dari sang ayah mengincar nyawa Ava, dan disanalah dia bertemu dengan Tasya, si gadis kecil yang mampu meruntuhkan kedinginan Ava, Ava berjanji akan menikahi Tasya dan membuatnya bahagia namun Tasya juga meninggalkannya, namun dia tidak menyerah untuk mencari Tasya, dan sekarang saat dia menemukan Tasya malah ditinggalkan untuk kedua kalinya.


"Hiks mengapa dunia begitu kejam" ucap Ava terisak, dia menggenggam erat tangan Tasya seolah takut Tasya akan lepas dari dirinya.


"Kenapa..." ucap Ava lirih


"Ava...." seseorang memanggil namanya berbisik namun masih bisa di dengar oleh Ava, suara yang dia ingin dengar.


Ava pun mendongakkan kepalanya menatap Tasya, dan matanya membulat besar, kita jantungnya berbapacu cepat.

__ADS_1


"Sayang kamu sadar" ucap Ava menatap Tasya.


Benar-benar suatu anugrah, Tasya yang dikatakan telah meninggal sadar dan memanggil namanya.


Tasya tersenyum menatap Ava, "apa ini mimpi?" ucap Ava tak percaya.


Ava pun mencubit tangannya dan rasanya sakit, "jadi ini bukan mimpi" ucap Ava bahagia.


Ava pun memeluk Tasya dengan air mata bahagia.


"Dokter!!" teriak Ava didalam ruangan, sedangkan dokter yang berada diluar yang mendengar teriakan Ava pun masuk ke dalam ruangan.


"Ada apa tuan" tanya dokter itu.


Dokter itu pun mendekat ke arah Tasya, dan alangkah kagetnya dia melihat Tasya sadar dan menatap sendu ke arahnya.


"Bagaimana mungkin" guman dokter itu tak percaya.


"Cepat periksa dia dokter!" ucap Ava membuyarkan pikiran dokter itu.


"Ehh baik tuan" jawab sang dokter.


Dokter pun memeriksa tubuh Tasya, walaupun keadaan jantungnya masih lemah namun keadaan yang sekarang lebih membaik dari sebelumnya.

__ADS_1


"Benar-benar sebuah keaijaiban" ucap dokter itu takjub.


"Bagaimana keadaanya dokter?" tanya Ava denga khawatir.


"Nona sudah membaik tuan" ucap dokter itu.


"Huhhh" helaan nafas Ava.


"Sayang... kamu sudah sadar" ucap Ava beralih menatap Tasya, namun Tasya hanya tersenyum.


Vino pun datang dari menyelesaikan kekacauan yang disebabkan Lucas, dan sama halnya Vino juga merasa terkejut akan hal yang dia lihat, Tasya yang dinyatakan telah meninggal bisa hidup kembali.


"Vin Tasya sadar" ucap Ava seperti anak kecil yang mendapat mainannya kembali.


"Ahh" hanya itu yang keluar dari mulut Vino, dia benar-benar tak percaya akan hal ini.


"Nona Tasya" ucap Vino mendekat ke arah Tasya dan Ava disampinya.


Tasya hanya tersenyum melihat Vino, Tasya merasa tercekat dalam tenggorokkannya sehingga membuat dia susah berbicara.


"Kamu jangan banyak gerak!" ucap Ava yang melihat Tasya meraih gelas berisi air di atas meja di samping tempat tidurnya.


Ava pun mengambilkan air minum dan membantu Tasya minum.

__ADS_1


Ava benar-benar bahagia, sekarang dia percaya dunia tidak sekejam itu, dan dia berjanji akan selalu menjaga Tasya.


__ADS_2