
Nampak wanita yang tengah dalam ketakutan "Tidak, aku tidak mau mati" ucap Vira dengan suara bergetar.
"Dimana wanita itu, tadi aku melihatnya disini" ucap salah satu bawahan Ava yang melihat Vira di kerumuanan orang.
"Sial kita kehilangan jejak" ucap yang lainnya menimpali.
Vira yang bersembunyi di balik tembok hanya bisa membengkap mulutnya sendiri, tubuhnya bergetar ketakutan, kalau sampai dia tertangkap maka dia tidak dapat membayangkan bagaimana Ava akan menyiksanya atau membunuhnya.
*Aku tidak boleh tertangkap, aku harus kelaur dari sini dan bertemu dengan Lucas* batin Vira.
"Kalau sampai kita kehilangan wanita itu, maka tuan Ava pasti akan marah besar" ucap salah satu bawahan Ava mendengus kesal kelaligus bergidik ngeri.
"Lebih baik kita telusuri tempat ini, aku yakin wanita bodoh itu masih disini" ucap yang lainnya.
Kedua orang itu pun melakah menjauh, seketika Vira dapat bernafas dengan normal namun masih merasa takut, sesegera mungkin dia pergi dari tempat itu menuju jalanan besar.
"Taksi!!!" ucap Vira melambaikan tangannya di pinggir jalan.
Taksi pun berhenti dan Vira pun masuk namun dia menoleh ke arah belakang ternyata anak buah Ava sedang berlari ke arahnya.
"Hey jangan kabur!" ucap Bawahan Ava.
Mendengar teriakan itu sesegara mungkin Vira naik Taksi dan menutup pintu taksi.
"Pak cepat jalan!" penrintah Vira pada supir Taksi.
"Kenapa mereka mengejar nona?" tanya pak supir.
"Mereka orang jahat, cepat jalankan mobilnya pak" ucap Vira panik karena bawahan Ava telah sampai dan menggedor kaca taksi.
__ADS_1
"Hey keluar kau, cepat keluar!" ucap bawahan Ava
"Pak cepat jalan!" ucap Vira panik.
"Baik nona" ucap pak supir langsung menghidupkan mobil dan menancap gas.
Mobil berjalan menjauh dari dua pria yang kini tengah merasa kesal karena kehilangan mangsanya.
"Huhh" hela nafas Vira kasar.
"Siapa mereka nona kenapa mereka mengejar nona?" tanya pak supir.
"Sebaiknya nona melapor polisi" lanjut pak supir.
*Melapor polisi, bukan sama saja aku menyerahkan diri* batin Vira.
Pak supir pun tidak bertanya lagi dan terus melajukan mobil ke alamat yang dituju, sedangkan Vira menutup matanya kasar.
"Aku harus cepat bertemu Lucas pasti dia akan melindungiku" guman Vira.
Setelah beberapa saat Taksi itu sampai ditempat tujuan, taksi itu memasuki gerbang tinggi yang di dalamnya tempampang rumah yang begitu besar dan megah namun penjagaan yang begitu ketat bahkan setiap sudut terdapat bodygat dengan badan besar dan wajah yang seram.
Salah satu bodygat menghampiri dan mengedor kaca jendela mobil.
*Glek,, megah namun sepertinya menyeramkan* bantin pak supir.
Pak supir ingin membuka jendela namun Vira segera membuka jendela mobil belakang
"Ini aku nyonya kalian" ucap Vira penuh bangga.
__ADS_1
*Nyonya?* batin bodygat itu.
"Jalan pak" perintah Vira pada pak supir memasuki mobil ke halaman utama rumah.
"Ini bayarannya" ucap Vira dan keluar dari mobil taksi dan segara masuk namun jalannya dihadang oleh bodygat.
"Apa yang kalian lakukan, aku adalah nyonya di rumah ini" ucap Vira dan berusaha masuk namun tetap dihadang oleh para bodygat.
"Aku akan melaporkan perilaku kalian pada tuan kalian dan liat saja apa yang akan terjadi pada kalian" ucap Vira emosi.
Seketika pintu besar itu terbuka dan terlihat Alex tangan kanan Lucas, para bodygat pun memberikan jalan pada Alex.
"Ada apan ini? kenapa ribut" ucap Alex datar.
Senyuman kemenangan pun terlukis di sudut bibir Vira, mengejek para bodygat yang membuatnya emosi tadi.
"Alex mereka tidak membiarkanku masuk, mereka benar-benar keterlaluan" ucap Vira mengadu.
"Ohhh" jawab Alex datar
"Dimana Lucas?, aku ingin bertemu dengannya" ucap Vira menggebu.
"Baiklah, tuan juga sedang menunggu nona" ucap Alex tersenyum penuh arti.
"Ohhh tolong bawa aku padanya" ucap Vira.
"Dan kalian akan menerima akibatnya nanti" lanjut Vira.
Vira dan Alex pun masuk ke dalam rumah megah itu dan menuju ke ruangan Lucas.
__ADS_1