Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Drama Pagi Hari


__ADS_3

Matahari telah menampakkan sinarnya menerangi dua insan yang terlihat seperti penganten baru, walau sebernya mereka belum sah.


"imut sekali" ucap Ava memandangi wajah Tasya yang terlelap.


Ava terlebih dulu bangun namun dia tidak betanjak dari kasur, dia malah asik memandangi Tasya.


Ava mencoba menggoda Tasya, dia mencubit hidung Tasya, menusuk-nusuk pipi Tasya dengan lembut. Tasya hanya menggeliat kecil dan itu membuat semakin ingin menggoda Tasya.


"wahhh masih tidur rupanya" ucap Ava tersenyum.


Cup


Ava mengecup bibir Tasya lembut, namun sang empu belum juga tersedar. Melihat itu Ava mulai mencium Tasya namun lebih lama.


Tasya tersadar dan membulatkan matanya, "Ava!!" kaget Tasya sambil mendorong tubuh Ava.


"hahaha akhirnya kamu bangun juga. apa kamu tau? kamu tidur seperti kebo" ucap Ava tertawa.


melihat Ava tertawa lepas membuat hati Tasya menghangat. baru kali ini dia melihat Ava tertawa seperti itu.


"aku bukan kebo" ucap Tasya tersungut.


"hahaha dasar kebo" ucap Ava lagi. Dan seketika Tasya melempar bantal ke arah Ava.


"wahh sudah berani yaa" ucap Ava mendekat ke arah Tasya.


"maaf Ava,, aku salah" ucap Tasya panik. dia merutuki dirinya sendiri mengapa dia melakukan itu.


Ava semakin mendekat, membuat jantung Tasya semakin berdetak cepat. "kamu harus mendapat hukuman" bisik Ava di telinga Tasya.

__ADS_1


"Ava tolong maafkan aku" ucap Tasya mengiba.


"memaafkanmu? boleh saja asal kamu harus menciumku" ucap Ava enteng tanpa rasa malu.


*menciumnya? ahhh malu sekali* batin Tasya.


"mengapa diam? aku akan memaafkanmu karena sudah melemparku dengan bantal asal kamu menciumku" ucap Ava lagi.


"tapi aku.." ucap Tasya terpotong


"tapi aku malu? bukankah kita sudah pernah melakukannya, bahkan aku sudah melihat tubuhmu dan merasakannya walau belum aku memasuki"


Entah kemana urat malu Ava, dia berbica tanpa disaring. Tasya yang mendengar itu semakin memerah.


"ayo cepat lakukan" ucap Ava mendekatkan wajahnya ke wajah Tasya.


*astaga apa aku harus melakukannya?* batin Tasya.


"baiklah" ucap Ava yang sekarang ini sudah memejamkan mata.


Cup


Tasya mencium bibir Ava secepat mungkin. Ava pun membuka matanya dia mengerutkan dahinya.


"mengapa cepat sekali?" tanya Ava enteng, sedangkan Tasya kini menahan malu.


"seharusnya seperti ini" ucap Ava dan langsung


Cup

__ADS_1


Ava mencium bibir Tasya lembut, meny**p bibir Tasya atas dan bawah. Ava memcoba menelusupkan lidahnya kedalam rongga mulut Tasya dan bermain lidah disana.


Ciuman itu berlangsung lama dan akhirnya berakhir. "manis" ucap Ava mengelap bibir Tasya karena terdapat cairan bekas aktivitas mereka tadi.


"aku ingin setiap hari kita melakukan ini. aku anggap ini sebagai hadiahku" ucap Ava kini beranjak menuju ke kamar mandi


Tasya kini memegangi bibirnya. disana masih terasa bekas aktivitas panas yang mereka lakuka.


"ahhh malu sekali" guman Tasya dan menutup wajahnya dengan bantal.


"ahhh tidak, tidak" ucap Tasya benar-benar malu namun juga merasa senang.


dia senang karena sekarang sangat lembut terhadapnya. bahkan dia merasa ini seperti mimpi tapi ini memang benar adanya.


"Ava aku sangat mencintaimu" ucap Tasya tulus.


Dan sedari tadi Ava mengintip di balik pintu kamar mandi. Dia melihat kelakuan Tasya yang menurutnya itu sangat lucu dan menggemaskan.


"aku juga sangat mencintaimu Tasya" ucap Ava lirih.


Hai guysss


aku comeback, walau gak bisa up banyak-banyak karena masih ada tugas yang aku kerjain.


sekalin aku mau promosi novel baru aku



hehehe semoga kalian suka yaa...

__ADS_1


see you readers😘😘😘


__ADS_2