
18++
Di part ini bakal ada sedikit adegan dewasa yaa readers jadi kalo masih di bawah umur dianjurkan tidak membaca, tapi kalo masih ngotot dosa tanggung sendiri😂
......................
"Tuan makanan malam Anda telah siap" ucap Ben yang tadi mengetuk pintu itu.
Ava hanya menatap tajam dan kesal ke arah Ben, dia merasa kegiatannya telah diganggu oleh Ben, sedangkan Tasya menunduk malu.
"bawa kemari" ucap Ava datar
"baik tuan" ucap Ben dan memberikan bow sebelum pergi.
Ava kini menatap Tasya dan berbisik di telinga Tasya, "nanti kita lanjutkan" ucap Ava dengan deruan nafas yang menerpa kulit Tasya.
Tasya bergidik ngeri, dia baru tau kalau Ava bisa berlaku mesum.
Ava yang memandang wajah Tasya yang semakin memerah karena perkataannya barusan pun tersenyum bahagia.
__ADS_1
"makan malam akan datang, sebaiknya kamu mandi dulu" ucap Ava menghilangkan keheningan mereka.
Namun Tasya hanya masih diam, melihat itu Ava jadi ingin menggoda Tasya lagi, "mengapa kamu diam, atau kamu ingin kita mandi bersama?" ucap Ava menggoda.
Tasya pun membulatkan matanya, dia paham maksud Ava. segara dia masuk kamar mandi tanpa membawa apapun. Ava yang melihat itu hanya terkekeh, sangat menyenangkan menggoda gadis cantik yang sudah bertahtah di hatinya.
Setelah beberapa waktu, namun Tasya masih belum keluar dari kamar mandi. "Tasya,, apa kamu sudah selesai?" ucap Ava mengetuk pintu kamar mandi.
sedangkan yang berada di dalam sedang mondar-mandir tak karuan, pasalnya dia tidak membawa handuk serta pakian ganti.
"bodoh kamu Tasya, kenapa sampai lupa membawa handuk dan baju ganti" ucap Tasya merutuki dirinya sendiri.
"ahhh iya aku sudah selesai" jawab Tasya dari dalam kamar mandi
"kalo begitu keluarlah, makan malam akan siap sebentar lagi" ucap Ava.
Saat Ava beranjak dari depan pintu kamar mandi namun langkahnya terhenti, pintu kamar mandi itu terbuka namun tidak sepenuhnya.
"apa yang kamu lakukan, ayo cepat keluar" ucap Ava lembut, Ava merasa heran melihat hanya kepela Tasya yang terlihat di balik pintu.
__ADS_1
"itu..itu aku lupa membawa handuk dan pakain ganti" ucap Tasya gugup.
Senyuman pernuh arti keluar dari sudut bibir Ava. bukannya mengambilkan Tasya handuk dan pakian ganti dia malah masuk ke dalam kamar mandi.
sontak hal itu membuat Tasya terkejut, karena sekarang dirinya tidak memakai sehelai benangpun.
"aahkkk, Ava apa yang kamu lakukan" teriak Tasya dan menutupi area sensitifnya dengan tangan, namun hal itu tidak berguna sama sekali, tubuhnya masih terekpos dengan jelas.
Ava yang melihat itu hanya bisa menelan ludahnya kasar, kini Ava menutup pintu kamar mandi dan mendekat ke arah Tasya.
"Ava.. apa yang ingin kamu lakukan" ucap Tasya gugup dan melakah mundur.
Ava terus mendekat dan menarik tangan Tasya ke dalam dekapannya. Tanpa aba-aba Ava langsung mencium bibir Tasya lembut namun lama-kelamaan ciuman itu berubah semakin menuntut.
Ava mengangkat tubuh Tasya dan mendudukannya di pinggaran washtapel tanpa melepas ciuman mereka.
Ava pun melepas ciuman itu karena merasa Tasya kekurangan asupan oksigen. Dan tanpa membuang waktu Ava kembali mencium bibir Tasya lagi. Ava mel**mat dan mengh**p bibir bawah dan atas milik Tasya.
Ciuman itu berpindah ke arah leher, Ava memberikan tanda kepemilikan disana, yang membuat Tasya mengeluarkan suara aneh itu.
__ADS_1
Mendengar Tasya mengeluarkan suara aneh itu membuat gairah Ava meningkat, Ava tidak berhenti mencium setiap inci tubuh Tasya dan meninggalkan tanda yang begitu banyak.