Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Kritis!!!


__ADS_3

Tampak Ava keluar dari mobil dengan tergesa dan berlari masuk ke dalam rumah sakit begitupun dengan Lucas namun langkah Lucas terhenti karena terhalang oleh bodigat Ava.


"****,, lepaskan!!" bentak Lucas pada bodigat itu namun tidak dihiraukan.


Sedangkan Ava segera masuk menuju ruangan Tasya tanpa permisi.


"Bagaimana keadaannya dokter?" tanya Ava pada dokter.


"Maaf tuan Ava, keadaan nona Tasya melemah" ucap dokter lirih.


"Apa kau bilang" ucap Ava


Ava mendekat ke arah dokter dan mengangkat kerah baju dokter itu.


"Aku membayarmu hanya untuk ini" ucap Ava dengan amarah namun terlihat jelas kesedihan di wajah tampannya.


Perlahan pegangan Ava pada kerah baju dokter itu melemah dan kemudian dia menangkupkan tangannya memohon, "aku mohon dokter tolong sembuhkan dia" ucap Ava memohon


Dokter itu tercengang akan apa yang dia lihat, seoarang Ava memohon padanya, "saya akan melakukan terbaik tuan" ucap dokter itu.


Ava mendekat ke arah Tasya, "sayang aku mohon bertahanlah" ucap Ava sambil memegang tangan Tasya dan menciumnya beberapa kali.


"Tolonh jangan tinggalkan aku untuk kedua kalinya" ucap Ava lirih dan air matanya tak dapat dibendung lagi.


Dokter serta suster yang melihat itu mematap kasihan pada Ava, dan juga tercengang karena yang mereka kenal Ava adalah pria kejam, dingin dan tak berperasaan.


"Saya akan melakukan yang terbaik tuan" ucap dokter mendekati Ava, Ava hanya diam dia berharap semuanya akan baik-baik saja.


Dokter pun melakukan segala cara, sedangkan Ava masih berada di dalam ruangan, dia tidak mau keluar dan siapapun tidak berani membantahnya (sultan mahh bebas😂)

__ADS_1


Tit tit tit


Suara detakan jatung Tasya melemah (maaf yaa author bukan ahli medis jadi gak tau nama alat medisnya😅)


"Gawat dokter jatungnya melemah" ucap salah satu suster.


Sedangkan Ava yang mendengar itu semakin panik namun dia tidak boleh mendekat karena itu akan mengganggu dokter.


"Cepat siapakan pemacu jantung" ucap dokter.


"Baik dok" ucap sustee dan langsung menyiapkannya.


Bugh


Bugh


Bugh


Tittt.....


Suara panjang terdengar, "huhh" hembusan suara dokter dengan tatapan sedih.


Sedangkan Ava, dia sudah tidak dapat dijelaskan lagi kondisinya.


"Maaf tuan Ava kami telah melakukannya sebaik mungkin, tapi tuhan berkata lain" ucap dokter menyesal.


"Tidak!!! ini tidak mungkin" ucap dengan air mata terus mengalir sambil menyangkal segalanya.


Dia pun berlari ke arah tubuh Tasya yang kini sudah tak bernyawa.

__ADS_1


"Dokter itu bohong kan sayang, kamu masih hidup, kamu gak mungkin ninggalin aku" ucap Ava sambil memeluk tubuh Tasya.


Dokter hanya diam, dia merasa iba melihat Ava yang kini seperti orang linglung dan sangat kacau.


"Sabar tuan, iklaskan nona Tasya" ucap dokter lirih.


"Diam!!! dia masih hidup" ucap Ava menatap tajam ke arah dokter dan berpaling lagi menatap Tasya.


"Sayang kamu hanya tidur kan, kalau kamu lelah tidurlah, aku akan selalu disini" ucap Ava lembut sambil memeluk tubuh Tasya.


Ava berusaha membohongi dirinya sendiri, namun kenyataannya dia tau wanita yang dia cintai kini telah tiada meninggalkan dia untuk selamanya.


"Tasya,, sayang,, kenapa kamu ninggalin aku kayak gini hiks" kini tangis Ava pecah memenuhi ruangan.


Sedangkan Vino yang mendengar itu dari luar segara masuk.


"Ada apa dengan nona Tasya dok?" tanya Vino


"Nina telah tiada tuan" ucap dokter lirih.


Vino yang mendengar itu seketi syok, dan dia beralih memandang Ava yang kini setia memeluk tubuh mungil Tasya.


"Sayang aku mohon bangun, jangan tinggalkan aku, apapun yang kamu mau akan aku turuti hiks, apapun hiks" ucap Ava


"Tuan" ucap Vino lirih yang sekarang berada di samping Ava.


"Dia telah pergi Vin, dia udah ninggalin aku" ucap Ava.


Vino hanya diam membeku, baru kali ini dia melihat seoarang Ava Apriliano Avender seperti ini, dia melihat kesedihan yang luar biasa dari mata Ava dan ketidak berdayaannya.

__ADS_1


"Sabar Va" hanya itulah yang keluar dari mulut Vino dia tidak tau harus berkata apa


__ADS_2