Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Pernyataan Cinta Ava


__ADS_3

Tasya yang masih setia dalam dekapan Ava, dan Ava yang memeluk tubuh mungil Tasya beberapa saat pun melepaskan pelukan itu. Ava memegang dagu Tasya dan mengarahkan pandangan Tasya kepadanya. Ava menetap lekat manik bola mata Tasya.


"Tasya aku mencintaimu" ucap Ava tegas namun dengan keseriusan dalam perkataan tersebut.


Tasya hanya diam, dan terlihat tidak percaya dengan ucapan yang dikatan Ava barusan, Ava mencintai dirinya, ini sangatlah mustahil.


"Tasya apa kamu mendengarku?, aku mencintaimu sangan mencintaimu" ucap Ava lagi.


Kini Tasya sadar bahwa Ava serius dengan katanya. Tasya pun langsung memeluk tubuh Ava. Iya dia sangat bahagia tanpa sadar air mata itu jatuh, orang yang sangat dia cintai juga mencintainya.


Ava membalas pelukan Tasya, "Jadi aku mohon kamu jangan pernah meninggalkan aku lagi" ucap Ava dalam pelukan mereka.


Ava melapaskan pelukan mereka "ayo kita pulang ke rumah" ucap Ava lembut sambil menggenggam tangan Tasya memasuki mobil.


Tasya masih tak menyangka apa yang barusan dikatakan Ava, pulang kerumah?, maksudnya pulang ke mension Ava.


......................


-Mension Ava-


Kini Ava dan Tasya sampai di teras depan mension Ava yang bak istana itu. Ava melepas seatbelt Tasya. Tasya pun terkejut dengan perlakuan Ava, pasalnya kini wajah Ava sangat dekat dengan wajahnya.

__ADS_1


"mengapa pipimu merah sekali?" Tanya Ava setelah melepas seatbelt namun dia tidak berpindah posisi.


"ti..dakk" jawab Tasya gugup


Ava yang melihat itu tau bahwa Tasya kini sedang merasa malu. Terlintas di pikiran pria tampan itu untuk menggoda gadis cantik yang ada di depannya.


Cup


Kecupan sekilas yang Ava daratkan pada bibir Tasya. Tasya membeku di tempat, dia menatap manik mata Ava yang masih setia memandang wajahnya.


"Apa masih kurang?" tanya Ava membuyarkan kesadaran Tasya, kini pipinya semakin merah bak tomat.


"ayo turun" ucap Ava dan dibalas anggukan oleh Tasya.


Ava turun dari mobil begitupun dengan Tasya, dan disana semua para maid setia memberi salam pada tuannya itu. Ava kini menggenggam tangan Tasya erat.


*ya tuhan jika ini adalah mimpi tolong jangan pernah bangunkan aku* batin Tasya.


Tasya bisa merasakan kelembutan Ava. Ava yang terus menggenggam tangannya sampai ke kamar utama yaitu kamar Ava.


Para maid yang melihat itu merasa tuannya kini telah jatuh cinta, dan disana Ben dan Reina tersenyum tipis, mereka senang akhirnya tuan mereka menyadari perasaannya kepada nona Tasya.

__ADS_1


Sampai di kamar, "Ava kenapa kita ke kamarmu?" tanya Tasya.


Kini Ava memalingkan tubuhnya berhadapan dengan Tasya, dia tersenyum dan mengusap pipi Tasya.


"ini akan menjadi kamar kita, dan aku tidak akan mengambil resiko kalau kamu kabur lagi, jadi aku akan terus mengawasimu" ucap Ava panjang lebar.


"tapiii" ucap Tasya terpotong


"tidak ada tapi-tapian" ucap Ava yang masih mendominasi, Tasya pun hanya bisa mengangguk pelan dan menundukan kepalanya.


Seketika Ava mendekatkan wajahnya pada wajah Tasya perlahan.


Cup


ciuman mendarat di kening Tasya, lalu beralih ke mata hidung dan berakhir di bibir merah pink Tasya.


Ciuman lembut Ava berikan pada Tasya sehingga membuat Tasya hilang kesadaran dan memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya ke leher Ava. Ciuman itu semakin dalam dan berlangsung lama.


Tok Tok Tok


ketukan pintu itu membuat dua insan yang sedang memadu kasih terganggua, "****, siapa yang berani menggangguku" guman Ava kesal.

__ADS_1


__ADS_2