Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Makan Malam


__ADS_3

Matahari perlahan menghilang langit berubah menjadi gelap. Nampak Tasya sedang mengganti pakaiannya dengan seragam maid.


Tok Tok tok


Suara ketukan pintu dari luar, "Sya kamu sudah berganti pakaian?" Tanya orang diluar sana yang tak lain adalah Reina.


"Sudah" jawab Tasya sambil membukakan pintu untuk Reina.


"Baguslah, tugasmu sekarang adalah membuat makan malam untuk tuan Ava" jelas Reina.


"Ohh baiklah, terima kasih Rei" jawab Tasya dengan senyuman.


"Ohh ya, aku akan mengantarkanmu ke dapur, ayo ikuti aku" Reina berjalan di depan memandu Tasya, karena dia belum tau selak beluk mension itu.


Tasya mengekor di belakang Reina, hingga mereka sampai di dapur. Banyak para maid, dan chef sedang memasak makanan malam.


*Apa Ava akan suka dengan masakanku, bahkan disini sudah ada chef, aku sama sekali tidak ada bandingannya dengan chef itu* Batin Tasya.


Tasya merasa khawatir kalau Ava tidak akan suka dengan masakannya, satu sisi dia juga sangat senang bisa memasak untuk orang yang dia cintai.


"Risa" Panggil Reina pada kepala chef.


"Iya saya" jawab Risa datang mendekat.


"Ini Tasya, sekarang dia akan mengurus makanan tuan, jadi tolong kamu jelaskan apa saja daftar makanan pagi, siang, dan malam, serta makanan yang tidak disukai tuan" pinta Reina pada Risa.


"Baik" jawab Risa sopan.

__ADS_1


"Tasya kamu bisa mengikuti Risa, aku akan menyelsaikan urusan lain" jelas Reina


"Ohh iya, makasi Reina" balas Tasya


Reina pun pergi menjauh dari dapur dan melanjutkan tugasnya.


"Mari ikut saya nona" ajak Risa pada Tasya


"Iya" balas Tasya.


"Ini menu daftar makanan tuan, dan tuan tidak menyukai makanan pedas, makanan harus disajikan dengan sebersih mungkin, kalo ada kesalahan tuan akan marah besar" jelas Risa dan dibales anggukan oleh Tasya.


Risa pun melanjutkan tugasnya yang sempat tertunda, sedangkan Tasya membuka buku daftar menu yang diberikan oleh Risa. Dia akan memasak sesuai dengan isi dari daftar menu tersebut.


Tasya memasak dengan serius, dia tidak mau ada kesalahan sedikitpun yang akan membuat Ava marah nantinya.


Semua para maid termasuk Tasya sedang mempersiapkan makanan di meja makan, dan sekarang hanya menunggu kedatangan Ava.


......................


Ava sedang berkutat dengan berkas-berkas kerja. Dia melihat jam sudah menunjutkan pukul 20 malam.


"Waktunya bermain gadis jal**ng” Seringai jahat Ava.


Ava keluar kamarnya menuju ke tempat makan, terdapat para maid berjejer sedang menunggu Ava. Ava melangkah mendekat dan setika hawa menjadi mencengkam dan menegangkan. Para maid hanya menudukkan pandangan mereka ke bawah. Ava mengambil tempat duduk, Risa pun mendekat dan akan membantu Ava mengambil makanan.


"Diam disana!" bentak Ava, sehingga Risa berhenti tidak melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


"Dan kamu ambilkan makanan untuk ku!" Ava menatap ke arah Tasya, namun Tasya masih diam dia masih bingung apakah Ava berbicara dengannya.


"Apa kamu tuli!!!" bentak Ava, dan saat itu Tasya mulai sadar kalo dia yang dimaksud Ava.


Tasya mulai mendekat ke arah meja, dan mengambilkan makanan untuk Ava. Dia meletakkan makanan di piring Ava. Setelah selesai dia melangkah mundur.


Ava memakan masakan Tasya, dia hanya menampakkan wajah datar, sedangkan Tasya merasa khawatir kalau Ava tidak akan suka dengan masakannya.


*Masakannya enak sesuai seleraku, tapi jangan pikir aku akan suka dengan masakanmu jal**ng* Batin Ava.


BRAK, Prankk


Suara hantaman meja, dan pecahan piring, Ava melempar piring tepat di depan Tasya dan hampir mengenai Tasya.


"Apa kamu bisa memasak jal**ng!" bentak Ava menuju ke arah Tasya.


Tasya ketakutan, air matanya pun jatuh membasahi pipinya itu.


"Apa kamu mau meracuniku dengan masakanmu yang menjijikan itu!"Ava menarik rambut Tasya, sedangkan Tasya hanya bisa meringis kesakitan.


"Tolong lepaskan aku, aku tidak bermaksud seperti itu Ava" jawab Tasya sambil memegang tangan Ava yang menarik rambutnya.


"Berani sekali kau memanggil namaku dengan mulut menjijikanmu itu!" bentak Ava dan menghempas tubuh Tasya.


Tasya terkapar dilantain kakinya terluka karena dia terjatuh tepat pada pecahan piring yang dilempar Ava tadi.


"Ini belum seberapa, aku akan membuat hidupmu bagaikan di neraka" senyuman devil Ava mengembang dan pergi meninggalkan tempat makan.

__ADS_1


Tinggalah Tasya yang masih terkapar di lantai dan para maid yang hanya menatap kasihan ke arah Tasya, mereka tidak bisa membantu Tasya, mereka masih sayang kepada nyawa mereka.


__ADS_2