
Tasya duduk sendirian dibawah langit hitam yang dipenuhi bintang-bintang, dia menunggu Desi yang sedang mengambil minuman untuk mereka berdua.
Disisi lain terdapat seringai jahat yang menatap ke arah Tasya.
"Kalo sampai gagal nyawa kamu tarahunnya"
"Baik nona, saya akan melakukannya dengan baik" pelayan itupun membungkukkan badannya ke arah gadis itu dan pergi ke arah Tasya.
"Selamat malam nona" sapa pelayan tersebut yang tak lain adalah suruhan gadis tadi.
"Selamat malam" Tasya tersenyum tulus ke arah pelayan tersebut
"Ini minuman buat nona" pelayan itu memberikan jus orange kepada Tasya.
"Tapi saya tidak meminta minuman" Tasya bingung mengapa pelayan itu dan langsung memberinya minuman.
"Ohh itu, tadi teman nona yang meminta saya membawakan minuman ini" pelayan itu memberikan minuman tersebut, dan Tasya menerimanya.
"Ohh terima kasih" Tasya mengambil minuman itu dan tersenyum.
Pelayan itu pun melenggang pergi setelah menyelesaikan tugasnya.
"Mungkin Desi yang meminta pelayan itu mengantarkan minuman, tapi Desi dimana?, kenapa dia belum datang" Tasya pun meminum minuman tersebut.
Dari kejauhan Gadis itu tetap mengawasi Tasya sampai rencananya benar-benar berhasil, dia pun tersenyum puas saat melihat Tasya meminum minuman dan dia pun berlenggang pergi.
......................
Di ruangan pribadi tampak Ava sedang duduk di sofa, dia sama sekali tidak ingin menghadiri acara yang dianggapnya membosankan ini.
“Hey bro lo kenapa?" tanya vino, namun Ava hanya diam.
__ADS_1
"Walaupun lo gak suka, nitmatin aja, nih minum" vino menodorkan minuman ke arah Ava, Vino yang sedari tadi minum sendiriin yang membuatnya setengah mabuk namun dia masih sadar.
"Lo bisa diem gak, Berisik!" Ava merasa kesal pada Vino.
"Honey...." Vira datang menghampiri Ava
"Kamu dari mana aja sihh byy, aku bosen tau gak" Ava menatap manja ke arah Vira, sedangkan Vino di sampingnya hanya bisa menahan tawa melihat kelakuan Ava si boss mafia yang super dingin dan kejam bisa bersifat se-cute itu.
"Emang cinta itu buta" guman Vino namun dapat didengar oleh Ava, sehingga dia mendapat tatapan tajam dari Ava.
"Ehh sorry, sorry, ya udah gua mau pergi dulu, gak mau gua jadi obat nyamuk disini" Vino pun pergi meninggalkan Ava dan Vira berduan.
"Gimana kamu suka partynya?" tanya Vira.
"Biasa saja" jawab datar Ava yang menandakan dia tidak menyukai party ini.
Saat mereka berdua tengah berbica seoarang pelayan datang menawarkan minuman.
"Ohh terima kasih" jawab Vira, sedangkan Ava hanya mengabaikan keberadaan pelayan tersebut.
Pelayan itu membungkukkan badannya dan berlenggang pergi
Vira menuangkan minuman tersebut dan memberikannya pada Ava.
"Aku tidak minum byy" Ava menolak minuman yang dituangkan oleh Vira.
"Sedikit saja honey, aku sudang menuangkannya untukmu" Vira terus memaksa Ava agar mimun, dan Ava pun akhirnya pasrah karena mendapat ancaman dari Vira.
"Baiklah byy" Ava mengambil minuman itu dari tangan Vira dan langsung meneguk habis.
"Apakah kamu sudah senang" Tanya Ava dan di balas senyuman dari Vira.
__ADS_1
"Senang sekali" Vira memeluk Ava dan melepasnya setelah beberapa saat.
"Ohh ya honey aku kesana dulu yaa"
"Baru aja kamu dateng byy" Ava merengek memegang pergelangan tangan Vira.
"Bentar aja" Vira tersenyum sambil melepaskan genggaman Ava.
Tinggalah Ava sendirian, saat dia tengah bermain ponsel dia merasakan pusing di kepalanya, dan matanya mulai kabur, tanpa sadar Ava tergeletak di sofa tidak sadarkan diri.
Disisi lain Tasya berjalan sempoyongan karena merasa pusing, dia pun terjatuh tak sadarkan diri.
......................
Pagi pun datang kicauan burung terdengar merdu di telinga. Terlihat dua insan yang sedang memejamkan mata sambil berpelukan dan hanya memakai pakian dalam saja.
"Ahh " Ava memegang kepalanya karena masih terasa sakit, dan dia amat terkejut saat melihat wanita berada tepat disamping.
"Hey bangun!" Suara Ava menggelegar hingga membuat wanita itu terbangun dan yaa wanita itu juga terkejut melihat Ava ada disana dan melihat kondisinya sekarang dimana dia hanya memakai pakaian dalam.
Saat Ava ingin mengeluarkan kata, suara pintu terbuka.
"Ava!" suara teriakan Vira dari arah pintu, Ava sontak melihat ke arah Vira yang kini sedang menangis.
"Vira" Ava menghampiri Vira
"Vira ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku sama sekali tidak menyentuhnya" Ava menggenggam tangan Vira, dia berusaha menyakini Vira.
"Aku benci sama kamu Va, kita putus!" Vira melepaskan paksa tangan Ava, dan pergi meninggalkan Ava yang masih syok dengan apa yang dikatakan oleh Vira.
Tinggalah Ava yang masih mematung, tanpa bisa berkata apa-apa.
__ADS_1