
Ava yang semakin emosi memilih meninggalkan Tasya dan Ben disana yang masih mematung, namun langkahnya terhenti.
"Ava aku mencintaimu" ucap Tasya yang mampu membuat langkah Ava terhenti, entah keberanian darimana sehingga Tasya mengatakan bahwa dia mencintai Ava.
"Aku sangat mencintaimu Ava" ucap Tasya lagi.
Ava hanya berhenti sejenak, senyumannya mengembang dan berlalu pergi.
Ben yang disana dibuat kaget akan pernyataan cinta Tasya, selama ini Tasya yang dia tahu sangat takut kepada Ava namun sekarang Tasya tanpa ragu mengatakan bahwa dia mencintai Ava.
"Apa aku salah" ucap lirih Tasya dengan air mata yang berderai.
"Nona sebaiknya anda cepat berganti pakaian atau anda akan sakit" ucap Ben yang dibalas anggukkan oleh Tasya.
......................
Ava menghempaskan tubuhnya ke sofa, dia tidak habis pikir dengan jalan pemikiran Tasya.
"Dasar gadis tidak tau malu, beraninya dia menyatakan cinta padaku" ucap Ava dengan senyuman devilnya.
"Tunggu dulu, mengapa aku bisa sesenang ini" ucap Ava tiba-tiba yang telah sadar.
__ADS_1
"Dan apa tadi bahkan aku sangat marah saat dia bersentuhan dengan lelaki lain" ucap Ava lagi.
"Araghh tidak, tidak aku tidak boleh seperti ini, aku harus menjauhi gadis itu" ucap Ava dengan perasaan yang kacau.
Ava berencana akan tinggal di apartemnya, sebisa mungkin dia akan menghindari Tasya. Ava merasa aneh dengan perasaan itu.
Ava melangkah keluar mension disana dan pergi begitu saja.
......................
"Sayang..." suara manja gadis lain yang tak lain adalah Vira.
Vira yang selama ini menghilang sebenarnya bersama dengan Lucas.
"Kalau aku hamil, kamu ingin anak ini perempuan atau laki-laki" ucap Vira sambil memeluk tubuh Lucas yang sekarang tanpa sehelai benang pun.
Lucas dan Vira memang sering melakukan hubungan intim dan sekarang pun mereka baru saja selesai melakukan aktivitas panas tersebut.
Lucas menaikan salah satu alisnya setelah mendengar perkataan Vira, Lucas menatap Vira dengan serius.
"Aku tidak ingin punya anak" jawab Lucas datar.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Vira mengendorkan pelukannya.
*Karena aku sama sekali tidak mencintaimu gadis jal**ng, kamu hanya bidak caturku untuk menghancurkan Ava* bantin Lucas
"Sayang..." panggil Vira karena pertanyaannya tidak dijawab oleh Lucas.
"Aku hanya tidak ingin ada yang mengganggu kebersamaan kita" jawab Lucas bohong.
"Hemm baiklah" balas Vira dengan senyuman dan semakin mengeratkan pelukakkannya.
Lucas pun tersenyum kecil, dengan merebut Vira dari Ava akan membuat Ava hancur dan lemah, dan bodohnya gadis ini percaya begitu saja bahwa Lucas juga mencintainya dengan tulus sehingga berhianat kepada Ava.
*Liat saja apa yang akan dilakukan orang itu setalah mengetahui semua ini* batin Lucas.
......................
Ava mengendarai mobil sport dengan kecepatan tinggi membelah sepanjang perjalanan hingga dia pun sampai di apartemen yang super megah dan mewah yang tak kalah dari mensionya sendiri, namun dalam apartemen ini tidak terdapat maid karena Ava tidak ingin banyak orang berada dalam apartemennya, biasanya bibi Nia yang akan membersihkan apartemennya setiap sore hari.
"Huhh" dengus Ava.
"Selamat sore tuan Ava" ucap bi Nia yang sekarang memang berada di apartemen Ava untuk membersihkan apartemen
__ADS_1
"Hemm," jawab Ava dengan dehaman tanpa menoleh ke arah bi Nia.
Bibi Nia pun membukukkan badannya dan berlalu pergi ke dapur menyiapkan makan malam untuk tuannya tersebut.