Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Cinta Pandangan Pertama


__ADS_3

Tasya keluar dari cafe itu, dan cepat-cepat kembali ke mension.


Tasya berdiam di halte bus, menunggu bus datang, tiba-tiba pandangannya tertuju pada pria yang berjalan di sebarang.


Tiiinnnn


Tiiinnn


Mobil datang dengan kecapatan tinggi menuju ke arah pria tersebut, sekita Tasya bangkit berlari sekuat tenaga menghampiri pria itu.


BRUKK


Tasya mendorong tubuh pria itu sehingga terjatuh ke samping jalan, dimana Tasya berada di atas tubuh pria itu, pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat.


Sedangkan mobil tadi menabrak tiang, untungnya sang pengemudi tidak mengalami cidera. Semua orang pun lari berhamburan ke arah mobil itu.


"Apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Tasya membuat pria itu sadar dari tatapannya.


Tasya pun bangkit dari atas tubuh pria itu dan mengulurkan tangannya untuk membantu pria itu berdiri.


"Apa kamu tidak apa-apa tuan?" tanya Tasya lagi.


"Ahhh aku tidak apa-apa" jawab pria itu menerima uluran tangan Tasya.


"Terima kasih" ucap pria itu pada Tasya.

__ADS_1


"Ahhh iya sama-sama" jawab Tasya dengan senyuman tulus.


*Deg, Deg, cantik* batin Pria itu.


"Nona, tuan apa kalian tidak apa-apa?" tanya orang yang berada di lokasi kejadian.


"Kami tidak apa-apa" jawab Tasya.


"Ohhh baiklah" jawab orang itu.


Tasya pun mengalihkan pandangannya pada pria yang baru saja dia tolong, dia melihat sikut pria itu terluka karena benturan.


"Sikutmu terluka" ucap Tasya sambil memegangi tangan pria itu.


"Ini hanya luka kecil" lanjut pria itu.


"Sebaiknya kamu cepet obati atau akan terjadi infeksi" ucap Tasya memperingati.


"Ohhh ya namaku Lucas, siapa namamu?" ucap pria itu yang tak lain adalah Lucas Prinse Calistho, musuh dari Ava.


Sebenarnya Lucas sedang menyamar untuk memata-matai Ava secara langsung karena beberapa hari ini Ava menghilang dari jangkauannya, dia sudah mengerahkan segala anak buahnya namun tidak ada yang menemukan keberadaan Ava sehingga dia turun tangan sendiri tapi naas hampir saja dia ditabrak oleh mobil sialan itu.


"Ahhh iya perkenalkan namaku Tasya" jawab Tasya


"Ohhh Tasya, nama yang bagus" ucap Lucas memuji.

__ADS_1


Tasya pun sadar dia sudah terlalu lama pergi, "mati aku, kenapa sampai lupa, aku harus cepat pergi" guman Tasya, sedangkan Lucas yang mendengar itu menaikan alisnya.


"Aku harus pergi dulu" ucap Tasya yang akan pergi namun tangannya dicegat oleh Lucas.


"Dimana rumahmu?, biar aku antar" ucap Lucas.


"Tidak usah" ucap Tasya menolak dan melepaskan genggaman tangan Lucas darinya.


“Aku pergi dulu" ucap Tasya lagi namun lagi tangannya dicegat oleh Lucas.


"Apa aku boleh meminta nomormu, supaya aku bisa menghubungimu nanti" ucap Lucas.


Tasya yang kini tidak memegang ponsel mengatakan bahwa dia tidak memiliki ponsel pada Lucas,"aku tidak memiliki ponsel" jawab Tasya, Lucas yang mendengar itu hanya diam mencerna bagaimana tidak dia rasa itu hanya sebuah alasan dari gadis di depannya ini agar tidak memberikan nomornya.


Tasya pun langsung berlalu begitu saja meninggalkan Lucas yang masih setia pada posisinya saat ini.


"Apa aku ditolak? baru kali ini aku ditolak oleh seorang gadis, menarik" guman Lucas pada dirinya sendiri.


"Kamu harus menjadi miliku" lanjut Lucas.


Di pinggir jalan Lucas yang masih menatap kepergian Tasya, dan untuk beberapa saat datanglah seoarang pria tampan berbody profesional ke arahnya.


“Maaf tuan saya terlambat, apa tuan tidak apa-apa?" tanya pria itu yang tak lain adalah bawahan dari Lucas.


"Aku ada tugas untukmu, selidiki gadis yang menolongku tadi, namanya Tasya" ucap datar Lucas dan langsung berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2