
"Lepaskan!!" ucap Lucas memberontak.
Lucas pun menginjak kaki bodigat itu dan memukul mereka, karena bodigat itu telah tergeletak sesegara mungkin Lucas masuk, namun sayang itu tidak semudah yang dia bayangkan ternyata masih banyak bawahan Ava yang bejaga.
"Minggit!!" teriak Lucas, namun bodigat itu tak mendengarkan sehingga terjadi kegaduhan di rumah sakit.
Lucas pun berkelahi dengan para bawahan Ava, dia yang kini dalam keadaan lemah namun jangan pernah meremehkan Lucas, dia juga termasuk orang kuat kedua setelah Ava. Walaupun keadaannya sekarang lemah dia bisa mengalahkan bawahan Ava walaupun sekuat tenaga.
"Cuhh, sudah kubilang minggir, ya minggir" ucap Lucas menyeringai ke arah bawahan Ava yang sudah pada tumbang.
Orang di sekitar rumah sakit hanya bisa melihat tanpa bisa melerai.
Lucas pun mendekati salah satu perawat yang kini tengah katakutan atas apa yang diliatnya tadi, "dimana ruangan Tasya?" tanya Lucas dingin
GLEKK
Suster itu menelan salivanya kasar, “jangan membuatku mengulangi kataku" ucap Lucas tajam.
"I...itu di ruangan nomor 203 tuan" ucap suster itu gagap.
Segera Lucas datang ke ruangan yang suster itu katakan, sampai sana, Lucas mendengar tangisan Ava yang terdengar sampai keluar.
__ADS_1
"Ada apa dengan Tasya, gak mungkin" guman Lucas, dia menepis semua hal buruk yang akan terjadi.
Saat mau masuk dia pun dicegat oleh para bodigat lagi.
"Minggir!!!" ucap Lucas membentak.
Mendengar kegaduhan itu, Vino pun keluar sendiri, dia tidak ingin mengganggu Ava yang kini dalam keadaan terpuruk.
"Hehh dimana tuanmu itu?" ucap Lucas datar memandang tajam ke arah Vino yang keluar dari ruangan.
"Biarkan aku masuk" ucap Lucas lagi.
"Maaf tuan" ucap mereka serempak.
"Cepat bereskan dia" ucap Vino tajam.
"Hahaha kau mau menyingkirkanku, cihh tidak semudah itu!" ucap Lucas mengejek.
"Biarkan aku masuk aku ingin melihat Tasyaku" ucap Lucas.
Saat Lucas melangkah masuk namun tertahan oleh dua orang besar tersebut dan terjadilah perkelahian, kali Lucas dapat di tekan, Vino pun mendekat dan membius Lucas sehingga Lucas kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
"Bawa dia" ucap Vino datar.
"Baik tuan" ucap dua orang itu.
Vino pun pergi menyelesaikan kegaduhan yang disebabkan oleh Lucas tadi.
"Merepotkan" ucap Vino kesal.
Sedangkan Ava kini masih menangis sejadi-jadinya seakan - akan air matanya tak pernah habis.
"Sayang tolong buka matamu, aku sangat mencintaimu sayang, bukankah selama ini kamu selalu ingin mendengar aku mengatakan ini, aku akan mengatakannya setiap hari bahkan setiap saat bahwa aku sangat mencimtaimu Tasya hiks" ucap Ava panjang lebar tanpa melepaskan pelukannya pada tubuh Tasya.
"Maaf tuan, kami harus mencabut alat medis yang terpasang pada tubuh nona Tasya" ucap dokter ragu.
Ava pun mengalihkan pandangannya pada dokter, "siapapun yang berani menyentuh Tasyaku maka akan mati saat ini juga" ucap Ava yang membuat semua orang di ruangan itu seketika merinding.
"Dan kalian semua, keluar dari sini, aku ingin berdua bersama Tasyaku" lanjut Ava tajam.
Semua orang yang berada di ruangan itu pun keluar, mereka hanya bisa meneruti perintah Ava karena mereka masih sayang pada nyawa mereka.
Kini tinggalah Ava bersama Tasya berdua di dalam ruangan itu.
__ADS_1