
Tasya yang kini tengah menyapu di halaman belakang, dia memikirkan sahabatnya Desi. Sejak Tasya dibawa Ava, dia tidak pernah menghubungi Desi.
"Bagaimana keadaan Desi yaa? pasti dia sangat khawatir, aku sama sekali tidak menghubungi dia" guman Tasya.
"Apa yang harus kulakukan? aku tidak membawa ponsel, dan aku tidak berani menggunakan telepon mension ini" ucap Tasya sambil mendengus kecewa.
"Ahhh aku bisa meminta bantuan Reina, iya pasti dia mau membantuku" seketika raut wajah Tasya berubah setelah mendapatkan ide bagus menurutnya.
Tasya pun dengan cepat menyelesaikan aktivitas menyapunya, segera dia masuk ke dalam mension dan mencari keberadaan Reina.
Setelah berkeling mencari Reina akhirnya Tasya dapat menemukan Reina, Tasya menghampiri Reina yang sedang berbicara dengan dua maid lainnya.
Melihat kedatangan Tasya, Reina memerintahkan dua maid itu pergi.
"Ada apa Tasya?" Tanya Reina lembut.
"Ituuu,, apakah aku boleh meminjam ponselmu?" tanya Tasya sambil memainkan jarinya.
"Ohhh untuk apa?" tanya Reina lagi.
"Aku ingin menghubungi sahabatku, sudah lama aku tidak memberikan kabar, aku takut dia khawatir" jelas Tasya.
"Ohhh" Reina pun mengambil ponsel di sakunya dan memberikannya pada Tasya.
__ADS_1
"Ahhh terima kasih kak" ucap Tasya dan mengambil ponsel di tangan Reina
"Sama-sama" balas Reina.
"Ohh ya kamu bisa menggunakannya, aku masih ada pekerjaan, jika sudah selesai nanti kamu bisa langsung mengembalikannya" ucap Reina tersenyum dan langsung berlalu.
"Sekali lagi terima kasih" ucap Tasya yang sedikit berteriak karena Reina semakin menjauh.
Tasya pun tidak membuang waktu, sia langsung menelpon Desi, beberapa kali dia mencoba dan akhirnya Desi menjawab telponnya.
"Halo Des ini aku Tasya" ucap Tasya langsung setelah Desi mengangkat telponnya.
"Ahh Tasya" suara kaget Desi di seberang sana.
"Aku baik-baik saja Des" balas Tasya lembut.
"Bisakah kamu jujur padaku Sya, aku ini sahabatmu huhhh" dengus Desi kesal karena Tasya sama sekali tidak mau jujur padanya.
"Aku benar-benar tidak apa Des, buktinya aku bisa menghubungimu sekarang" sanggah Tasya.
"Okay,, sekarang kamu dimana? sebentar lagi libur musim panas akan selesai Sya" ucap Desi
"Aku, aku" suara Tasya ragu mengatakan yang sebenarnya pada Desi.
__ADS_1
"Pokoknya aku ingin bertemu sekarang denganmu, tidak ada penolakan" ucap tegas Desi.
"Ehhh Des aku tidak bisa" tolak Tasya, dia tidak akan berani keluar dari mension Ava, apalagi penjagaannya sangat ketat, Tasya bahkan seperti tahanan di mension itu.
"Kenapa?, pokoknya aku gak mau tau, kita akan bertemu di tempat seperti biasa" ucap desi lagi.
"Ehh Des aku tidak bisa lama-lama" ucap Tasya.
"Ingat jangan sampai lupa" Desi mengingatkan agar Tasya tidak lupa
"Hemm baiklah, bye Des" jawab Tasya cepat dan mematikan telponnya.
Tasya mematikan telepon itu karena dia melihat Reina telah datang sehingga dia mematikan teleponnya dengan Desi.
"Apakah sudah selesai?" tanya Reina
"Ahhh sudah, terima kasih kak" jawab Tasya memberikan teleponnya kepada pemilik.
"Baiklah" Reina pun mengambil ponsel dari tangan Tasya.
"Hemm aku balik dulu kak" ucap Tasya tersenyum ke arah Reina dan berlalu.
Reina tersenyum ke arah Tasya yang menjauh darinya.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar Tasya mondar-mandir, dia memikirkan cara agar bisa keluar dari mension ini, semakin dipikirkan semakin tidak mungkin.