
Prankkk
Ava mengamuk dan melempar semua barang sehingga pecah berserakan di lantai.
"apa yang kalian lakukan hahh?? apa kalian hanya tidur!!!" bentak Ava pada semua pelayan di mensionnya.
Setelah mendengar Tasya menghilang, Ava langsung pergi ke mension dan meningalkan tumpukan berkas di kantornya. Ava mengumpulkan semua para pelayan dan memarahi mereka.
"maaf tuan" ucap Ben
"huhh maaf? apa maafmu bisa mengembalikan Tasya? bodoh!!! cepat cari dia sekarang!!"
"baik tuan" ucap Ben
"sebagai hukuman kalian tidak akan menerima sepeser uang untuk tiga bulan mendatang!"
Ava benar-benar tidak merasa iba pada para pelayan, kini Ava merasa sangat marah, bagaimana tidak Tasya sekarang masih belum pulih, Ava takut terjadi sesuatu pada Tasya.
"dimana kamu Tasya? kenapa kamu pergi? apa kamu senang melihat khawatir seperti ini" guman Ava
"kalian semua bubar!! apa kalian ingin akan menambah hukaman?" ucap Ava pada para pelayan kini yang berdiri sambil menunduk takut.
__ADS_1
"maaf taun" ucap Reina.
"kalian semua bubar" ucap Reina pada para pelayan lainnya.
semua pelayan bubar dan melanjutkan pekerjaan mereka, semua pelayan merasa sedih karena gajih 3 bulan mereka tidak akan diberikan. Dari gajih itu mereka bisa menghidupi diri mereka sendiri beserta keluarga namun Ava sama sekali tidak merasa kasihan pada mereka.
Nampak kini Ava sendirian di ruang utama, sesekali ia memijat peningnya. Ava mengambil ponsel di saku celananya dan menelpon Vino.
"halo Va, ada apa? apa ada masalah?" tanya Vino diseberang.
"Tasya menghilang, sekarang cepet kau kerahkan semua orang kita untuk mencarinya" ucap Ava tegas
"baiklah, tapi kenapa Tasya bisa menghilang? bukankah penjagaan di mension begitu ketat?" tanya Vino.
"baiklah, kau tenang saja, pasti kita bisa menemukan Tasya" balas Vino
panggilan itupun berakhir, Ava pergi dari mension. Dia benar-benar tidak tenang, Ava juga akan mencari Tasya.
sedangkan di tempat lain, Tasya menunggu Desi sahabatnya. Dia duduk di sebuah kursi dan merasa waspada karena bisa saja dia akan ditemukan oleh Ava dengan mudah.
"des kamu kok lama banget sihh" guman Tasya sedikit panik.
__ADS_1
Tasya terus menunggu, dan tiba-tiba mobil hitam mewah berhenti tepat di depannya. Tasya bangkit dari duduknya.
"Tasya!" ucap Ava.
"Ava" ucap Tasya lirih, sungguh naas semua rencana kaburnya gagal karena Ava sekarang telah menemukannya.
Ava mendekat ke arah Tasya yang diam mematung menundukan kepalanya.
"kenapa kamu pergi?" pertanyaan itu lolos dari bibir Ava.
"Ava, aku minta maaf. Aku tidak mau merepotkanmu lagi. aku tidak mau menjadi hama di dalam hidupmu" ucap Tasya
"apapun alasanmu aku gak perduli, aku cuma mau kamu jangan pergi, kamu harus selalu ada disamping aku" ucap Ava dan langsung memeluk tubuh Tasya.
"aku mohon kamu jangan pernah pergi lagi, apa kamu tau? aku hampir gila saat denger kamu menghilang dari mesion" lanjut Ava sambil terus mendekap tubuh Tasya.
"Ava" ucap Tasya lirih dan air matanya jatuh, dia begitu terharu mendengar semua perkataan Ava. Tasya tersentuh akan kata tulus Ava.
Ava pun melonggarkan pelukan mereka, kini kedua tangannya memegangi pipi Tasya lembut. menghapus air mata Tasya yang jatuh.
"jangan menangis lagi. aku gak pengen liat kamu nangis" ucap Ava dan dibalas anggukan oleh Tasya.
__ADS_1
Ava pun memeluk tubuh Tasya lagi dengan erat seakan dia takut Tasya akan pergi lagi.