
Seminggu telah berlalu, dimana hari ini akan diadakannya perayaan atau party yang bertempat di Greengrice Hotel.
Nampak Tasya sedang memilih pakaian yang akan digunakan nanti malam, dia bingung mau memakai baju apa pasalnya semua bajunya tidak ada yang bagus bahkan dia tidak memiliki dress sama sekali, semua bajunya adalah baju obral yang dibeli dengan tawaran beli 2 gratis 1.
"Aku harus pakai apa malam ini?, huhh ya sudahlah pakai seadanya saja" Tasya pun memilih baju casual dan jean, tidak ada bedanya saat dia akan pergi ke kampus.
-Hotel Greengrice-
Suara ramai memenuhi ruangan besar serta megah itu, banyak para mahasiswa yang berbincang-bincang dengan teman-temannya. Semua siswa menggunakan dress yang modis yang menandakan mereka dari keluarga orang kaya, beda halnya dengan Tasya yang sekarang hanya memakai baju polos dan jean.
"Apa dia gadis cupu itu?, astaga apa dia tidak tau malu hanya memakai baju murahan itu"
Semua orang menatap ke arah Tasya bukan karena rasa iba ataupun kasihan tetapi tatapan menghina.
Namun hal itu teralihkan saat Ava dan Vira datang dengan tangan Vira memenggang lengan kiri Ava.
"Wahh bener-benar seperti seorang pangeran dan putri kerajaan"
"Iya benar, mereka tampak cocok bersama, yang satu cantik bak dewi dan satunya tampan sekali bak dewa"
Semua orang terkagum-kagum atas penampilan Ava dan Vira malam ini.
"Ya jelas lah, beda lah sama cewek cupu ini" mereka kembali menghina Tasya.
__ADS_1
Desi yang melihat itu menghampiri Tasya.
"Hey kalian! apakah sudah puas menghina orang, kalian hanya bisa menyombongkan kekayaan orang tua masih berani menghina orang!" Desi merasa kesal dia tidak terima sahabatnya dihina seperti itu
"Aku gak papa kok Des" Tasya menggenggam tangan Desi mengartikan supaya Desi menyudahi keributan itu, dia tidak mau ada keributan hanya karena dia.
"Ada apa ini?" Vira melangkah mendekat ke arah keributan itu dan meninggalkan Ava bersama temannya Vino.
“Ini Ra, udah miskin malah belagu dan sok banget" salah satu wanita memberi penjelasan dan menunjuk ke arah Tasya.
"Ehh lo, tu mulut gak pernah diajarin yaa, biar sini gua tabok" Desi semakin kesal.
Vira memandangi Tasya dan langsung tersenyum penuh arti.
"Thanks ya" Tasya mengucapkan terima kasih pada Vira, namun tangannya langsung ditarik oleh Desi menjauhi Vira.
Desi tahu Vira bukan orang yang baik, tampangnya saja yang polos namun hatinya seperti mak lampir.
"Des stop, kita mau kemana?" Desi terus menarik tangan Tasya.
Sampailah mereka di kolam renang, dan agak jauh dari keramaian.
"Sya kenapa kamu gak bilang kalo kamu gak punya baju?!, aku kan bisa ngasi kamu baju" Desi merasa kesal pada Tasya pasalnya Tasya tidak meminta bantuannya, dan malah diam saja.
__ADS_1
"Aku gak mau ngerepotin kamu Des" jawab Tasya
"Aku kan sahabat kamu Sya, apanya sihh yang ngerepotin, aku sama sekali gak ngerasa direpotin kalo kamu butuh bantuan aku Sya"
"Ya udahlah gak papa Des" Tasya tidak ingin melanjutkan topik itu lagi
"Kamu masih marah?" tanya Tasya karena melihat ekspresi Desi yang masih kesal.
"Ya lah Sya, pertama sahabat aku sendiri gak mau minta bantuan dari aku saat dia kesusahan, yang kedua sahabat aku dihina-hina kayak gitu aku gak terima Sya" jelas Desi pada Tasya
"Lupain aja Des, biarkan mereka berbicara apa, itu terserah mereka, yang penting hari kita harus bahagia, kita disini kan mau nikmatin perayaan liburan musim panas" Tasya tersenyum ke arah Desi
"Ok lah tapi lain kali kalo kamu butuh bantuan harus bilang, dan jangan biarin orang lain rendahin kamu" jawab Desi menggebu-gebu
"Iya, iya sahabatku terbaik" kekeh Tasya
"Kamu mau minum gak? aku ambilin gimana" Desi menawarkan diri untuk mengambilkan minuman
"Boleh juga" tasya menganggukan kepalanya
"Tunggu disini yaa jangan kemana-mana" Desi mengarahkan telunjuknya menandakan Tasya tidak boleh kemana-mana.
"Iyaa" jawab Tasya
__ADS_1
Tinggal Tasya di sisi kolam renang tersebut, tampak langit dipenuhi banyak bintang, kerlap-kerlip nampak begitu menyejukkan mata.