
Malam hari ini begitu suram tanpa adanya bintang, angin berhembus kencang. Tampak orang-orang memakai baju hitam dengan senjata ditangan mereka. Di depan barisan orang tersebut nampak pria tampan nan sempurna menyeringai dan melontarkan tatapan tajam yang tak lain adalah Ava.
"Semuanya sudah siap tuan" jawab Vino formal pada Ava karena sekarang status Ava adalah bosnya namun jika diluar baru dia akan berbicara informal.
"Bagus" jawab Ava datar.
Ava beserta puluhan orang menuju ke markas Lucas, Ava berencana akan membantai Lucas beserta gengnya.
Setelah beberapa saat Ava sampai pada markas Lucas dan mencari tempat strategis untuk memulai peperangan ini, Ava sadar bahwa Lucas bukan musuh yang mudah dikalahkan namun apa yang tidak bisa Ava taklukan.
Sedangkan disisi lain Lucas dengan wajah yang emosi namun ada rasa khawatir dalam benaknya.
"Sial" umpat Lucas yang mendengar markasnya dikepung oleh Ava.
Segera Lucas mengambil pistol andalannya, dan keluar dari ruangan dimana dia berada sekarang.
Dor dor dor
Suara tembakan Ava membunuh semua bawahan Lucas bagaikan semut yang tak berguna.
"Lucas keluar kau" suara Ava menggelegar di ruangan yang megah itu, kini Ava telah masuk ke dalam markas Lucas.
Setiap orang yang ingin menghampiri Ava untuk menghajarnya namun dengan mudah Ava mengalahkan mereka, Ava mematahkan tulang dan menembak mereka, sedangka Vino dan bawahan lainnya melumpuhkan bawahan Lucas.
__ADS_1
"Hey banci!!! apa kau takut sehingga kau bersembunyi" ucap Ava.
"Hahaha sudah lama tidak bertemu, apa kabar kawan" ucap Lucas santai walaupun dalam benaknya terlintas rasa takut karena atmospir yang Ava berikan.
"Cuh" Ava meludah
"Apa itu penting sekarang!" Ucap Ava datar.
Lucas yang mendengar itu tersenyum kecut, dan dengan cepat melepas peluru ke arah Ava, namun dengan sigap Ava menghindar sehingga peluru itu tak dapat menyakitinya.
"****" umpat Lucas, pelurunya meleset.
Dan segera Lucas kembali menembakan pistol ke arah Ava, namun semua tembakan meleset.
"Apa segitu saja kemampuanmu" ucap ava menyeringai.
Ava menembakan peluru pistol kerah Lucas, Lucas dapat menghindar namun tangannya tergores oleh peluru.
Dan terjadilah perkelahian hebat antara mereka berdua, setelah acara tembak menembak satu sama lain sekarang mereka saling hajar menghajar, sehingga muka mereka penuh dengan lembam bekas pukulan.
Ava berada diatas tubuh Lucas dan terus menghajar Lucas dengan tangannya.
"Hahaha kita seperti sedang bercanda" ucap Lucas dibawah tubuh Ava.
__ADS_1
"Bercanda?" ucap Ava datar dan lagi memukul wajah tampan Lucas.
"Dimana gadis jal**g itu?" tanya Ava dingin pada Lucas.
"Pasti dia bersamamu kan dan pasti kau yang telah memerintahkan dia untuk membunuhku kan" ucap Ava membentak
"Hahaha, yaa aku yang telah memerintahnya" ucap Lucas santai.
Melihat itu Ava semakin emosi dan kembali menghajar wajah Lucas sampai Lucas mengeluarkan darah pada mulutnya.
"Kau breng**kkk" ucap Ava meninggi.
"Apa kau tau, gadis ja**ng itu telah melukai wanitaku" ucap Ava lagi.
"Wanitamu?" ucap Lucas meremehkan, karena menurutnya Tasya adalah wanitanya.
"Dimana gadis jal**g itu, cepat katakan" ucap Ava menarik kerah baju Lucas.
"Kau tak perlu khawatir aku telah menghukumnya" ucap Lucas serius.
Ava mendengar itu menaikan satu alisnya tidak percaya pada pria yang kini berada dalam kuasanya.
"Aku tidak perduli kau berbuat apa padanya, yang aku inginkan sekarang adalah katakan dimana gadis itu sekarang" ucap Ava meninggi.
__ADS_1
"Huh dia ada di ruang eksekusi" ucap Lucas.
"Cepat bawa wanita itu kemari sekarang!" ucap Ava pada bawahannya.