
Tampak kini Ava sedang bercakap-cakap lewat telepon dengan seseorang dengan raut wajah yang serius.
"aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun itu" ucap Ava tegas
"tenang saja, semuanya akan berjalan sesuai keingananmu" ucap orang di seberang sana.
"baguslah" ucap Ava.
panggilan itupun berakhir, entah apa yang sedang direncanakan oleh Ava sekarang.
Sedangkan Tasya kini sedang duduk di taman sambil melihat ikan-ikan menari di kolam.
"mereka cantik sekali" ucap Tasya menampakkan senyum manisnya.
"sedang melihat apa?" tanya Ava memeluk tubuh Tasya dari belakang.
"ahh Ava!" Tasya terkejut karena Ava datang tiba-tiba dan memeluknya.
"aku mencarimu dari tadi. ternyata kamu disini" ucap Ava membalikkan tubuh Tasya menghadapnya.
"aku hanya melihat ikan" jawab Tasya.
"kamu bersiaplah!" ucap Ava mengeluh puncak kepala Tasya lembut.
"untuk apa?" tanya Tasya bingung.
__ADS_1
"nanti kamu akan mengetahuinya" ucap Ava tersenyum ke arah Tasya.
......................
Bulan menampakkan sinarnya angin berdesir. "kita akan kemana Ava?" tanya Tasya yang kini matanya ditutup oleh kain hitam.
"nanti kamu akan tau sayang" ucap Ava sambil memandu langkah Tasya.
Ava berhenti melangkah dia tersenyum. "apa kita sudah sampai?" tanya Tasya karena tidak adanya pergerakan dari Ava lagi.
"iya kita sudah sampai" ucap Ava sambil membuka kain hitam yang menutupi mata Tasya.
Saat Tasya mengerjapkan matanya agar tidak terlalu buram, dan beberapa saat pandangannya terpengarah pada meja makan romantis di depan sana. Tasya menutup mulutnya tak percaya.
"ayo" ajak Ava menggenggam tangan Tasya menuju meja itu.
"Tasya" ucap Ava
"i..ya" jawab Tasya gugup.
"aku sangat mencintaimu" ucap Ava yang membuat jantungnya berdebar ta karuan begitupun dengan Tasya.
"aku juga sangat mencintaimu" balas Tasya dengan malu-malu.
"apa kamu mau menikah denganku?" kini kata itu terlontar pada mulut Ava.
__ADS_1
Tasya hanya bisa menatap Ava tak percaya, dia tidak bermimpi kan. jika ini hanya mimpi tolong jangan bangunkan aku, itulah yang dirasakan oleh Tasya sekarang.
"Tasya" ucap lagi
"ahh iya aku mau!" ucap Tasya kini dengan air matanya yang mulai mengalir. Bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia.
Ava langsung memeluk tubuh mungil Tasya dengan erat.
"makasi sayang, kamu sudah mau menerimaku" ucap Ava mencium puncak kepala Tasya penuh kasih sayang.
Ava pun melonggarkan pelukan itu dan menatap mata Tasya yang penuh dengan air mata. Tangan Ava menuntun menghapus air mata Tasya.
Cup
Ava pun mencium Tasya lembut dan mencecapnya dengan penuh kasih sayang. Tasya pun membalas ciuman Ava dan itu membuat Ava memperdalam ciuman itu.
Ava memeluk erat pinggang Tasya dengan posesif begitupun Tasya mengalungkan tangannya di leher Ava. Mereka berciuman begitu lama seakan dunia adalah milik mereka saat ini.
Ciuman itu pun berakhir, "terima kasih" ucap Ava kembali mencium Tasya namun di kening.
......................
Tasya POV
Aku tidak menyangka pria yang aku cintai akan balik mencintaiku. ini sungguh mimpi di musim panas, aku sangat bahagia. Bagaimana rasanya saat kamu mencintai seseorang dan sangat mengharapkannya dia juga mencintaimu? aku yakin kalian juga akan merasa bahagia sepertiku. aku berharap cinta ini akan bertahan sampai maut memisahkanku dengannya.
__ADS_1
I Love You Ava Apriliano Avender