Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Pop Ava #2


__ADS_3

Aku terus mencari Vira, mengerahkan semua bawahanku namun tetap saja tidak menemukan keberadaan Vira.


Aku benar-benar kalut dalam emosi, dan sangat membenci gadis itu yang membuat Vira pergi dan memutuskan hubungan kami.


Aku menyetir dengan kecepatan tinggi, saat dalam perjalanan menuju pulang, aku melihat gadis itu sedang berjalan dengan pakaian pasien rumah sakit.


Aku berhenti tepat disampingnya, dia hanya bengong dan terkejut saat melihat aku keluar dari mobil.


Aku menarik tangannya kuat dan menghempaskan tubuhnyanya masuk ke dalam mobil. Aku pergi ke mension dengan kecepatan tinggi.


Sampai di mansion, aku pun menarik tangan gadis itu untuk keluar pasalnya gadis itu hanya terdiam ketakutan dan sekalinya berkata hanya mengatakan "tolong lepaskan aku" yang membuatku muak mendengarnya.


Aku menyerahkan gadis itu pada Ben, sebenarnya aku membawa gadis itu ke mension hanya untuk menjadikannya mainan, memberikannya hukuman, dan setelah menyiksanya akan langsung kubunuh.


Seiring berjalannya waktu, sikapku yang kejam dan dingin pada gadis itu yang sampai sekarang aku masih belum mengetahui namanya, dia hanya membalas semua perbuatan ku dengan senyuman tulusnya itu, yang membuat hatiku goyah seketika.

__ADS_1


Bentakkan, pukulan dan semua sikap kasarku yang Tasya terima, dia hanya membalas dengan senyuman, aku mengetahui namanya melalui Reina dan Ben yang memanggil namanya.


Setiap hari aku merasa aneh pada perasaanku sendiri, detak jantungku berpacu cepat saat dekat dengannya dan hatiku sakit melihat dia menangis, namun ku tepis semua itu.


Aku pun sadar kalau aku mulai jatuh hati pada Tasya, dan dimana Tasya mengatakan bahwa dia mencintaiku membuat hatiku seakan berbunga-bunga, namun saat aku tersadar itu semua salah, aku merasa frustasi karena menghianati Vira kekasihku walaupun hubungan kami telah berakhir.


Aku pun memilih tinggal di apartemen dan menjauh dari Tasya, karena aku tidak ingin rasa ini semakin mendalam.


Vino datang memberikan informasi tentang keberadaan Vira dengan Lucas, dan parahnya lagi Vino mengatakan Vira bersekongkol dengan Lucas untuk menjatuhkanku, awalnya aku tidak percaya, namun dengan semua bukti dan apa yang ku lihat aku pun mulai percaya.


Aku bertanya-tanya tentang gadis kecil masa laluku dan alangkah terkejutnya saat wanita paruh baya itu mengatakan bahwa gadis kecil yang selama ini aku cari bernama Tasya Putri dan bukan bernama Vira.


Saat itu aku mengetahui bahwa Tasya adalah gadis kecil itu, pantas saja wajahnya tidak asing dalam benakku dan setiap melihatnya aku melihat gadis kecil itu.


Aku bergegas kembali ke kota, dan sampai di mension ku aku mecari Tasya kemana-mana dan salah satu maid ku mengatakan Tasya berada di Taman, aku segara ke taman namun langkahku dicegat oleh Vira yang tiba-tiba berada di depanku.

__ADS_1


Aku pun bersiteru dengan Vira, dan saat Vira menodongkan pistol ke arahki yang aku kira akan mengenai diriku namun peluru itu mengenai dada Tasya.


Tasya ambruk dalam pelukanku, darah segar mengalir dalam tubuhnya, rasanya hatiku hancur seketika, aku menepuk pipinya lembut agar tetap sadar dan mengajaknya bicara namun matanya perlahan menutup sehingga membuatku hampir gila, aku merasa nyawaku hilang.


Aku menangis sejadi-jadinya, aku benar-benar kalut, dan akhirnya Ben mengatakan bahwa Tasya masih bisa di selamatkan. Segera kami membawa Tasya ke rumah sakit, di perjalanan aku tidak bisa tenang, aku takut Tasya akan meninggalkanku.


Sesampainya di rumah sakit, aku berteriak meminta pertolongan sehingga datanglah beberapa perawat, ku letakkan tubuh Tasya pada Tempat tidur pasien.


Tasya di bawa ke dalam ruangan, sebenarnya aku ingin ikut masuk namun tidak diperbolehkan, aku menunggu di luar, pikiranku melayang, aku sangat takut dan itu membuatku gila, sehingga dokter keluar dan mengatakan bahwa Tasya dalam keadaan serius, jantungnya terkena peluru sehingga kemungkinan untuk hidup sangat kecil, hatiku sakit tubuhku bergetar mendengar penjelasan dokter.


Segara aku masuk melihat wajah pucat dan tubuh Tasya yang dipenuhi oleh alat medis, rasanya sangat sakit seakan ditusuk oleh ribuan jarum, melihat orang yang aku cintai terbaring lemah tak sadarkan diri.


Singkat cerita, aku ingin membalas semua perbuatan Lucas dan Vira dengan cara menyerang markas mereka, namun saat penyerangan ada kabar mengatakan bahwa ke adaan Tasya memburuk, aku segara ke rumah sakit, aku memohon pada dokter menyelamatkannya, dokter pun sudah berusaha, dan saat dokter mengatakan bahwa Tasya telah meninggal membuat duniaku seakan runtah, tidak mungkin hanya itu yang bisa aku katakan.


Aku menangis sejadi-jadinya sambil memeluk tubuh Tasya yang terasa dingin, mengapa dunia begitu kejam, mengapa disaat aku sudah menemukan dia tapi malah diambil kembali, ini benar-benar tidak adil, aku kalut dalam kesedihan, dan berharap ada keajaiban yang akan datang, sehingga aku mendengar suara Tasya yang memanggil namaku, aku melihat dia tersadar, ohh ya tuhan terima kasih kau telah mengembalikan Tasyaku...

__ADS_1


__ADS_2