
Saat kesadaran Tasya, Ava benar-benar turun tangan menyiapkan semua kebutuhan Tasya, mulai dari kamar, makanan dan pelayan.
Ava menjaga Tasya 24 jam non stop (hehehe kayak robot, gak ada capeknya 😂) dia menyuapi makanan untuk Tasya, memberikan minum obat, membantu Tasya ke toilet dan sebagainya, sampai-sampai para perawat bingung harus melakukan apa, karena semua pekerjaan mereka Ava yang melakukannya.
"Waktunya minum obat" ucap Ava tersenyum ke arah Tasya yang kini duduk di kasur king zisenya sambil beralasan bantal.
Ava pun mengambil obat dan air putih, kemudian mendekat ke arah Tasya.
"Kalian tolong buatkan bubur, cepat!" ucap Ava dingin kepada para suster pribadi yang dibayar Ava untuk merawat Tasya.
"Baik tuan" ucap suster itu dan berlalu pergi.
Kini tinggalah Ava dan Tasya disana, "ayo minum" ucap Ava lembut sambil memberikan obat dan air ke arah Tasya.
"Terima kasih" ucap Tasya kaku sambil menerima obat dan air yang diberikan Ava.
*Ava aku senang kamu sudah berubah,, tapi apakah ini hanya karena kamu kasihan padaku* Batin Tasya menatap sendu ke arah Ava
Selama ini Ava belum berbicara apapun dengan Tasya, mulai dari perasaannya pada Tasya, permohonan maafnya, Ava tidak ingin membebani pikiran Tasya dengan apapun, yang Ava inginkan sekarang adalah kesembuhan Tasya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Ava karena Tasya menatapnya begitu lekat dan itu membuatnya bertanya-tanya.
"Ti..dakk" ucap Tasya ragu-ragu.
"Ya sudahlah, istirahat dengan benar, aku akan pergi sebentar" ucap Ava tersenyum dan bangkit.
"Tidak lama hanya sebentar" lanjut Ava.
"Ohh iya" balas Tasya.
Ava pun berlalu keluar, sedangkan Tasya hanya menatap punggung Ava yang kini semakin menjauh.
Tanpa sadar air matanya lolos begitu saja, "apa ini hanya bentuk rasa kasihanmu" guman Tasya.
Dia pun berencana pergi dari mension Ava, namun penjagaan sangat ketat, sehingga itu akan terasa sulit untuk Tasya pergi.
"Apa yang harus aku lakukan" ucap Tasya sambil berpikir.
Tok Tok Tok
__ADS_1
Ketukkan pintu terdengar dan masuklah perawat dengan membawa bubur yang tadi diminta oleh Ava. Dan seketika Tasya memiliki ide untuk kabur.
"Waktunya makan nona" ucap suster itu lembut.
"Ohh aku tidak lapar sus, aku hanya bosan saja terus berdiam di ruangan ini" kata Tasya.
"Tapi nona harus makan" ucap suster itu lagi.
"Ohh baiklah suster, tapi apa setelah makan saya boleh ke luar untuk jalan-jalan ke taman sebentar" ucap Tasya memohon.
Karena kasihan suster pun mengiyakan permohonan Tasya walaupun sebenarnya Ava sudah memperingati untuk tidak membiarkan Tasya keluar.
"Baiklah, tapi hanya sebentar nona, karena tuan tidak membiarkan nona kelaur" ucap suster itu.
"Ehhh iya" balas Tasya.
Tasya pun menyantap makanan hambar yang dibawa suster itu dan setelahnya suster menemani Tasya pergi ke taman untuk jalan-jalan, awalnya para bodigat yang berjaga di depan ruangan Tasya tidak membiarkan namun bujukan Tasya dan suster itu mampu membuat mereka membiarkan Tasya keluar.
Saat tengah berada di taman Tasya duduk di taman di temani suster dan dua bodigat memantau dan menjaga mereka dari jarak jauh.
__ADS_1
"Ahh hauss" ucap Tasya.
"Saya akan mengambilkan air nona" ucap suster itu bangkit dan pergi mengambil air, sebenarnya itu hanya alasan Tasya saja.