Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Masa Kecil


__ADS_3

#Flashback On#


"Wahh indah sekali" ucap gadis kecil yang sedang berada dalam bunga-bunga dan kupu-kupu yang beterbangan.


Dari jauh pria kecil tampan menatap wajah cantik gadis kecil itu.


"Hemm cantik" guman pria kecil itu dibalik pohon.


Pria kecil itu mendekat ke arah gadis kecil itu dan memberikan setangkai bunga mawar merah.


"Hemm" dehaman pria kecil itu membuat gadis itu menatapnya.


"Haiii" sapa sang gadis dengan ramah dan senyuman yang tak dibuat-buat.


"Ini untukmu" pria itu menyodorkan tangkai bunga mawar yang dia bawa memang khusus untuk gadis mungil itu.


"Terima kasih" jawab gadis kecil menerima mawar merah tersebut.


"Namaku Ava" ucap sang pria kecil dengan datar.


"Nama yang indah" balas gadis kecil

__ADS_1


"Mengapa kamu sering kesini?" tanya Ava kecil, karena diam-diam Ava telah memperhatikan gadis kecil sering bermain sendirian di hamparan bunga yang indah itu.


"Aku suka" jawab gadis kecil


Meraka pun bermain bersama, namun Ava tidak mengetahui nama gadis tersebut karena gadis itu tidak mau memberitahunya, Ava hanya pasrah dan tidak mempermasalahkannya.


"Awass" jeritan gadis kecil itu saat Ava hampir jatuh ke dalam jurang yang dalam, namun dengan sigap gadis itu memegangi tangan Ava dengan sekuat tenaga.


"Bertahanlah" ucap sang gadis yang kini berusaha menarik Ava ke atas.


"Lepaskan!, atau kita akan jatuh" perintah Ava pada gadis itu.


Dengan sekuat tenaga akhirnya gadis kecil itu dapat menarik Ava ke atas.


"Huhhh terima kasih" ucap Ava tersenyum pada gadis itu.


"Sama- sama" balas gadis kecil.


"Ahh sudah sore, aku harus pulang" ucap gadis kecil bangkit dan berlalu pergi namun langkahnya terhenti.


"Hey tunggu, aku harap kita akan bertemu lagi, aku akan menikahi mu" ucap Ava kecil.

__ADS_1


"Aku akan menunggu" balas gadis kecil dan langsung pergi.


Setalah kejadian itu Ava pun sering ke hamparan bunga namun tidak dapat menemukan gadis kecil itu, dia terus mencari keberadaannya.


"Huhh dimana dia" ucap Ava dengan nada kekecewaan karena sekian kalinya ia datang ke hamparan bunga namun tidak dapat menemukan siapapun disana.


"Mungkin besok aku bisa melihatnya" ucap Ava menghela nafasnya kasar.


Itu terus berlanjut hingga Ava berpindah ke pusat kota dan meninggalkan desa kecil itu. Ava berharap disaat terakhirnya di desa kecil ini dia bisa bertemu dengan gadis penyelamatnya itu namun keinginannya tidak terpenuhi.


"Mungkin kita akan bertemu lagi" ucap meninggalkan hamparan bunga itu dimana kenangan indah telah terukir di memorinya.


#Flashback Off


Ava kini yang duduk dikursi kebesarannya untuk beristirahat karena baru saja dia melakukan transaksi persejantaan ilegal. Ava termenung akan sosok gadis kecil dengan senyuman tulus tanpa adanya kedustaan sekaligus penyelamatnya.


"Aku tidak akan membiarkan kau merebut Vira dariku Lucas!" ucap Ava dengan tangannya menggebrak meja karena merasa kesal.


Vira yang datang pada Ava mengaku sebagai gadis kecil masa lalunya untuk menarik perhatian Ava. Vira dulu memang mencintai Ava dan menghalalkan segara cara untuk mendapatkan Ava namun karena perlakuan Ava yang posesif membuat Vira berpaling pada Lucas yang dimana Lucas hanya menjadikan Vira sebagai bidak caturnya untuk menjatuhkan Ava.


Ava yang sekarang belum mengetahui sosok gadis kecil penyelamatnya yang sebenarnya, dan dia masih menganggap Vira adalah gadis itu, sehingga Ava mati-matian mempertahankan Vira walaupun sekarang dia tahu Vira telah berhianat kepadanya. Namun tidak menutup kemungkinan Ava akan memberi Vira hukuman karena telah berhianat.

__ADS_1


__ADS_2