
Hii guyss, aku come back lagi, maaf yaa jarang up😂
jangan lupa ninggalin jejak yaa, love you readers😘
...#Back story#...
-Mension Ava-
Mension yang begitu megah dan mewah, bahkan dihuni oleh banyak orang namun terasa sepi dan hampa.
"Non,," ucap salah satu maid yang membuyarkan lamunan Tasya
"Ahh bibi" kaget Tasya sambil menimpali senyuman ke arah maid itu yang umurnya jauh lebih tua dari Tasya.
"Nona mengapa melamun? sebaiknya nona jangan melamun nanti akan jadi masalah" tegur maid itu dengan halus
"Ohhh maaf,, saya tidak akan mengulanginya" jawab Tasya lembut.
"Ohhh ya bi, tuan Ava kenapa tidak pulang ke mension?" Tanya Tasya, dia memberanikan diri untuk menuntaskan rasa ingin taunya karena beberapa akhir ini Ava tak menampakkan dirinya.
__ADS_1
"Ohh tuan Ava, setau bibik tuan akan tinggal di apartemennya nona" jawab maid.
"Sampai kapan?" tanya Tasya lagi.
"Kalau itu bibi kurang tau nona, nona bisa menanyakan itu pada Ben, namun bibi sarankan nona jangan terlalu ikut campur dalam urusan tuan, atau nona akan dalam masalah" ucap maid itu langsung berlalu meninggal Tasya yang masih mencerna perkataan maid itu.
*Ava... apa sebegitu bencinyakah kamu padaku sampai kamu pun tidak mau melihat aku lagi... aku rela dengan perlakuan burukmu daripada kamu menjauhiku* Batin Tasya.
Memang benar akhir-akhir ini Ava jarang ke mension, walaupun ke mension hanya sebentar untuk keperluan penting. Ava berusaha menjauhi Tasya, dia ragu dengan perasaan yang tengah dia rasakan, dia ingin memenangkan diri dan mencari tahu apakah dia suka dengan Tasya atau hanya sekedar rasa kasihan dan mencari kebenaran tentang Vira.
Tasya merasa sedih karena Ava menjauhinya, dia rela jika Ava menyiksanya daripada Ava menjauhinya, biasanya Tasya akan menerima tatapan tajam Ava, bentakkan, kata-kata kasar tapi itu tidak membuat Tasya membenci Ava, dia tetap pada pendiriannya dia akan tetap mencintai Ava.
......................
"Hachuhh" Ava merasa gatal pada hidungnya.
Ava mengambil Ponselnya dan menelpon seseorang.
"Iya tuan" ucap pria diseberang sana
__ADS_1
"aku ingin kau menyelidiki Vira" ucap Ava dengan nada penekanan.
"Baik tuan" balas pria itu.
Tut Tut Tut
Ava pun mengakhiri panggilan tersebut, saat dia memejamkan matanya terbesit wajah Tasya dalam ingatannya, senyuman Tasya yang begitu tulus tanpa cela, pernyataan cinta Tasya tanpa kebohongan.
"Shi*t,, aku bisa gila kalau seperti ini terus" gerutu Ava.
Ava pun mengambil jaketnya dan berlenggang pergi dari apartemennya, dia berencana akan menuju ke markas, melancarkan transaksi persenjataan ilegal.
Saat tengah dalam perjalanan Ava melihat wanita yang begitu dia kenal dengan pria yang begitu dia benci. Ava melihat Vira yang bergelayut di tangan Lucas keluar dari restourant mewah begitu mesra, seketika emosi Ava memuncak ingin sekali dia memukul pria bre**k itu karena berani merebut wanitanya, namun Ava mengurungkan niatnya.
"Kau berani bermain-main denganku, tunggu saja kematianmu" seringai jahat Ava.
Ava pun melajukan mobilnya yang sempat terhenti oleh pemandangan yang merusak moodnya, Ava melampiaskan kekesalannya dengan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dia tidak menghiraukan siapapun sekarang, jika siapa saja yang berani membuatnya kesal sekarang sama saja dengan mencari mata.
"Sial pasti dia memanfaatkan Vira untuk menjatuhkanku, dasar bre**k" umpat Ava
__ADS_1