
Diruangan megah dengan suasana hening dan mencengkam.
Tak Tak Tak
Suara langkah kaki menghampiri ruangan itu yang kini sudah dipenuhi darah manusia.
"Lepaskan!" jawab Vira memberontak karena sekarang lengannya dipegangi dengan sangat kuat di sisi kanan dan kirinya.
"Aku mohon hiks, hiks" ucap Vira tangisannya pecah, karena sekujur tubuhnya kini penuh dengan luka lebam dan goresan pisau, begitu sakit dan perih itu yang kini Vira rasakan.
Walaupun terus memberontak dan memohon untuk dilepaskan namun tidak ada yang mendengarkan Vira, dia bagaikan berbicara dengan batu hidup.
Langlahnya terhenti dan pandangannya mengarah pada pria tampan yang terlihat begitu sempurna.
Ava kini menatap tajam ke arah Vira, seakan dia ingin membantai Vira dengan tatapannya, Vira hanya bisa menunduk takut dan tubuhnya bergetar, tiba-tiba tubuhnya lemah dan ambruk kelantai namun Vira masih sadar.
"Hiks hiks Avaa" ucap Vira lirih
__ADS_1
Ava hanya tersenyum kecut ke arah Vira, "cuhh, jangan pernah memanggil namaku dengan mulutmu yang menjijikan itu" ucap Ava membentak.
Ava menghampiri Vira dan memegang dagunya dengan sangat kuat sehingga Vira merasa kesakitan, Vira hanya bisa meringis kesakitan dan memohon untuk dilepaskan.
"Ava aku minta maaf, aku salah tolong maafkan aku" ucap Vira dengan tangisan yang pecah.
"Maaf?" ucap Ava datar.
"Apa maaf bisa membuat Tasyaku kembali sadar hahh" ucap Ava dan langsung menghempas dagu Vira ke samping.
"Hiks hiks" tangis Vira memegangi dagunya yang terasa perih dan seketika pandangannya beralih pada Lucas yang kini juga penuh dengan luka dan sedang dipenggangi oleh dua bodigat Ava.
Sekarang di otak Vira bagaimana caranya dia bisa kembali pada Ava, namun melihat Ava yang sekarang sepertinya itu sangat mustahil, dan segera Vira bangkit dan memeluk kaki Ava.
"Ava aku mohon maafkan aku, apa kamu lupa kebersamaan kita dulu dan dulu pas waktu kecil kamu janji mau nikahin aku hiks, hiks" ucap Vira memelas.
"Lepaskan tanganmu yang menjijikan itu dari kakiku gadis jal**ng" ucap Ava menendang tubuh Vira hingga terhempas jauh.
__ADS_1
Sedangkan Vira bagai tersambar petir mendengar perkataan kasar dari Ava, ini baru pertama kalinya Ava berkata kasar padanya, air matanya pun jatuh tanpa dia sadari.
"Vaa gawat" ucap Vino tergesa- gesa.
"Ada apa" tanya Ava
"Tasya kritis, dan sekarang di dalam keadaan darurat" ucap Vino
DUARR
Ava merasa sesak didadanya, sesegera mungkin dia berlari keluar dan menaiki mobil dengan kecepatan tinggi.
Sementara Lucas yang mendengar itu juga merasa sesak didadanya, "lepaskan!!" ucap Lucas memberontak dan mengerjar Ava. Setiap bodigat Ava berusaha menghadang Lucas namun walaupun Lucas sudah penuh dengan luka namun tenaganya begitu kuat, mungkin itu efek yang ditimbulkan dari kekhawatirannya pada Tasya.
Saat Ava menghidupkan mobil, pintu mobil terbuka dan ternyata Lucas yang membuka pintu dan masuk ke dalam mobil tanpa permisi, Ava memandang Lucas dengan emosi.
"Keluar!!" ucap Ava menggelegar.
__ADS_1
Tapi Lucas hanya diam dan menatap Ava dengan tatapan dingin, dia tidak peduli sekarang di dalam pikirannya hanya ada Tasya, dan begitu dengan Ava.
"Cihh" Ava berdecih karena Lucas tak mau keluar, karena Ava tidak mau lama-lama sampai ke rumah sakit sesegara mungkin dia melajukan mobil dan Lucas yang berada di sampingnya