
Saat sedang asik memadu kasih, dua insan itu seakan lupa dan menganggap dunia adalah milik mereka berdua.
"ahhh" suara itu lolos dari bibir Tasya saat Ava mer**as pay***ranya.
Ava seakan lupa diri dan diselimuti gairah yang begitu besar, bahkan di bawah sana sudah mengeras dan segera ingin dipuaskan.
Ava kini melepas pungutan bibirnya, dia memandang tubuh Tasya terdapat banyak tanda cinta yang dia berikan. Tasya yang ditatap seperti itu menjadi sangat malu, dan kini wajahnya memerah seperti buah cerry.
Ava tersenyum, "aku tidak akan melakukannya sebelum kita menikah" bisik Ava pada telinga Tasya. Nafas Ava terasa hangat menerpa kulit Tasya.
Ava berbalik dan pergi meninggalkan Tasya masih terdiam di tempat.
"haisss" Ava mengacak rambutnya frustasi, dia benar-benar bergairah sekarang. Namun dia tidak ingin merusak Tasya sekarang.
"Tasya kamu benar-benar membuatku hilang kendali" ucap Ava.
......................
Kini berbagai macam makanan tersaji di atas meja, sangat menggugah selera Tasya. Sebelumnya dia tidak pernah makan makanan mewah seperti ini.
"apa kamu suka makanannya?" Tanya Ava yang menatap Tasya sedari tadi.
"ahh aku suka" jawab Tasya.
"baguslah, ayo makan" ucap Ava.
__ADS_1
Para pelayan pun menyajikan makanan di piring Tasya dan Ava.
"biar aku sendiri" ucap Tasya mencegat para maid yang ingin menyiapkan.
Para maid terlihat takut, meraka tidak mungkin membiarkan tugas mereka tidak terlakasana dengan baik. Apalagi sekarang tuannya menatap tajam ke arah mereka.
"tidak apa-apa aku bisa sendiri" ucap Tasya lagi.
"sayang biarkan mereka melakukan perkejaan mereka, aku tidak semata-mata memberi mereka uang gratis" ucap lembut pada Tasya dan menatap tajam ke arah para maid.
Tasya pun terdiam setelah mendengar ucapan Ava. Ava paling tidak suka dibantah.
"apa yang kalian lihat, cepat sajikan atau kalian akan berdiam diri menjadi model disana" ucap Ava datar.
Acara makan itu hening, hanya dentingan sedok yang terdengar.
"kamu suka makanannya?" tanya Ava memecah keheningan.
"ahhh iya, makanannya sangat lezat" ucap Tasya sendu ke arah Ava. Ava yang melihat itu ikut tersenyum pada Tasya.
"kalau beguti makan yang banyak, lihatlah badanmu begitu kurus kering seperti. Tidak akan enak rasanya" ucap Ava menggoda Tasya.
Tasya tidak mengerti maksud dari perkataan Ava. "ahh iya" jawab Tasya.
sedangkan para maid disana tidak habis pikir dengan perkataan tuannya.
__ADS_1
"Ben! tolong kamu siapan semua keperluan Tasya!" ucap Ava pada Ben.
"baik tuan" ucap Ben.
Ben sedari merasa senang melihat tuannga sudah mulai berubah.
......................
Malam pun datang rembulan menampakkan dirinya dengan bintang-bintang yang menemaninya.
"apa yang kamu lakukan?" ucap Ava sedari tadi melihat Tasya menatap ke arah langit.
"aku sedang melihat bintang" ucap Tasya beralih ke arah Ava.
Tasya pun melanjutkan melihat bintang-bintang di langit, angin berhembus menerbangkan rambut Tasya yang tergerai.
"cantik" guman Ava memandang Tasya yang tersenyum memandang langit.
"apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Ava.
"aku rindu orang tuaku, aku yakin mereka berada di salah satu bintang langit" ucap Tasya tanpa beralih.
"kamu tenang saja, sekarang ada aku disini. aku akan selalu menjaga kamu dan melindungi kamu. aku janji" ucap Ava tulus.
Tasya tersentuh mendengar perkataan Ava. "terima kasih" ucap Tasya lirih.
__ADS_1