Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Pov Ava #1


__ADS_3

Mata gadis itu, senyumannya mengingatkanku pada seseorang yang selama ini aku cari, tapi aku menyangkalnya karena gadis yang selama ini aku cari sudah berada disisiku yang tak lain adalah Vira kekasihku.


Awal pertemuanku dengannya memberikan kesan tidak baik, dia yang menabrakku dan dia yang ingin terjatuh tapi segara aku memegangi tubuh kecilnya itu, sungguh aneh tanganku refleks memegangi gadis itu yang entah siapa aku juga tidak tau.


Dia memandangi wajah dengan memuja, yaa itu membuatku muak, dia sama saja dengan semua wanita yang tergila-gila saat melihatku, "dasar gadis murahan" gumanku waktu itu.


Aku mendengar orang disekelilingku berbisik dan memandangi kami, aku pun melepas tubuh gadis itu sehingga jatuh kelantai, aku melihat dia meringis kesakitan dan saat itu aku merasa kasihan, karena tatapan memuja para siswi yang membuat aku muak akupun meninggalkan gadis itu begitu saja.

__ADS_1


Beberapa hari berlalu seperti biasa, aku melihat gadis itu mencuri-curi pandang ke arahku, namun aku hanya mengabaikannya saja. Dan pada saat malam dimana aku sedang menghukum penghianat aku melihat gadis itu mengintip di balik tembok, dia benar-benar sungguh berani, dan seketika aku menembak kepala pria penghianat itu dan saat itu aku melihat gadis itu membulatkan matanya dan ketakutan tampak diwajahnya.


Dia ingin melarikan diri namun naas dia sepertinya menginjak sesuatu sehingga membuat bawahanku mendengar itu dan ingin menangkapnya, namun aku tidak membiarkan dia ditangkap, entah kenapa aku melakukan itu, dan saat melihat dia berlari dia terlihat lucu dan itu membuatku tersenyum kecil.


Saat kejadian malam itu, gadis itu pun menghindariku, sebenarnya aku ingin memberinya pelajaran karena berani mengintip sembarangan namun entah kenapa hatiku berkata lain.


Acara perayaan kampus pun berlangsung dan jangan ditanya semua siswa siswi memandang kagum ke arahku dan Vira, benar-benar membuatku muak, namun perhatianku teralihkan oleh gadis dengan pakian polos yang sedang dicaci maki oleh orang yang berada dalam pesta itu, dia hanya menunduk tak melawan.

__ADS_1


“Lemah" hanya itu yang aku katakan, dan pergi mengabaikan semuanya mencari tempat yang tenang, Vira pun meminta izin pergi dan aku pun mengizinkannya.


Aku terduduk di sofa yang dimana hanya ada aku seoarang dan vino pun datang menghampiri dan menawarkanku minuman, aku menolaknya dan setelah itu Vira datang dan mengajakku minum juga, pertama-tama aku menolaknya namun karena dia memaksa aku pun meminum minuman yang dibawa pelayan yang baru datang itu.


Vira pergi lagi, dan tinggalah aku sendiri, untuk beberapa saat kepalaku sakit dan aku merasa pusing.


Keesokan paginya, aku melihat gadis itu tertidur disampingku, itu membuat ku syok dan marah, aku kira dia sedikit berbeda dari wanita lainnya namun dia sama saja dengan wanita lainnya yang berusaha mendekatiku, aku menampar dan mencekiknya tanpa ampun dan pada saat itu Vira masuk ke dalam kamar itu dan melihat aku bersama gadis itu dengan pakaian yang tidak lengkap, dia menangis dan mengakhiri hubungan kami.

__ADS_1


Aku dibuat kalut dan semakin marah sehingga aku menyiksa gadis itu lagi, dan keluar mengejar Vira, namun Vira telah hilang tanpa jejak.


__ADS_2