Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Pernikahan


__ADS_3

Nampak kini wanita cantik dengan balutan gaun putih membawa bunga sedang berjalan melawati karpet merah. Senyumannya tak pernah pudar dan rasa gugupnya saat melihat pria tampan dengan balutan jas putih sedang menunggunya di altar.


Yaa wanita itu adalah Tasya. Hari ini akan menjadi hari sejarah dalam hidupnya, setiap langkah yang dia ambil akan menjadi awal baru dalam kehidupannya.


Sesampai di altar, Ava mengulurkan tangannya kepada Tasya. Meraka pun mengucapkan janji suci pernikahan yang diadakan sangat mewah nan megah dengan para hadirin dari kalangan atas.


Saat sumpah janji suci itu terucap dari keduanya kini Ava membuka tudung yang menutupi wajah Tasya.


"kamu sangat cantik" puji Ava


Cup


Ava langsung mencium Tasya dan para hadirin yang melihat itu bersorak sambil bertepuk tangan. Ava memeluk pinggang Tasya dengan posesif, setelah beberapa menit tautan bibir mereka pun terlepas.


Ava memandang Tasya lembut, "aku mencintaimu nyonya Ava" ucap Ava.


Tasya yang mendengar itu tanpa sadar menitikan air mata haru.


"jangan pernah menjatuhkan air mata lagi, aku tidak ingin melihatnya" ucap Ava sambil mengusap air mata Tasya lembut.


"tidak akan" ucap Tasya sambil mengelengkan kepalanya.


Ava pun memeluk tubuh Tasya dan begitupun Tasya.


akhirnya penderitaan yang selama ini dia dapatkan berakhir dengan kebahagian.


*aku sangat mencintaimu Ava* batin Tasya dalam pelukan Ava.


......................

__ADS_1


Banyak para hadirin yang memberikan selamat pada mereka. Ava yang sedari tadi terlihat gusar.


"kapan acara ini akan selesai" guman Ava


"wihhh selamat ya bro" ucap Vino yang datang menyelamati mereka


"kenapa muka lo masem gitu?" tanya Vino.


"atau lo gak sabar buat malam pertama yaa" goda Vino.


Tasya yang mendengar itu menjadi malu.


"Diem lo" ucap Ava kesal.


"hehehe sabar-sabar, selamat yaa Sya" ucap Vino dan beralih pada Tasya.


"hati-hati nanti malem, bakal ada singa yang akan menerkam kamu" ucap Vino pada Tasya.


"hehehe sabar" ucap Vino


"Sya inget pesan gua hati-hati" ucap Vino dan langsung berlari.


"dasar kutu kupret" umpat Ava.


"kamu gak usah dengerin dia ya sayang, aku mainnya lembut kok" ucap Ava yang semakin membuat Tasya malu.


Tasya pun mencubit pinggang Ava. "auw" ringis Ava.


"mengapa kamu mencubitku?" ucap Ava

__ADS_1


"makanya jangan mesum" ucap Tasya


"hahaha, apa ada yang salah mesum dengan istri sendiri" ucap Ava terkekeh.


"bukan begitu" ucap Tasya.


"terus apa sayang?" tanya Ava


"tidak tidak" ucap Tasya cepat.


itulah yang terjadi pada pengantin baru itu, Ava yang terus menggoda Tasya karena menurutnya itu sangat menyenangkan.


......................


Kini acara pernikahan itu pun usai, dan nampak kamar yang bernuansa gray itu di dekorasi dengan sangat romantis, ada bunga mawar merah berbentuk love di atas kasur dan terdapat lilin aroma bunga lavender.


"wahh" Tasya yang takjub akan pemandangan di depannya.


*Ternyata selera Ben bagus juga* batin Ava. Memang Ben yang mempersiapkan semuanya dari acara pernikan sampai kamar pengantin


"kamu suka sayang?" Tanya Ava sambil mendekap tubuh Tasya dari belakang.


"yaa aku suka, ini sangat indah" ucap Tasya dan langsung menghadap ke arah Ava.


"makasi sayang" ucap Tasya.


"apa?" tanya Ava karena ini pertama kalinya Tasya memanggilnya dengan sebutan sayang.


"makasi" ucap Tasya lagi.

__ADS_1


"bukan itu, tapi kamu memanggilku apa tadi?" tanya Ava.


"sa... yang" ucap Tasya gugup


__ADS_2