Mencintai Seorang Mafia Kejam

Mencintai Seorang Mafia Kejam
Tak Tergapai


__ADS_3

Tasya duduk malamun di kelas, dia masih memikirkan sosok pria tadi yang mebuat jantungnya berdegub kencang, tanpa sadar sedari tadi Desi memanggilnya.


"SYA!" Desi tepat berteriak di telinga tasya.


"Kenapa sih Des..., sakit telinga aku tau" Tasya memegangi telinga.


"Habisnya dipanggil-panggil gak nyaut, ke kantin yuk, gua laper nihh" Desi menarik tangan Tasya menuju ke kantin.


Tasya dan Desi duduk dibangku paling pojok, karena itu adalah tepat favorit mereka.


"Kamu mau makan apa Sya? biar aku pesenin" tanya Desi pada tasya.


"Samain aja sama kamu" sebenarnya tasya tidak merasa lapar namun dia dipaksa Desi untuk menemaninya ke kantin, Tasya yang masih memikirkan pria tadi yang menurutnya merupakan pria yang sempurna.


Keributan yang sangat heboh di kantin, banyak wanita berteriak histeris saat melihat Ava berserta teman-temannya datang ke kantin. Ini merupakan suatu kejadian langka, seoarang Ava Devander datang ke kantin.


Tasya yang melihat Ava begitu terkejut dan dia tak dapat melepas pandangannya dari wajah tampan Ava. Desi yang menyadari sahabatnya yang sedari tadi memperhatikan Ava merasa curiga jika sahabatnya itu telah jatuh cinta, karena Desi tau betul bagaimana karakter dari seoarang Taysa putri, selama ini dia tidak pernah tertarik pada pria, dia hanya fokus pada pelajaran dan kerja paruh waktunya.


"Sya, kamu suka ya sama Ava?" tanya Desi namun masih tidak digubris oleh Tasya.


"Woi, kamu denger gak!" Desi merasa kesal karena pertanyaannya diabaikan.


"Ahh apa des?" tanya Tasya tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


"Kamu suka ya sama Ava?" tanya Desi lagi.


"Kayaknya sihh gitu Des" wajah tasya tersipu malu saat mengakui peresaannya itu.


"Jadi Namanya Ava yaa" imbuh Tasya.


Tasya terus memandangi Ava, "Sya menurut aku sebaiknya kamu buang jauh-jauh deh perasaan kamu buat tu cowok" Desi tidak mau sahabatnya Tasya sampai jatuh cinta terlalu dalam pada pria yang bernama Ava itu.


"Emangnya kenapa Des?" Tanya Tasya sambil mengerutkan keningnya.


"Dia udah punya pacar" jawab Desi tanpa melihat ke arah Tasya.


DUARR


"Dan menurut yang gua tau, Ava itu orangnya dingin dan kejam banget, jadi kamu harus jauh-jauh dari dia" lanjut Desi namun tidak didengar oleh Tasya


*Ternyata dia udah punya pasangan, bodoh kamu Tasya, cowok setampan dia mana mungkin tidak memiliki pasangan. Walaupun tidak memiliki pasangan mana mau dia sama kamu yang udah cupu gak ada menarik-nariknya sama sekali. Biarlah aku mencintainya walaupun takkan bisa ku gapai* Batin Taysa


Tasya nampak kecewa saat mengetahui Ava telah memiliki pasangan, namun entah mengapa rasa yang baru saja tumbuh di hatinya itu enggan menghilang.


Tasya mengambil sebuah buku kecil dengan sampul berwarna pink muda, ia mulai menulis sesuatu di dalam buku kecil tersebut.


Dear A.L

__ADS_1


Aku baru saja menemukan seseorang


Bahkan pertemuan itu hanya dalam hitungan beberapa detik


Aku bahkan seperti seseorang yang sedang memenangkan undian


Dia mampu membuat jangtungku berdetak tak karuan


Tatapannya yang seolah membuatku enggan untuk berpaling


Pikiranku yang seakan penuh terisi oleh bayangannya


Apakah ini cinta?


Tapi mengapa begitu singkat


Cinta belum saja dimulai namun harus berakhir karena dia telah memiliki seorang tambatan hati


Walaupun begitu biarlah semuanya mengalir, biarlah aku mencitainya walaupun takkan bisa ku gapai.


With Love Tasya


Taysa menutup buku kecil itu dan memasukannya kembali ke dalam tas.

__ADS_1


………


__ADS_2