Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
1. Prolog


__ADS_3

Efbran mahendra Baskara


Ayah nya sudah meninggal sejak ia kecil. ibunya bernama Dania Devis. ibunya menikah lagi dengan paman sendiri. Efbran memiliki dua adik kandung perempuan. dari pernikahan ayah dan ibunya yang dulu yaitu, Jellsa Gea Baskara dan Airin Rachmi Baskara dan satu adik tiri perempuan dari pernikahan ibu dan ayahnya yang sekarang yaitu, Alyssa Veronica Baskara


Pagi Hari ☀️


Berapa pelayan sedang sibuk di dapur membagi tugas harian mereka. di pimpin oleh seorang ketua pelayan yang sudah lama bekerja di sana.


2 orang pelayan sedang menata meja makan. dan 3 yang lainnya sedang sibuk bolak-balik mengambil makanan dari dapur, dan meletakkannya di meja makan. setelah nya mereka tetap berdiri di belakang meja makan.


“Selamat pagi. Tuan, nyonya.” sapa pelayan bersamaan. saat melihat Wijaya dan dania yang baru saja duduk di meja makan.


“Pagi.”


sahut Dania, sedang Wijaya hanya tersenyum mengangguk. dua pelayan maju mengambil kan ini itu untuk majikannya setelah itu kembali lagi ke tempat nya.


“Pagi Bu, Pagi ayah.” ucap jellsa yang baru saja turun dari kamarnya.


“Pagi nak.” jawab Dania


“Oh iya, ibu baru ingat,”


“Nanti sebelum ayah berangkat kerja. mampir dulu ya ke butik teman ibu. baju yang ibu pesan kemarin sudah datang.” Ujar Dania


“Oh, jadi kamu memesan baju itu dengan temanmu.” Dania mengangguk. “Baiklah ayah akan mampir sebentar nanti.”


“Bagaimana dengan kuliah mu jell?” Tanya seorang wanita yang baru saja duduk bergabung dengan mereka. usianya sudah tidak muda lagi. Dayen Anggraina dia adalah ibunya Wijaya dan mertua Dania.


“Tentang itu. tenang aja oma skripsi ku sudah hampir selesai.”


“Pagiiii, Ayah, ibu, oma.” ungkap Airin yang langsung ikut bergabung dengan mereka.


“Kakak!”


“apa?” Kata jellsa yang langsung menoleh kepada adiknya


“Hehe Boleh aku minta bantuan?”


“Cih, paling juga kau meminta tolong untuk membantumu mengerjakan tugas-tugasmu itu kan.”


“Sebagai kakak yang baik. kau kan harus membantu adikmu yang kesulitan.” Airin mengeluh pada kakaknya. ya di memang baru masuk di perkuliahan, jadi belum terlalu mengerti tentang materi nya.

__ADS_1


“Kau kan sudah kuliah juga. seharusnya kau sudah bisa bertanggung jawab pada tugas-tugasmu sendiri! dulu saat aku seumur dengan mu aku mengerjakan semuanya sendiri."


“Aku kan tidak sepintar kakak!” ungkap nya dengan mengerucutkan bibirnya ke depan.


jellsa menghirup udara lalu menghembuskan dengan berat. “Kau itu bukan tidak pintar, tapi otak mu tu yang malas berpikir!” sambungnya sambil menoyor kepala adiknya.


“Sakit tau!” begitu katanya.


“Ayah, hari ini aku ikut denganmu ya ke kampus ku. mobil ku belum selesai di perbaiki.”


Wijaya menatap anaknya.


“Ayah tidak bisa. ayah mau mampir dulu ke butik mengambil pesanan ibu mu.”


“Pesanan!! kenapa tidak kau suruh saja dia mengambil sendiri. kau pikir kau itu siapa!? dari dulu selalu saja merepotkan anak-anak ku”


ucap Dayen dengan lantang nya. Dayen memang dari dulu tidak pernah suka dengan Dania. Pernikahan Edwin dan Dania saja dulu tidak ia restui, tapi karena almarhum suaminya yang menyetujui dia mau tidak mau terpaksa harus setuju juga.


Tapi, anehnya setelah anak pertamanya meninggal. putra ke tiganya wijin malah tertarik pada mantan istri kakaknya itu. tentu saja Dayen tidak merestui nya saat itu. karena menurut nya inilah kesempatannya untuk mengusir wanita itu dari rumah ini yang sudah ia lakukan sejak dulu tapi selalu saja gagal. ya menantunya itu memang banyak mendapatkan cinta dari semua orang dari awal masuk ke rumah ini, dan jadi bagian dari keluarga ini. tentu saja itu berbanding terbalik dengan dirinya dulu, saat pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini.


Tapi usaha Dayen untuk mengusir Dania dari rumah keluarga Baskara kembali gagal. di karena kan Efbran pewaris tunggal dan anak satu-satunya laki-laki pasti akan ikut Dengan Dania. Dania sebenarnya bukan berasal dari keluarga biasa-biasa saja. ayahnya Wiliardi Devis adalah pengusaha terkenal di negara XXX. dan juga tidak memiliki pewaris laki-laki. tentu saja, wiliardi akan mengambil kesempatan itu untuk mengambil cucunya Efbran dari keluarga ini. Hingga akhirnya Dayen kembali setuju dengan pernikahan anak laki-lakinya itu dengan Dania. menantu yang sangat ingin ia buang jauh-jauh.


“Tenanglah. ibu mungkin belum bisa menerima mu sekarang. tapi aku yakin cepat atau lambat, dia pasti akan menerima mu juga sebagai menantu nya. karena tidak ada seorang ibu yang tidak ingin melihat anaknya bahagia.” ucapan Edwin dulu yang membuat nya yakin untuk masuk ke dalam keluarga Baskara. tapi sampai saat ini pun, restu itu tidak jua ia dapatkan.


“Sudah lah Bu, Nia hanya meminta ku mengambil kan pesanannya sebenar setelah itu aku akan langsung ke kantor, dan itu juga tidak akan membuat ku terlambat.”


“Ya, ya. aku tau tidak kau, almarhum Edwin, selalu saja membelanya.” Dayen menatap Dania dengan jengah.


sepertinya wanita ini punya daya magnet apa pikirannya, kenapa semua orang menyukainya. Ucap Dayen dalam hati.


“Kenapa sih, Oma selalu saja menyalahkan ibu?!”


Tanya Airin dengan sedikit kesel. karena ini bukan kali pertamanya ia melihat ibu dan omanya itu bertengkar. bahkan menyangkut masalah kecil saja pasti akan jadi besar kalau berurusan dengan omanya itu


“Diam lah! kau hanya perlu duduk dan makan. tidak perlu tau urusan orang tua.”


para pelayan yang dari tadi berdiri di belakang meja makan langsung berdiri sigap saat melihat Efbran menuruni anak tangga.


“Selamat pagi tuan muda” ucap mereka bersamaan. mereka menundukkan kepala saat Efbran melewati mereka.


“Hmm pagi.” dia memang terlihat tampan di pagi hari. dengan rambut yang di sisir rapi dan setelan jas yang rapi.

__ADS_1


satu pelayan maju ke dapan. menarik kursi, untuk di duduki Efbran.


“Pagi kak.” ucap jellsa dan Airin bersamaan.


“Pagi juga semua.”


kedatangan Efbran menghentikan pertikaian di ruang makan pagi itu. Efbran memang tau kalau oma nya tidak menyukainya ibunya. tapi dia tidak pernah tau kalau selama ini omanya itu sering kali memperlakukan ibunya secara tidak wajar.


Bahkan, juga terkadang melakukan sesuatu di luar akal sehatnya tapi tentu saja itu tampa sepengetahuan semua orang. Dayen bahkan mengancam Dania untuk tidak mengatakan itu kepada siapapun, kalau tidak ia akan mengancam Dania dengan memisahkan nya dengan anak-anaknya.


Dania selalu kalah dengan ibu mertuanya itu. terpaksa harus merahasiakan semuanya. terutama dari suaminya karena menurut nya meladeni ibu mertuanya sama saja seperti menguras tenaga dan pikiran, dia tidak akan pernah menang.


“Wah, wah kalian semua sudah sarapan duluan ya?” Alyssa yang baru saja keluar dari kamarnya.


“Kalau kami menunggu mu, kami bisa mati kelaparan tau!” ucap Airin.


Alyssa yang mendengar jawaban kakaknya hanya tertawa cengengesan. dia menarik kursi lalu menduduki nya.


“Seharusnya kau itu berangkat sekolah lebih awal. sudah jam berapa ini?” Jellsa memperhatikan jam di dinding. sudah lewat jam masuk anak sekolah. seharusnya dia sudah berada di sekolah sekarang.


“Tenang aja kak, hari ini ada rapat di ruang guru jadi jam masuknya di mundurin satu jam.”


Jellsa mengangguk-anggukan kepalanya.


“Kak Efbran. hari ini aku numpang kakak aja ya ke kampus? Ayah tidak bisa mengantar ku. karena harus mampir dulu ke butik. kakak kan tau mobil ku belum selesai di perbaiki”


Airin. dia kembali merengek lagi. tapi kali ini dengan kakak laki-laki nya


“Bukan kah di garasi masih banyak mobil, kau bisa di antar sopir kan?”


Iya sih ada, tapi kalau aku bawa sopir pulang nya pasti akan di jemput juga aku kan ingin bertemu dengan pacar ku. Airin


“Iya sih, tapi kakak tidak bisa mengantar ku dulu?” dengan Ekspresi wajah yang di buat sedih.


“Tidak bisa! aku banyak urusan hari ini. setelah ini juga harus ke bandara. untuk apa bayar sopir mahal-mahal kalau kau masih tidak menurut.”


“Iya, iya aku akan di antar sopir nanti.”


pasti kakak mau menjemput pacarnya itu, merepotkan sekali sih. Airin


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2