Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
32. Pulang


__ADS_3

di dalam mobil Zano terlihat sangat kesal. ia sudah beberapa kali menumpahkan kekesalan nya kepada sekertaris nya. kenapa sekertaris nya malah menjemput nya dan tidak menelpon saja, tapi setelah mendengar jawaban sekertaris nya, malah membuatnya semakin tambah kesal. Harry menjawab bahwa ini permintaan ayah anda tuan.


“Hey, Harry. apa orang tua itu juga mengatakan sesuatu pada mu selain menyuruh untuk menjemput ku”


“Tidak, tuan. tuan besar hanya meminta saya untuk menjemput anda. katanya anda akan di jodohkan”


“Apa? dia kira ini masih jaman Siti Nurbaya. seenaknya menjodohkan. kenapa tidak dia saja yang menikah?!”


“Tuan besarkan sudah tidak muda lagi tuan. lagi pula apa anda ingin punya dua orang ibu?”


“Diam kau!” menendang kursi yang diduduki oleh sekertaris nya Harry. “Bukannya memberikan solusi, malah membuat ku semakin kesal!”


“Maaf tuan”


mobil berhenti tepat di halaman rumah, Zano keluar lebih dulu bahkan sekertaris nya tidak sempat membukakan pintu. ia langsung masuk ke rumah, rumah yang sangat mewah dan megah bahkan ini lebih tepat nya Mansion


tepat setelah ia memasuki rumah. ibu dan ayahnya sudah menunggu nya dengan duduk di sofa ruang tengah.


Zano tidak memperdulikan nya, ia langsung memencet lift dan ingin menuju kamarnya yang berada di atas. lift sudah terbuka belum sempat ia melangkahkan kakinya, suara ibunya mengurungkan niatnya untuk naik ke atas


“Zano, mau kemana kamu? kemari!”


mendengar itu Zano Menurut. ia berjalan menuju sofa yang di duduki kedua orangtuanya. yang tentunya dengan wajah yang masam


“Zano, kau tau kan belakang ini perusahaan kita tidak berjalan dengan stabil” ucap ayahnya


“Hmm!”


“Seharusnya kau tidak membuang-buang waktu untuk tidak bekerja”


“Hmm” hanya mengangguk kan kepalanya


“dan ayah juga sudah tidak muda lagi dan sekarang sering sakit-sakitan. ayah ingin kau bisa mengembangkan perusahaan jauh lebih baik”


“Hmm”


“Zano jawablah dengan benar! ayah berkata seriyus pada mu!”


“Aku sudah mengelola perusahaan dengan baik. memang si belakang ini aku selalu kalah tender”


“Sebenarnya Ayah ada memiliki hutang dengan tuan Chris, dia sangat kaya Zano. dan kau tau di mempunyai anak gadis yang sangat cantik. ayah dan tuan Chris sudah sepakat akan menjodohkan kalian. ayah Sangat ingin kau bisa menikah dengan nya dan tinggal kan wanita kampungan itu!”


“jadi ayah masih ingin menjodohkan ku? sudah berapa kali aku katakan aku tidak akan meninggalkan Rani dan tidak akan ada yang namanya perjodohan. soal hutang ayah, aku bisa bekerja dan membayar semuanya”


“ bukan itu poin nya Zano. ayah sangat ingin kau menikah dengan putri tuan Chris, dia sangat cantik, akan ayah pasti kan kau akan jatuh hati saat melihat nya!”


“Meskipun dia jauh lebih cantik dari pada Rani, aku tidak akan pernah mau padanya”


“Kenapa tidak Devan saja yang kalian jodohkan, kenapa harus aku?!”

__ADS_1


“Zano! kau itu anak tertua. lagi pula Devan itu masih kuliah” Karina ikut campur dalam memujuk anaknya


“apa kau tahu, kemaren mereka baru saja merayakan pesta ulang tahun yang sangat-sangat megah dan meriah bahkan souvenir nya saja sangat mewah dan mahal. apa kau tidak melihat di mana-mana semua berita membahas tentang itu”


“Terserah apa yang kalian mau. aku tetap tidak akan meninggalkan Rani!!” Zano berjalan meninggalkan kedua orangtuanya


“Anak itu benar-benar ya! sebenarnya apa istimewanya wanita kampungan itu?!!”


...----------------...


Matahari sudah berwarna jingga, tanda sore sudah tiba. Efbran sudah berada di dalam mobil untuk kembali pulang ke ibu kota. ia hanya menyandarkan tubuhnya pada kursi empuk itu sambil memejamkan matanya.


sekertaris Rey juga mengendarai mobil dengan kecepatan stabil. sesekali ia melihat kaca spion tengah, melihat keadaan tuan nya di belakang.Efbran hanya memejamkan matanya suasana di belakang sangat tenang, ia kembali mengalihkan pandangannya ke depan. mungkin tuan muda itu sedang tidur pikirnya.


sedangkan yang sedang sandaran dengan tenang di belakang, Efbran tidak benar-benar tidur ia hanya memejamkan matanya. tapi pikirannya berkelana kemana-mana. bayangan ibunya yang pernah berkata padanya kalau Vania pernah mengatakan bahwa perusahaan Deddy nya baik-baik saja di sana, bahkan juga sampai mempunyai perusahaan cabang. itu bisa di artikan kalau selama ini Vania berbohong pada nya, di tambah lagi dengan pernyataan laki-laki tadi yang membuat pikirannya tambah kalut


apa selama ini mereka sudah bersekongkol untuk merencanakan ini. dan apa Alex masuk kedalam perusahaan termasuk rencana mereka juga


kalau wanita itu benar-benar berani bermain api dengan ku, lihat apa yang aku lakukan pada mu nanti!!


pantas saja selama ini aku merasa ada yang dia sembunyikan dari ku. lihat saja apa yang terjadi jika kau benar-benar mengkhianati ku. Efbran mengepalkan tangannya


“Haaaahh!!” berteriak tiba-tiba sambil tangannya memukul keras kaca mobil. membuat orang kaget saja. bahkan sekertaris Rey sampai mengelus dadanya saking kagetnya


untung saja hanya saya yang melihat anda begini tuan. kalau orang lain pasti mereka sudah mengatakan anda tidak waras lagi


“Rey! Selidiki wanita itu secepatnya. aku ingin mengetahui ini secepatnya, apa benar dia berselingkuh dengan laki-laki itu?!”


“Baguslah! makin cepat makin baik. Rey, putus semua jalur komunikasi dengan Vania. aku tidak ingin berhubungan lagi dengan wanita itu sebelum semuanya terungkap!”


“Baik, tuan”


Mobil masih melaju memecahkan keramaian jalan. hari sudah malam saat mobil memasuki gerbang dan berhenti tempat di halaman rumah.


sekertaris Rey berjalan membukakan pintu mobil. setelah Efbran keluar dan benar-benar masuk ke dalam rumah ia kembali mengendarai mobil untuk pulang.


sedangkan Efbran ia langsung masuk ke kamarnya. ini sebenarnya belum terlalu larut malam, tapi ia benar-benar tidak keluar kamar lagi atau pun hanya untuk makan malam.


pagi hari. sepertinya biasanya semua pelayan sibuk mengerjakan tugas-tugas mereka masing-masing.


Dania dan wijin sudah berada di meja makan bersama ketiga putrinya jellsa, Airin dan tentunya juga Alyssa yang sudah rapi dengan seragam sekolah. sedangkan Dayen ia sedang berada di luar kota, mengunjungi rumah frido di sana


semuanya makan dengan tenang. sesekali ke tiga gadis itu bercanda.


“Apa Efbran tidak pulang semalam?” tanya wijin


“Aku juga tidak tahu, aku tidak melihat nya pulang” jawab Dania


“Kak Efbran pulang Bu, tadi malam. aku melihat nya saat aku keluar kamar dan mengambil air minum ke ruang belakang” ujar jellsa

__ADS_1


“ tapi tumben sekali dia belum bangun jam segini”


“Mungkin sebentar lagi” ujar wijin


bahkan sampai selesai semua nya sarapan pagi, masih tidak ada tanda-tanda kalau Efbran akan keluar dari kamarnya.


Dania berinisiatif untuk ke atas dan menuju kamar Efbran. ia harus melihat keadaan putra nya, Apa yang terjadi sampai tuan muda itu tidak keluar kamar dari tadi. bahkan Dania sudah lama melihat sekertaris Rey menunggu di bawah.


tok...tok.. Suara pintu di ketuk. “Ef..”


“Efbran!”


“Efbran!..”


tidak ada terdengar jawaban dari dalam. akhirnya Dania meraih gagang pintu itu dan memutarnya


“ternyata tidak di kunci ya”


Dania masuk, ia mengalihkan pandangannya ke tempat tidur. yang benar saja tuan muda itu masih ada di sana. bahkan selimut masih menutupi tubuhnya.


dania mendekat pada tempat tidur. mengamati wajah tampan bak dewa itu, walaupun dalam keadaan tidur


“Ef!..”


“Efbran, bangun!” Masih tidak ada jawaban.


Dania duduk di tepi ranjang. menyentuh lengan Efbran sedikit menggoyangkan nya.


“Ef, bangunlah apa kau tidak bekerja hari ini?” sama, masih tidak ada jawaban. pria itu masih memejamkan matanya


Dania menarik napasnya pelan. “Efbran...” panggilnya lebih nyaring


“Hmm..” Efbran menggeliat dan sedikit membuka matanya. ia sedikit kaget saat melihat ibunya di samping nya.


Dania berjalan memutari tempat tidur. dan membuka gorden, sedang kan Efbran ia sudah duduk sambil sandaran di ranjang


sinar matahari sudah terlihat terang di luar sana


“Kenapa ibu bisa ada di kamar ku” menggerakkan kepalanya ke kanan kiri. menghilangkan rasa pegal


“ibu heran saja Kenapa kau belum bangun jam segini, biasanya juga sudah berangkat ke kantor kan. apa sangat lelah setelah pulang dari luar kota semalam?”


“Tidak juga! apa Rey ada di bawah Bu?”


“Iya, dia dari tadi sudah menunggu mu”


“ katakan saja padanya Bu aku akan turun sebentar lagi” Efbran turun dari ranjang ia berjalan menuju kamar mandi


“Baiklah, ibu akan mengatakan nya.” Dania keluar dari kamar itu, berbarengan dengan Efbran yang masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Efbran menuruni anak tangga. ia sudah berpakaian rapi. sekertaris nya sudah membukakan pintu mobil, Efbran berjalan keluar dan langsung masuk ke dalam mobil, ia juga tidak sempat sarapan pagi apalagi dengan waktu yang sudah berjalan hampir siang.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2