Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
49. karina vs Rani part 2


__ADS_3

Rani memberanikan diri menatap karina.


“saya tau, saya memang tidak sebanding dengan jessica tapi, itu bukan berarti saya mau menyerah. saya mungkin memang tidak tahu malu tapi, saya sangat mencintai anak anda. saya mencintai anak anda dengan tulus”


“Heh, tulus katamu? kau mungkin memang sangat mencintai zano. tapi, aku sangat membenci mu. mau di pamerkan di mana jika aku memiliki menantu seperti mu? zano mungkin sudah buta memilih wanita seperti mu! ”


“bukankah cinta itu memang buta nyonya? ”


“sudah cukup, saya mau kamu segera pergi dari kehidupan anak saya!! ”


“perlihatkan isi di dalam koper itu padanya”


“baik, nyonya”


dua orang laki-laki bertubuh besar dan tinggi meletakkan koper di meja tepat di depan rani. Rani membelalakan matanya setelah melihat isi di dalamnya. uang. yang ia lihat, sudah tersusun dengan rapi di dalam koper itu


“ambil semua uang itu, pergi sejauh mungkin dan jangan pernah kembali ke sini!!”


“ saya tidak membutuhkan uang itu, karena saya mencintai anak anda bukan uang keluarga anda”


“benar-benar kurang ngajar!!! ”


karina sudah habis kesabaran. ia selalu saja kalah debat dengan gadis ini.


“pergi dari kehidupan anakku atau? ” karina menggantungkan ucapannya, ia melihat kan layar ponsel nya kepada Rani.


“apa laki-laki ini adik mu? ” ucap karina sambil tersenyum jahat


“apa yang Anda lakukan pada adik saya nyonya? ”


“Hha, aku tidak melakukan apa-apa sekarang tapi tidak tau kalau nanti” ia tersenyum jahat lagi


“pergi dari sini sekarang juga atau kau akan kehilangan adik mu!? ”


Rani terdiam kaku antara memilih adiknya atau perasaan cinta nya.

__ADS_1


“ku dengar adikmu juga salah satu menerima beasiswa di Universitas nya di luar kota. aku bisa saja mencabut beasiswa itu. lalu membuat adik mu kehilangan impian nya, aku juga bisa membuat adik mu menderita di sana!! ”


Rani terdiam. ia lalu menatap karina dengan mata yang berkaca-kaca. nyali nya sekarang sudah mencuit


“kenapa anda jahat sekali kepada saya nyonya? ”


“bukankah tadi aku sudah meminta mu dengan baik-baik. tapi kau sendiri yang memilih ini”


“tapi adik saya tidak perlu terlibat dalam hal ini”


“saya tidak akan menganggu kehidupan mu lagi jika kau pergi sejauh-jauhnya dan jangan pernah kembali lagi”


Rani memikirkan nya cukup lama. sungguh di dalam hatinya ia sama sekali tidak ingin meninggalkan zano. tapi, bagaimana dengan adik satu-satunya di sana?


“suruh bawahan mu untuk menghabisi anak itu sekarang juga” perintah nya pada dua orang laki-laki bertubuh besar itu


“baik, nyonya”


“jangan, nyonya!! saya mohon jangan!! saya akan menuruti semua yang Anda inginkan tapi jangan lakukan apapun kepada adikku”


“baiklah, kau harus pergi jauh dan jangan pernah datang ke kehidupan anak ku lagi”


“bagus! ” karina berdiri. berniat untuk segera pergi dari rumah kumuh ini.


Rani juga reflek ikut berdiri. ia kembali menutup koper uang itu yang berada di depannya.


“saya kembali kan ini kepada nyonya, karena saya tidak mau nyonya berpikir saya menyetujui ini karena uang yang Anda berikan . saya melakukan ini karena saya tidak mau adik saya kenapa-napa”


Dasar. ternyata walaupun ia berhasil menyingkirkan gadis ini namun ia selalu kalah dalam berdebat.


“baiklah kalau itu mau mu.”


“bawa kembali koper itu!!.” perintah nya pada dua laki-laki itu


“saya memberi kamu waktu beres-beres sampai nanti malam. setelah itu kamu harus pergi dari sini”

__ADS_1


Rani hanya manggut-manggut menjawabnya.


Hari pun berganti malam. Rani sudah selesai membereskan semua barangnya. ia di bantu tetangga terdekatnya yang sudah lumayan lama juga tinggal di sini. mereka sangat dekat dengan Rani. Rani bahkan sudah seperti memiliki keluarga baru disini meskipun mereka tidak memiliki ikatan apapun.


“makasih ya bi ina udah mau bantuin” Rani memeluk bibi ina tetangga terdekatnya yang sudah ia anggap seperti bibinya sendiri


“sama-sama. kamu yakin ran mau nyusulin adik kamu? ”


“iya bi, di sana adik Rani cuman tinggal sendiri. bisalah Rani bantuin buat masakin dia”


“kamu baik-baik di saya ya. nanti kalau udah sampai sana kabarin bibi”


“siap, bi” Rani mengeluarkan jari jempol nya


“Di, aku pamit ya” ucap Rani pada teman sebaya nya. ia cukup dekat dengan anak laki-laki bibi ina itu. Rani merasa memiliki seorang kakak saat iya bersama Aldi


aldy memeluk rani. “ran, jaga dirimu di sana ya. sekarang aku gak bisa lagi jagain kamu kaya di sini”


Rani merasakan sesak saat aldi mengatakan seperti itu. matanya mulai berkaca-kaca. ia juga membalas memeluk nya.


“iya di, aku pasti jaga diri baik-baik ko! kamu juga jagain bibi! ”


“kita selalu kabar-kabaran ya ran! sampai sana kamu harus telpon aku! ”


“iya, pokoknya aku akan terus kabarin kalian”


Rani membawa semua barang yang terbilang penting karena mengingat ia tidak akan kembali ke sini lagi.


semua barang sudah di masukan ke bagasi mobil. mobil yang aldi dan bibi ina sewa untuk mengantar nya.


“aku pamit ya. dadah” Rani melambaikan tangannya di jendela mobil. mobil berjalan dengan lambat lalu melaju. menyisakan hati yang teramat sedih. ia menyandarkan tubuhnya air mata yang dari tadi ia tahan sekarang lolos begitu saja.


ia memejamkan matanya kenangan bersama zano kembali terputar lagi di kepalanya.


maaf, aku pergi tampa memberitahmu. aku tidak bisa mempertahankan cinta kita. aku mengingkari janji kita untuk mempertahankan hubungan kita. sekarang aku akan pergi tapi, aku selalu berdo'a untuk kebahagiaan mu semoga suatu saat kau jauh lebih bahagia bersama wanita lain. dan sedikit-sedikit bisa melupakan hubungan kita, begitu juga aku, aku akan membuka lembaran baru setelah ini. selamat tinggal zano. aku mencintaimu itu akan selalu.

__ADS_1


Rani menatap luar jendela mobil. hujan mulai turun membasahi kota. seperti hatinya yang sekarang sedang menangis


BERSAMBUNG......


__ADS_2