Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
48. karina vs rani part 1


__ADS_3

Zano berhenti tepat di depan gang. ia memarkirkan mobilnya di tepi jalan. ia berjalan kaki memasuki gang itu. setelah hampir 10 menit ia berjalan kaki, akhirnya kini ia sudah berada di depan rumah Rani.


rumah yang terlihat biasanya saja, lebih tepatnya ini adalah sebuah kontrakan. tidak jauh dari nya berdiri ramai juga anak-anak yang sedang main kelereng.


zano mengetuk pintunya beberapa kali. “sebentar”. ucap seorang wanita dari dalam. tidak lama pintu akhirnya di buka


Rani sedikit terkejut. “kenapa ke sini? bukan kah ini masih jam kerja? ”


zano berjalan masuk melewati rani begitu saja, ia duduk di sofa. rani yang melihatnya lalu berjalan duduk di sofa juga


“kenapa? ada masalah di kantor ya?” tanyanya sambil mencondongkan wajahnya ke bawah untuk bisa melihat wajah zano yang tertunduk.


zano mendesah pelan. lalu menyisir rambutnya ke belakang dengan jari-jari tangannya. rambutnya terlihat sedikit berantakan. namun, itu justru membuat nya semakin ganteng


“aku sangat mencintaimu ran! aku tidak ingin menikah dengan wanita lain!! ” ucapannya dengan wajah yang lusuh.


“soal perjodohan itu lagi? siapa wanita itu? ” tanya rani yang masih memandang wajah zano. di dalam hatinya ada luka yang sedikit tergores. ia tau pasti wanita itu bukan wanita sembarangan, pasti dia sangat cantik, dan juga pastinya berasal dari keluarga kaya


zano menggelengkan Kepala nya. tanda ia juga tidak tau. rani menggeser duduk nya semakin dekat dengan zano lalu ia meraih tangan laki-laki itu. zano langsung menggenggam tangan rani


“aku sungguh mencintaimu sayang, aku tidak perduli seperti apa wanita itu nanti karena, yang aku mau hanya kamu! ”


“aku bukan siapa-siapa zano, aku hanyalah orang kecil jika di sandingkan dengan mu. pantas saja jika tante karina tidak suka dengan ku” rani menundukkan kepalanya, membuat rambutnya terjuntai ke bawah


zano meraih dagu gadis itu mengangkat nya ke atas hingga matanya bertatapan. “ibu ku hanya tidak tau saja sebaik apa dirimu. aku yakin suatu hari nanti dia juga pasti luluh dengan mu, dan akan menerima mu”


zano mendekatkan wajahnya pada rani dan hanya berjarak beberapa senti hembusan nafas kedua dapat di rasakan. mereka berciuman, rani sedikit kewalahan meladeni zano ia melenguh saat bibir laki-laki itu menelusuri lehernya. zano mengangkat rani ke atas pangkuannya, dan kembali melancarkan serangan ciumannya. ia menyandarkan rani pada sisi sofa, zano mengendurkan ikatan dasinya.


dan kembali menelusuri lehernya wanita itu tangannya sudah meremas pinggang rani, membuat wanita itu mendesah dan semakin menjambak rambut zano namun dengan lembut.


“i love you, honey” ucap zano di sela-sela ciumannya. rani hanya menjawabnya dengan mendesah pelan.


zano kembali memasang jas nya yang tadi ia lempar ke sembarang arah dan membenarkan dasinya. rani mengantar nya sampai di halaman rumah. suara ricuh anak-anak yang sedang bermain terdengar begitu jelas. zano harus kembali ke kantor karena jam kerja masih berjalan

__ADS_1


sebenarnya laki-laki itu tadi tidak ingin kembali ke kantor namun, karena bujukan rani akhirnya ia mau juga


zano terlihat kesal setelah rani menyuruh nya untuk kembali ke kantor tadi. tapi wanita itu tidak putus asa ia tahu zano sangat keras kepala. namun, dengan sedikit kelembutan pasti akan membuatnya luluh


“sayang! ” ucap rani dengan suara yang terdengar manja. ia menyandarkan kepalanya di lengan kekar zano. tangan laki-laki itu mengelus lembut rambutnya


“nanti kalau tante karina tau kau pergi ke sini yang ada dia akan berpikir semakin buruk tentang ku pasti dia akan berpikir aku yang meminta mu untuk datang ke sini, dan meninggalkan urusan kantor”


zano menghela nafasnya kasar. yang di katanya rani benar juga. yang ada wanita ini nanti yang terkena imbasnya


“baiklah.tapi, sebelum itu aku harus memberi mu hadiah dulu” zano menciumi seluruh wajah gadis itu dan berakhir di ciuman bibir yang cukup lama


setelah zano menghilang dari pandangannya, rani kembali masuk ke dalam rumah


setengah jam kemudian terdengar pintu di gedor-gedor dari luar. rani sedikit kaget. seingat nya ia sudah bayar kontrakan bulan ini. karena biasanya hanya ibu-ibu pemilik kontrakan ini yang suka men gedor-gedor pintu jika ia telat bayar uang kontrakan


“siapa ya? ” tanya rani pada dirinya sendiri. ia berjalan membukakan pintu


betapa terkejut nya dia setelah melihat karina berdiri di hadapannya dengan dua orang laki-laki bertubuh besar. tatapan karina sangat tajam pada dirinya seperti seekor Harimau yang sedang mengincar mangsanya


“mari masuk nyonya. maaf rumah saya agak berantakan karena saya belum sempat beres-beres”


“rumah, apa gudang ini? kenapa kecil begini? ”


karina menyentuh sofa yang ada di ruangan itu sebelum mendudukinya. berdebu. ucapnya. tapi, ia tetap mendudukinya dua orang laki-laki bertubuh tinggi berdiri di belakang sofa yang di duduki karina sambil menenteng koper


“saya ambilkan air minum dulu nyonya”


“tidak perlu!! ” jawaban nya cepat. “duduk di situ!! ” memerintah yang punya rumah. rani yang tadi nya sudah berdiri kembali duduk. ia merasakan hawa mencekam di sekitarnya


kenapa nyonya karina kemari? dari mana ia tahu rumahku? lagian bukannya dia pernah bilang tidak ingin melihat wajahku, lalu kenapa dia kemari? Kata-kata seperti ini terus berputar di kepala rani. menebak apa maunya karina


“baiklah aku tidak mau basa-basi dan berlama-lama di tempat kumuh seperti ini”

__ADS_1


hal yang sudah sering rani dengar jika sedang bertemu karina. hanya ada hinaan, dan merendahkan nya. rani sudah biasa mendengar nya, lebih baik ia diam saja daripada meladeni yang pasti nya ia akan semakin di rendahkan


“di rumah ini apa kau tidak memiliki kaca ya? ” matanya menelusuri seisi ruangan


“apa kau tidak lihat bagaimana dirimu? atau kau yang tidak tahu malu. zano putra ku jika harus di sanding kan dengan mu sangat berbeda jauh. bahkan sangat sangat sangat jauh, seperti kerak bumi dan langit” tatapannya sangat tajam seperti ingin mengoyak-ngoyak gadis yang ada di hadapannya ini


“anak ku berasal dari dari keluarga terpandang, sedang kau? asal usul mu saja tidak jelas. yang ku dengar kau tidak memiliki orang tua lagi kan, pantas saja kau sangat tidak tahu malu begitu. karena tidak ada yang mengajari mu sopan santun”


“cukup!! nyonya. selama ini saya sudah bersabar dan diam atas semua hinaan yang saya dapatkan dari anda. orang tua saya selalu mengajari hal-hal yang baik untuk saya, harusnya saya yang bertanya. apa orang tua anda yang tidak pernah mengajari anda bagaimana adab bertamu ke rumah orang. masuk begitu saja tampa di suruh lalu berkata dan menghina seenak jidat anda. saya tau saya miskin, dan standar kehidupan saya jauh di bawah anda. tapi soal tata krama saya jauh di atas anda. anda memang kaya tapi miskin etika”


“kurang ngajar!! ini yang zano bilang kalau wanitanya seorang yang sangat baik, lembut. apa kau pikir kau juga memiliki tata krama? lihat, tadi kau bahkan berbicara sangat keras kepada ku orang yang jauh lebih tua dari mu”


“maaf nyonya. tadinya saja memang harus menghormati anda tapi setelah melihat sikap anda, sepertinya saya tidak perlu melakukan itu”


karina semakin meremas sofa yang ia duduki . giginya sudah bergetar. “jauhi anak ku!! ”


“maaf nyonya, saya sama sekali tidak pernah mengikat anak anda dalam pelukan saya tapi dia yang tidak mau melepaskan saya.”


“oh, begitu ya. jadi benar semalam ini kau tidak pernah mencintai anak ku dan kamu hanya mencintai harta yang di miliki anak ku kan?!”


“itu semua tidak ada kaitannya nyonya. saya sangat mencintai zano karena saya sudah jatuh cinta padanya bukan hartanya”


“woww, hebat sekali kamu ya. dasar tidak tahu malu. mungkin sekarang hanya saya yang akan menghina mu seperti ini tapi jika orang lain mendengar di luar sana, bisa saja mereka mengomentari mu lebih jahat lagi. semua orang juga pasti tidak akan percaya jika zano jatuh cinta pada gadis bodoh dan jelek seperti mu, pasti mereka semua akan menganggap mu yang menggodanya terlebih dahulu”


“jika kamu tahu siapa wanita yang akan di jodoh kan dengan zano pasti kamu akan tahu jika dirimu sama sekali tidak ada apa-apa nya di bandingkan dirinya”


“jessica Allson. apa kau mengenal nama itu? ”


rani sedikit membulat kan netranya ia tidak mungkin tidak kenal siapa jessica. model yang sedang naik daun saat ini, ia sangat cantik, ****, jago Ekting dan pintar. ia juga salah satu pengemar jessica


rani terdiam menatap dirinya sendiri, benar apa kata karina ia hanya seonggok upil jika di sandingkan dengan jessica. wanita yang bahkan masuk kategori wanita ter sempurna di dunia. kaya raya, multitalenta, cantik, pintar.


“kau sudah tau kan sekarang siapa wanita yang pantas bersama zano. jadi mulai sekarang jauhi anak ku”

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2