Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
16. Menuju pernikahan


__ADS_3

tamu-tamu yang di undang sudah berdatangan. mengisi kursi-kursi yang masih kosong. baik dari kolega kerja, para karyawan dan keluarga besar lainnya.


Efbran dan Vania, duduk di meja yang lain. Vania dari tadi tidak berhenti tersenyum kepada seluruh tamu yang menyapanya. pasti di dalam hati mereka, mereka sangat iri dengan Vania dan ingin berada di posisi nya. apalagi tuan Efbran terlihat sangat tampan hari ini.


David duduk ikut bergabung dengan mereka. tidak lama Evan dan Brian datang. mereka adalah teman lama Efbran. meskipun jarang bertemu tapi mereka masih sangat akrab.


“Ef, bagaimana kabarmu?” Evan menyapa hangat Efbran.


“Sepertinya yang kau lihat, aku baik!”


“Apa kalian tidak ada yang ingin menyapa ku?” ujar David


David dari tadi hanya diam. melihat dua teman nya bercanda dengan Efbran layaknya teman yang sudah lama tidak bertemu. sedangkan dirinya seperti di anggap tidak ada


“Kita kan sudah bertemu, bahkan kau sempat menginap di rumah ku”


saat David mengurus pekerjaan di luar kota kemarin ia memang menginap di rumah nya Brian.


seorang laki-laki muda menghampiri mereka.


“Tuan Efbran, sudah lama sekali kita tidak bertemu.” ia mengulurkan tangannya pada Efbran


“Tuan Aryan!” Efbran menerima uluran tangan tuan aryan.


lalu Aryan juga menyapa hangat David dan yang lainnya.


Aryan Duduk di samping Evan


“Apa kau hanya sendiri?” tanya Evan


“Ya begitulah, dengan siapa lagi kalau tidak sendiri?”


“Di mana wanita mu?”


Aryan tidak menjawab dia hanya tertawa kecil.


“Kau sendiri di mana pacar mu? ku dengar kau menjalin hubungan dengan seorang artis?”


“Ya, itu memang benar. tapi dia sangat sibuk jadi tidak bisa hadir hari ini.”


“Sayang itu teman-teman mu” menunjuk tuan Efbran dan yang lainnya.


“Ternyata mereka semua sudah berkumpul ya. yasudah ayo kita ke sana!” dia menarik tangan istrinya


"Apa aku terlambat?" Adam duduk di kursi yang masih kosong.


“Wah, aku sampai lupa kalau kita masih punya satu teman lagi. kau tidak lihat kami sudah berkumpul di sini, kau jelas terlambat.” ucap Aryan sedikit basa-basi


“Kau ini ya, dari dulu tidak berubah.” Adam menepuk bahu Aryan


“apa zigo tidak hadir?” pertanyaan Adam mengarah pada Vania.


“Hmm, iya kakak ku sedang sibuk. ia mengurus bisnis baru dengan istrinya.”


“Oh, begitu.”


“Hmm, sayang kalian ngobrol saja dulu. aku mau menghampiri yang lainnya.”


“baiklah.”


sebelum pergi Tedy menyapa mereka semua, termasuk Vania juga.

__ADS_1


setelah nya ia pergi menuju kursi para tamu yang ada di depan. ia langsung duduk di sebelah jellsa. Tedy menepuk pelan bahu jellsa, sampai akhirnya jellsa menoleh ke samping nya.


“Kak Tedy, kapan datangnya?” j


“Baru saja,”


“Di mana ibu dan yang lainnya?”


“Mungkin lagi lihat paman Brama siap-siap,”


“Kakak cuman sendiri, di mana suami kakak?” Kiara celingukan mencari kakak iparnya


“Dia sedang mengobrol dengan teman lamanya.”


seketika Kiara menoleh kebelakang. “Ramai sekali ya, seandainya aku juga punya teman lama,”


“Baru kenal saja aku malas berteman dengan mu, apalagi kalau lama!”


“Awas ya! kalau suatu hari kau minta bantuan ku. aku tidak akan menolong mu!!” Kiara menatap kesal Arin.


“Ah, aku sangat ingin meminta tolong pada mu. haha” Airin menjulurkan lidahnya pada kiara. Kiara semakin geram melihat nya


di meja lain. para laki-laki ini masih asyik mengobrol.


“Apa tuan Zano belum datang aku belum melihat nya?” Adam memperhatikan semua tamu yang ada, kalau-kalau temannya itu sudah datang. namun ia saja yang tidak melihatnya.


tepat setelah Adam berkata, tidak lama Zano datang dengan menggandeng wanita nya.


“Panjang umur sekali, itu dia!” Brian menunjuk dengan mulutnya.


Zano menyapa semua teman nya. setelah nya ia duduk di kursi. begitu juga Rani yang duduk di sebelahnya


“Ini wanita yang kau kenalkan ke publik kemarin?”


Rani tersenyum saat semua teman Zano memperhatikan nya.


sangat jauh dari wanita yang aku bayangkan. aku pikir dia bertubuh tinggi dan cantik seperti seorang model.


Aryan dan yang lainnya memperhatikan wanita temannya itu. sangat berbeda, dia tidak terlalu cantik, tubuh juga tidak terlalu tinggi. sangat jauh kalau di banding kan dengan Vania.


minuman sudah terhidang di hadapan mereka.


“Sepertinya setelah sekian lama kita tidak bertemu terlihat sangat berbeda ya?” Adam memulai pembicaraan lagi


“Ya, begitu lah. kita bukan remaja lagi kan sekarang,”


David masih memperhatikan pacar Zano.


apa wanita ini pakai pelet ya. sampai bisa membuat seorang Zano jatuh cinta pada nya, bahkan sampai di kenalkan ke publik.


tak hanya David, Evan dan Brian juga masih terlihat bingung. sebenarnya itu tidak masalah bagi mereka, tapi ini pacarnya Zano. apa Zano sudah bosen kali ya berpacaran dengan wanita cantik. mereka semua masih tenggelam dalam pikiran masing-masing.


tuan Zano bisa di katakan orang nomor dua di antaranya mereka, setelah Efbran. wajah nya juga tidak kalah tampan dari Efbran, seorang CEO juga di perusahaan nya. dia kaya sejak dulu, kalau di lihat dari tampangnya ia memang bisa mendapatkan wanita mana pun yang dia mau


tidak lama Edward datang dengan menggandeng istrinya.


“Maaf aku terlambat apa acara sudah di mulai?”


Edward memperhatikan kedepannya, sepertinya belum. karena semua tamu terlihat masih mengobrol dengan lawan bicaranya.


seketika semuanya menoleh ke sumber suara

__ADS_1


“Hey Edward. duduk lah!”


Edward duduk di sebelah Aryan sedang kan Yuna ia bersebelahan dengan Vania. ia tersenyum ramah pada Vania. Yuna memperhatikan kursi yang ada di depan. mata nya menangkap keberadaan teman-teman nya.


“sayang aku ke sana ya?” Yuna berbisik pada suaminya.


Edward menoleh ke arah kursi tamu. "Baiklah."


Yuna pamit kepada teman-teman suami nya. setelahnya ia berjalan menuju kursi para tamu.


“Sepertinya aku akan segera mengumumkan pernikahan ku pada publik,” ucap Edward


“Kenapa baru sekarang? kenapa tidak dari dulu?” tanya Evan


“Istriku sedang hamil sekarang, aku tidak mau publik berpikir yang tidak-tidak tentang kami,”


“Benarkah?” semuanya terperangah


Itu tadi Yuna kan. aku sering melihat nya di tv. sejak kapan ia menikah? sudah hamil saja. Kenapa Efbran tidak pernah menceritakannya pada ku. Vania menoleh menatap pacarnya.


“Wah, selamat ya. aku tidak menyangka di antara kita kau duluan yang akan memiliki anak,” ucap Evan


“Kau kalah, bagaimana sih? kau kan lebih dulu menikah dari pada Edward?” Brian ngeledek Adam yang lebih lama menikah tapi belum memiliki anak.


“Aku bukan tidak bisa ya! tapi Tedy yang masih ingin fokus pada karier nya!”


“Siapa dia, aku tidak pernah melihat nya?” Edward memperhatikan wanita yang ada di samping Zano. wajah itu masih terlihat asing baginya.


“Dia pacar ku!”


Edward membulatkan matanya. tapi secepat kilat ia mengubah ekspresi nya, ia sempat berpikir kalau itu asisten Zano tadi. tapi kalau di lihat dari pakaian nya sangat terlihat mewah, bukan seperti asisten.


“Apa kau hanya sendiri?” pertanyaan nya beralih pada Aryan


“Jangan bilang kau tidak memiliki pacar? kau kan disini yang paling tua setelah aku. meskipun aku belum punya anak tapi aku setidaknya sudah menikah,” ujar Adam


“Ya, aku memang tidak memiliki pacar!”


“Haha, apa kau sudah kehabisan wanita sampai tidak memiliki pacar?” ledek Evan.


“Aku menyukai seorang wanita. tapi dia selalu menolak ku!”


“Ada saja ya, wanita yang berani menolak mu?” ucap Efbran


“Di mana rayuan maut mu itu, apa sudah tidak mempan lagi pada wanita?” Zano ikut-ikutan ngeledek Aryan


“Mana predikat playboy mu itu, kau kan yang paling pintar soal menaklukkan hati wanita?” Brian juga tidak tinggal diam meledek Aryan


“Bukan begitu, tapi dia sangat berbeda. aku belum pernah melihat wanita secantik itu sebelumnya!”


“Sejak kapan kau pernah mengatakan wanita tidak cantik? setiap wanita selalu kau anggap cantik kan,” tambah Adam


“Aku yakin tak hanya aku, kalian juga pasti akan jatuh hati saat melihat nya! dia sangat cantik! tapi sayang nya dia sombong dan dingin.”


“Memang secantik apa wanita itu?” tanya David.


“Seperti bidadari yang nyasar ke bumi!” Jawab Aryan


setelah mendengar itu. semuanya hanya diam. mereka menganggap kalau Aryan pasti hanya bercanda. karena dia memang seorang playboy, dan selalu melihat wanita dari sisi cantik nya


“ Dia bahkan jauh lebih cantik di banding Vania!’’ Aryan berbisik di telinga Brian.

__ADS_1


“Benarkah?” jawabnya Dengan berbisik juga.


BERSAMBUNG....


__ADS_2