
Pintu di ketuk dari arah luar. Tok.. Tokk..
“Masuk.” ucap David dari dalam. ia tau yang mengetok pintu itu pasti anak buahnya
tiga orang laki-laki dengan tubuh tinggi dan berotot masuk kedalam
“saya ingin menyampaikan sesuatu tuan”
salah satu dari mereka maju ke depan. mewakili untuk berbicara
“kalau yang ingin kau katakan hanya lah omong kosong dan belum menemukan siapa pelakunya. aku benar-benar akan menendang mu dari sini!!” ucap David, dengan tatapan sinis nya
sedangkan yang lain hanya diam menunggu apa yang ingin di sampai tiga orang itu. Efbran juga menatap sinis orang yang sedang berdiri di depan David itu. dia benar-benar penasaran siapa pelakunya, sepertinya orang itu sangat ahli sampai begitu susah menemukan nya
“anda tidak perlu khawatir tuan. berita yang saya bawa tidak akan mengecewakan anda”
Aron berjalan mendekati bosnya David.
“ semua rekaman CCTV ada di dalam flashdisk ini tuan.” ucap Aron sambil menyerahkan benda kecil itu ke tangan David
David yang menerima benda kecil itu. langsung menancapkan flashdisk ke komputer nya. Efbran yang penasaran pun langsung berjalan mendekati meja kerja David.
semuanya sekarang berkumpul menyaksikan sebuah video yang baru saja di putar. tak ketinggalan Zano juga yang dari tadi hanya duduk di sofa, kini ikut menonton
awalnya rekaman CCTV berjalan lancar, sampai akhirnya seorang laki-laki berjalan mendap-mendap menuju ruang penyimpanan data perusahaan. saat ia berpaling tepat sekali wajahnya tertangkap rekaman CCTV. setelah itu Alex keluar dari ruang penyimpanan data Tampa ia ketahui bahwa CCTV menangkap kegiatan nya
“apa maksud kalian dia pelakunya selama ini?!!”
Efbran menunjukkan Alex yang ada di dalam rekaman itu.
“iya tuan. ternyata Alex sempat menghapus semua rekaman CCTV yang ada di sana. tapi untung saja kami bisa mendapatkan rekaman ini kembali” ucap Aron
“rasanya tidak mungkin orang lugu seperti Alex berani melakukan ini?” ujar David. setahunya selama ini Alex bekerja dengan sangat bagus. Alex sangat cerdas dan terkadang ia juga membantu para karyawan yang lain.
“ semua bukti yang ada di rekaman itu memang benar adanya tuan. bahkan kami sudah mengetahui apa rencana Alex sampai berani melakukan itu” ujar Aron lagi.
__ADS_1
“Apa? jelaskan sekarang!!” ucap Efbran dengan suara nyaring nya. membuat semua orang yang ada di dalam ruangan ini terkejut
“Alex tidak sendirian tuan. ternyata ia bersekongkol dengan tuan Mark Gabino dari negara sebelah”
semua nya makin terkejut dengan penjelasan Aron
“apa maksud mu?” Efbran semakin bingung dengan pernyataan Aron.
“setelah kami mengetahui siapa pelakunya. kami semua juga tidak terlalu yakin kalau Alex berani melakukan ini. jadi kami memutuskan untuk menyelidiki ini semua;dan ternyata benar Alex tidak sendiri, kami membuntuti nya setelah ia pulang dan cuti dari pekerjaannya. ia diam-diam bertemu dengan tuan Mark dan sepertinya mereka merencanakan sesuatu yang tidak baik untuk perusahaan anda” ucap Aron panjang lebar.
“ini buktinya tuan” menyerahkan bukti berupa sebuah Poto yang berhasil ia dapat saat Alex sedang berbicara dengan Mark di restoran negara XXX. tak hanya Poto saja, ada video juga yang berhasil menangkap pembicaraan mereka.
rahangnya Efbran mengeras saat melihat nya, belum percaya kalau Alex yang berani melakukan itu. karena yang Efbran tahu selama ini kurang lebih satu tahun Alex bekerja dengan nya. Alex adalah seorang laki-laki yang pintar, dan selalu disiplin. tidak pernah membuat nya kecewa dalam urusan pekerjaan, sekarang ia seperti terhianati terlalu percaya dengan orang seperti Alex
“maaf tuan. saya pernah melihat nona Vania pergi ke bar saat malam hari, dan ia bersama Alex” satu orang yang berada di belakang Aron berkata. seketika Efbran langsung menoleh padanya yang pastinya dengan tatapan tajam nya. membuat orang itu menundukkan kepalanya. takut bersi tatap dengan Efbran
Efbran berjalan mendekati orang itu. “ jangan mengatakan hal yang tidak-tidak kepada ku. atau aku akan membuat hidup mu tidak tenang.” tidak percaya dengan pernyataan yang di sebutkan oleh laki-laki ini
ia sudah mencengkram kerah baju nya. membuat orang itu bergetar semakin ketakutan
Efbran terdiam mengingat sejenak kejadian di malam itu. Vania menyuruhnya untuk pulang saja dan tidak perlu menemaninya di apartemen. karena saat itu Vania beralasan dia sangat lelah dan ingin langsung istirahat saja
“apa taruhannya jika berita yang kau sampaikan tadi tidak benar?” ucap Efbran dengan masih menatap tajam laki-laki di depannya ini. membuat orang itu tidak berani mendongak kan kepalanya
“saya rela di keluarkan dari perusahaan ini tuan jika saya berbohong”
“baiklah.” ia melepaskan cengkraman tangannya .
“Rey, mulai sekarang selidiki Vania!!”
“baik, tuan.”
“tuh kan aku bilang juga apa? semua wanita itu matre, mereka pasti hanya menginginkan harta mu ef” ucap Zano
“diam kau!! aku tidak meminta mu untuk berbicara”
__ADS_1
“kenapa aku yang di salahkan sih. aku kan hanya mengingatkanmu” berbicara pelan. agar sang empu tidak mendengar nya. bahkan hanya terdengar seperti gumaman, mungkin hanya dirinya saja yang mendengarnya
“Brakk!” Efbran mengebrak meja. ia benar-benar emosi, apalagi setelah mendengar tentang Vania. ia sudah berpikir kalau pacar nya itu berselingkuh dari nya selama ini
sedangkan semua orang yang berada di dalam ruangan itu. di buat terkejut saat Efbran mengebrak meja. membuat tubuh mereka panas dingin, Tampa terkecuali teman-temannya juga
“kenapa bisa aku sampai sebodoh ini? sampai di permainan oleh wanita seperti nya” kesalnya. dengan suara yang meninggi
“sudahlah Ef, belum terbukti juga kalau Vania benar-benar melakukan nya” ujar David. berniat meredakan emosi Efbran
“kau membelanya.” tatapan tajam nya mengarah pada David. “ kau pernah memujinya cantik kan? suka kau pada nya?!!” nada bicaranya masih tinggi
“kau ini Kenapa? aku tahu kau marah saat mengetahui semua ini. tapi bersikap dewasa lah sedikit!”
siapa juga yang suka sama pacarnya. aku juga masih mampu mencari wanita lain. bahkan yang lebih baik dari pada wanita mu itu.
“ Sudahlah Ef. lagi pula seharusnya kau itu bersyukur karena tidak terus bersama wanita berbisa seperti Vania. emangnya kau mau semua harta mu habis gara-gara terus di porutin olehnya” ucap Zano. ia mencoba menyadarkan Efbran dari kemarahannya, karena menurutnya itu tidak perlu. seharusnya Vania lah yang takut kehilangannya, karena pastinya ia tidak akan mendapatkan uang lagi dari Efbran
“ Kau tidak perlu menasehati ku. urus saja perjodohan mu sana!” sepertinya kemarahan sudah memenuhi seisi otaknya. bahkan nasehat-nasehat dari temannya pun di anggap hanya angin lalu.
sedangkan Evan dan Brian memilih duduk di sofa. menjadi penonton saja tidak ingin ikut campur atau pun beradu argument. karena mereka tau sebetul apapun mereka berkata di depan Efbran yang sedang emosi, itu hanya akan membuat nya tambah marah.
“aku akan ke negara XXX besok. berlibur sekalian ingin bertemu pacarku juga” Evan memilih mengobrol saja berdua dengan Brian. yang pastinya dengan suara yang lebih pelan
“Bagaimana kalau pacarmu selingkuh juga di sana? kalian kan jarang bertemu?”
“itu tidak mungkin, aku yakin Yasmine sangat mencintai ku. buktinya dia yang duluan merayu ku saat pertama kali kami bertemu.”
“Merayu mu? bagaimana kalau itu salah satu caranya juga untuk memorotin mu juga” ujar Brian
“Kalau itu sangat tidak mungkin. Yasmine itu kaya sejak dulu. lebih baik kau itu cari pasangan sana dari pada sendiri terus”
“Cih, melihat kalian pacaran saja aku sudah pusing. apalagi kalau aku yang punya pacar, aku itu masih muda ya. jadi masih banyak waktu untuk memikirkan itu”
BERSAMBUNG.......
__ADS_1