Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
43. Pertemuan pertama


__ADS_3

Negara XXX. (Los Angeles. AS ). setelah melakukan perjalanan yang memakan waktu hampir satu hari, akhirnya Efbran dan yang lainnya sampai di tempat tujuan. Dania, wijin, Dayen juga ikut. hanya jellsa dan Airin saja yang tetap tinggal, karena mereka sedang sibuk mengurus pekerjaan masing-masing. jellsa kini sudah bekerja di perusahaan lain meskipun kakak nya seorang CEO yang memiliki perusahaan besar jellsa sama sekali tidak tertarik untuk bekerja di sana, karena menurutnya di perusahaan kakaknya sangat banyak aturan. sedangkan Airin ia sangat sibuk dengan kuliahnya


Hanya si bungsu Alyssa yang ikut, karena dari kemarin ia sudah senang mendengar akan mengunjungi kediaman grandama dan grandpa nya yang sudah lama tidak bertemu.


mereka semua turun dari mobil. di depan mereka sudah terlihat mansion yang megah berdiri dengan kokohnya. dari dalam mansion itu keluar wiliardi dan istrinya yang sudah lama menunggu kedatangan mereka


mereka semua berjalan masuk, dengan Efbran yang berjalan lebih dulu di susul oleh sekertaris nya di belakangnya. Wiliardi menepuk bahu sang cucu setelah Efbran berada tepat di hadapannya. cukup lama ia tidak bertemu dengan Efbran karena kesibukan masing-masing.


“Tubuh mu Tambah tinggi ya. dulu kita setara, lihat sekarang kau bahkan jauh lebih tinggi dariku”. Ucap wiliardi basa-basi.


“Bahkan, sekarang kau jauh lebih tampan ef. kalau aku bukan grandama mu dan kita seumuran pasti aku akan jatuh cinta pada mu” Ucap sang nenek Merry.


Efbran hanya menanggapinya dengan menarik sedikit bibirnya kedalam.


Wiliardi dan Merry mempersilakan mereka semua masuk ke dalam mansion. Alyssa memeluk grandama nya setelah berada di ruangan tamu


“Aly, sangat merindukannya grandpa dan grandama tau” ucapannya sambil memeluk sang nenek


“Benarkah. kenapa Alyssa jarang sekali mengunjungi grandama” ujar Merry. sambil mengelus puncak kepala sang cucu


“Alyssa sebentar lagi akan masuk di perkuliahan grandama, jadi Sangat sibuk”


Alyssa melepaskan pelukannya pada grandama nya.


“Ternyata satu-persatu cucu-cucu grandama sudah besar ya”


“How are you mom?” (Apa kabar ibu). Ucap Dania yang kini memeluk Merry sang ibu.


“I'M fine” ( aku baik-baik saja ).


setelah berpelukan dan menanyakan kabar masing-masing mereka semua menghabiskan waktu dengan mengobrol.


Malam hari.


setelah melakukan perjalanan yang cukup menguras tenaga.kini semuanya sudah melepas penat dengan beristirahat di kamar masing-masing. malam pun semakin larut. dingin nya malam semakin menusuk pori-pori kulit.

__ADS_1


pagi pun tiba. semua orang dalam mansion sudah Rapi dengan pakaian yang mereka kenakan. hari ini tepat ulang tahun Anniversary pernikahan wiliardi dan istrinya Merry. seperti tahun-tahun sebelumnya, kakek dan nenek ini memang sudah biasa merayakan anniversary dengan tak tanggung-tanggung mewahnya


acara akan di langsung di gedung yang sudah di dekorasi dengan mewah. undangan pun sudah tersebar, kepada sanak keluarga yang lain, sekaligus kolega kerja dan teman-teman bisnisnya.


nama wiliardi sudah sangat di kenal di negeri ini bahkan mungkin dunia juga tau siapa dia. wiliardi sudah menjalani bisnisnya hampir selama empat dekade lamanya. ia juga seorang CEO di perusahaan Belane Group yang ia bangun sendiri dari nol. ia juga memiliki brand fashion ternama dunia.


brand-brand nya juga kerap di iklan oleh model-model terkenal dunia.


meskipun sudah menginjak usia kepala 7 wiliardi masih memegang jabatan sebagai CEO di perusahaannya. ia memang tidak memiliki anak laki-laki untuk menggantikan posisi nya, kedua anaknya berjenis kelamin wanita. walaupun sebenarnya persoalan laki-laki atau wanita anaknya, wiliardi tidak pernah mempermasalahkan hal itu.


tapi hanya saja kedua anak perempuan sudah di boyong oleh suaminya masing-masing. Diska anak bungsu nya tinggal di luar kota bersama suaminya. sedangkan Dania tinggal berbeda negara dari nya, tapi kalau soal pewaris perusahaan nya nanti wiliardi sudah menunjuk sang cucu Efbran yang akan menggantikan. karena hanya Efbran lah satu-satunya cucu laki-laki yang ia miliki.


waktu berjalan dua jam kemudian. pesta sudah berlangsung dengan meriah nya, para tamu berdatangan dari berbagai kalangan. banyak dari mereka yang berasal dari sama-sama pengusaha. tidak hanya itu saja bahkan banyak juga dari kalangan artis, penyanyi hingga model ternama dunia yang mengenal wiliardi, semuanya di undang untuk menghadiri pesta yang tak tanggung-tanggung mewahnya ini.


“Selamat Untuk hari Anniversary pernikahan anda tuan wili.” ucap salah satu teman wiliardi. yang usianya terpaut tidak jauh dari nya


“ Terimakasih. silahkan nikmati pestanya”


“Oh, tentu. aku sudah makan banyak tadi.”


“Selamat atas Anniversary anda tuan.” ucap salah satu teman wiliardi lagi, sambil berjabat tangan


“Tentu saja siapa yang tidak ingin menyaksikan pesta semewah ini. Aku dengar cucu mu yang tidak kalah sukses dari mu itu juga hadir di pesta ini. tapi di mana dia? aku tidak melihat nya dari tadi?”


Wiliardi memutar bola matanya melihat ke arah para tamu-tamu tapi ia tidak sama sekali melihat keberadaan cucu laki-lakinya


“Ah, mungkin Efbran belum datang. tadi dia sempat berkata akan datang terlambat” ujar wiliardi. yang di langsung sambut anggukan oleh para teman-temannya


Sedangkan di luar gedung para reporter langsung heboh saat melihat kedatangan Bella. Ya, super model itu memang sudah dua tahun terakhir ini vakum dari karir bermodel nya, namun baru-baru ini isu kembali hangat saat ada berita yang beredar bawah Bella akan kembali berkarir di dunia permodelan lagi.


setelah dua tahun menjadi masa pengobatan akhirnya keajaiban benar-benar datang padanya. setelah Secara rutin menjalani masa pengobatan Bella di nyatakan benar-benar sembuh dari penyakitnya.


ia berpose dengan anggun di depan para reporter yang sedang memotret nya senyuman manis lahir dari bibir seksi nya membuat siapapun yang melihatnya terpesona. ia menggunakan gaun berwarna merah muda, bagian bawah gaunnya terbelah sampai di atas lutut nya memperlihatkan bagian kaki jenjangnya yang Putih mulus. kini rambutnya pun sudah tumbuh panjang, rambut berwarna coklat keemasan itu sengaja ia gerai memperlihatkan rambutnya yang bergelombang dengan indahnya.


Bella sekali-kali melambai kan tangannya kepada orang-orang yang tidak hentinya menyorakkan namanya

__ADS_1


Para reporter semakin heboh tatkala Efbran keluar dari dalam mobil mewah nya dengan sekertaris Rey di sampingnya. para reporter terbagi menjadi dua banyak dari mereka yang beralih memotret Efbran namun masih banyak juga yang mengambil kesempatan untuk memotret Bella.


para reporter yang mendekati untuk memotret Efbran langsung di halau oleh sekertaris Rey. ia tau bahwa Efbran sangat tidak suka ada orang yang mengambil gambarnya. Ia berjalan dengan angkuhnya melewati para reporter yang meneriaki namanya terutama para reporter wanita namun Efbran tidak memperdulikan nya.


wajahnya sangat dingin tidak ada senyuman sedikit pun yang terlihat dari wajah itu. tapi walaupun begitu tidak sama sekali mengurangi ketampanannya. ia menggunakan kacamata hitam agar penglihatan nya tidak terganggu oleh lampu dari kamera para reporter.


Karena mendengar kehebohan dari luar wiliardi dan beberapa temennya yang tadi tengah asyik mengobrol akhirnya memutuskan untuk keluar melihat ada kejadian apa di luar


ia tersenyum saat melihat kedatangan Efbran


“Ef! akhirnya kau datang juga. teman-teman Grandpa sudah lama menunggu mu”


Efbran mengernyitkan keningnya. menunggu? untuk apa pikir nya


“Tuan muda. saya sangat mengagumi anda dalam berbisnis apalagi usia anda masih sangat muda tapi pencapaian anda sungguh sangat luar biasa.” ucap Addison memuji. ia mengulurkan tangannya untuk bisa berjabatan tangan dengan Efbran. Efbran membalas jabatan tangannya meskipun dengan sedikit malas karena pujian seperti itu sudah sering ia dengar


“saya harap suatu hari kita bisa bekerja sama tuan.” ucap Addison lagi. Efbran hanya mengangguk kan kepalanya.


teman-teman wiliardi yang lainnya juga ingin menyapa Efbran tapi mereka urungkan setelah mendengar perkataan wiliardi


“lebih baik kita mengobrol di dalam sambil menikmati pestanya” ujar wiliardi. semuanya mengangguk setuju


Efbran berjalan di depan dengan di ikuti sekertaris nya dari belakang begitu juga dengan wiliardi dan teman-temannya yang memilih berjalan di belakang.


Efbran terus berjalan Tampa memperdulikan teriakan orang-orang yang memanggil namanya baik laki-laki ataupun perempuan. ia bahkan terlihat seperti seorang aktor yang memiliki banyak fans


Bella memutar tubuhnya. rambutnya berterbangan dengan indahnya saat angin menerpa wajahnya. tepat sekali pandang matanya bertemu dengan Efbran, namun Bella hanya melihat nya sekilas ia kembali memalingkan wajahnya kepada kamera yang ada di depannya, ia tersenyum lagi


berbeda dengan Efbran ia langsung terdiam senyuman wanita itu seakan memenuhi seisi kepalanya. sungguh dari seluruh tempat di dunia ini yang pernah ia datangi ia belum pernah melihat wanita secantik itu. senyum wanita itu pun belum pernah ia lihat dari sekian banyak wanita yang pernah mendekatinya. senyumannya sangat manis membuat hatinya bergejolak ada rasa aneh dalam dirinya


Efbran menurunkan sedikit kacamata hitam nya agar lebih jelas melihat wanita itu. meskipun ia hanya bisa melihat nya dari arah belakang.


karena Efbran berhenti secara mendadak. semuanya refleks berhenti juga, bahkan sekertaris Rey kaget kenapa tiba-tiba tuanya berhenti. cukup lama Efbran memperhatikan wanita itu sampai akhirnya sekertaris Rey membuyarkan lamunannya


“Tuan, ada apa?”

__ADS_1


Efbran seakan kehilangan kesadaran nya ia menoleh ke samping. orang-orang masih memperhatikan nya, ia kembali berjalan masuk seakan tidak terjadi apa-apa. karena Efbran Sudah melangkahkan kakinya semuanya langsung mengikuti nya dari arah belakang.


BERSAMBUNG


__ADS_2