Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
28. Perkumpulan para tuan muda


__ADS_3

Sekertaris Rey berjalan membukakan pintu mobil. sekarang mereka sudah sampai di perusahaan cabang. Efbran keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam


semua karyawan menundukkan kepalanya Meraka saat berpapasan dengan Efbran. tentu nya mereka semua sudah tau apa alasan tuan muda itu datangan kemari. tentu saja membahas tentang perusahaan yang Akhir-akhir ini banyak terkena masalah


“Selamat datang tuan. sudah lama anda tidak berkunjung kemari” ucap wanita cantik sambil menundukkan kepala, ia bernama Adriana sekretarisnya tuan David


Efbran tersenyum tipis.“ di mana David?”


“tuan David ada di ruangan nya tuan. mari saya antar”


tok.. tok..


Adriana masuk ke ruangan itu. “maaf tuan menganggu waktu anda. tuan muda Efbran sedang menunggu anda di luar”


“ apa menunggu! persilahkan dia masuk sekarang!!”


“baik tuan”


“silahkan masuk tuan” ucap Adriana sambil membukakan pintu lebar-lebar. diam-diam ia mencuri pandang menatap Sekertaris Rey. lalu kembali menundukkan kepalanya


Efbran dan sekretarisnya masuk


“maaf ef, apa kau sudah lama menunggu?”


“tidak juga” ucapnya sambil berjalan menuju meja kerja yang di duduki oleh David. ternyata David tidak hanya sendiri ada Brian dan Evan juga


yah, David memang sengaja menghubungi dua temannya itu untuk meminta tolong memecahkan masalah ini. karena dari kemarin pelaku belum juga bisa di temukan


selain itu David juga tidak mau kalau harus di jadikan kambing hitam oleh Efbran. jadi ia mengajak temannya untuk bisa mengalihkan ocehan Efbran kalau sewaktu-waktu pelaku tak kunjung di temukan.


“kalau begitu saya permisi keluar tuan” ucap Adriana supan. sambil menundukkan kepalanya. sebelum benar-benar keluar dari dalam ruangan ini. Adriana yang masih berada di ambang pintu sekali lagi mencuri pandang pada sekertaris tuan Efbran itu.

__ADS_1


tiba-tiba sekertaris Rey juga memandang ke arah pintu. Adriana gelagapan menutup pintunya. setelah sampai di luar ia mengelus dadanya


“ternyata setelah sekian lama tidak melihatnya, ia semakin tampan saja.” ucap Adriana dalam hati. “eh, apa yang aku pikirkan. Adriana lupakan-lupakan” ia memukul kepalanya sendiri, mencoba menghilangkan bayangan laki-laki itu dari dalam kepalanya.


sementara itu. di dalam ruangan, Zano keluar dari dalam toilet. ternyata ia juga tidak luput dari undangan David agar bisa membantu nya menyelesaikan kan masalah, yang sudah beberapa hari ini tak kunjung jua terpecahkan


“ef, kau sudah datang ya” ucap Zano. ia duduk di sofa sambil menghisap batang rokok nya.


“kau disini juga?” tanya Efbran. tumben sekali Zano mau bergabung membantunya.


Zano adalah orang yang tidak suka membuang-buang waktu apa lagi untuk hal yang tidak seberapa penting. ya, seperti masalah yang mereka hadapi sekarang ini.


biasanya Zano sangat malas untuk meninggalkan pekerjaan di perusahaan nya. dari kemarin juga David sudah meminta Zano untuk membantunya melacak siapa pelakunya. tapi Zano berkata laporkan saja kepada pihak yang berwajib. atau tidak usah sekalian di cari pelakunya.


tapi tumben sekali hari ini, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba ia datang kemari. bahkan hanya menggunakan baju santai. kaus panjang berwarna hitam. berarti itu bisa di artikan ia tidak bekerja hari ini


“Hmm.” jawabnya. ia kembali menghisap batang rokok nya. sepertinya laki-laki itu sedang ada masalah


belum lagi dengan lantai yang berserakan dengan puntung-puntung rokok, yang Zano lempar ke sembarang arah


“kau ini kenapa? kemarin menyuruh ku datang ke sini dengan memohon. sekarang memaki ku menyuruh pergi dari sini?”


“setidaknya kalau kau masih ingin merokok cari lah tempat yang lebih nyaman jangan di sini” ujar Efbran. ia berjalan ke sofa dan duduk di sebelah Zano


Efbran meraih kotak rokok dan koreknya lalu melemparkan nya ke tempat tong sampah. “plak” kotak rokok beserta koreknya berhasil masuk Tampa meleset. sedangkan Zano hanya menatap datar melihat apa yang di lakukan Efbran. ia tau Efbran tidak suka dengan orang perokok


Zano mematikan batang rokok terakhir nya. dan menjatuhkan puntung nya begitu saja ke lantai


“kalian tau apa yang membuat ku datang ke mari?” ucap Zano setelah menghabiskan rokoknya


ia menyandarkan kepadanya pada sofa dan memijat pelipisnya. sebenarnya ia malas sekali mengaku kenapa sampai ia bisa datang ke perkumpulan para tuan muda ini. jujur saja pekerjaan nya di kantor juga masih sangat banyak tapi hari ini ia benar-benar sangat malas untuk pergi ke sana dan memilih pergi ke sini

__ADS_1


“tentu saja kami tidak tau kau kan belum mengatakan nya” ujar Brian yang dari tadi setia berdiri di samping David, yang sedang sibuk memeriksa rekaman CCTV yang kemarin


Zano menarik napasnya berat. tentu saja ia pasti akan di tertawa kan oleh teman-temannya kalau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padanya atau ia akan jadi bahan olok-olokan


“aku di jodohkan oleh orang tua ku!” ucapnya dengan nada kesal. namun dengan mata yang terpejam


“Hahaha!”


benar apa yang sudah di prediksi oleh Zano. semua teman-temannya benar-benar menertawakan nya, bahkan termasuk Efbran yang berada di sampingnya. hanya sekertaris Rey yang dari tadi diam saja, ia terlihat seperti patung hidup


“jadi selama ini untuk apa kau terus gonta-ganti pasangan, kalau akhirnya bakal di jodohkan juga” ledek Efbran. tawa masih tersisa dari bibir **** nya itu


“kalian kan tau selama ini aku selalu salah memilih pasangan. cantik tapi hanya memporoti ku saja. aku benar-benar sudah bosan berpacaran dengan wanita cantik sekarang. tapi setelah berpacaran dengan rani malah tidak di restui, dia memang tidak cantik dan apa adanya. tapi dia mampu membuat ku jatuh cinta padanya dan dia juga tidak pernah meminta ku membeli kan nya ini itu. ia sangat sederhana aku suka itu”


ucap Zano panjang lebar. apalagi saat membayangkan ayahnya menyuruh nya agar segera mengakhiri hubungannya dengan wanita kampungan itu yang membuat nya seketika malas untuk bekerja Harini dan memilih datang ke mari


“mungkin kau saja yang belum menemukan nya. tidak semua wanita cantik begitu. buktinya pacarku Vania tidak begitu, ya memang semua wanita butuh uang dari pacarnya dan suka foya-foya. itu kan wajar-wajar saja” ucap Efbran


“benar apa yang Efbran katakan. pacar ku juga begitu, walaupun dia sudah kaya tapi kalau sedang berkencan kan harus lelakinya yang membayar. kalau kau tidak ingin di susah kan oleh wanita hanya ada dua pilihan, kalau tidak kau yang kere tidak mampu membiayai wanita muatau wanita itu yang tidak bersyukur memiliki mu” celetuk Evan


“kurang ngajar! aku ini masih mampu ya membiayai wanita ku sendiri. tapi memang mereka saja yang pada matre semua”


“tidak bersyukur memiliki pria ganteng seperti ku” gumam Zano


“memangnya siapa wanita yang ingin di jodohkan kepada mu itu? kau seperti cacing kepanasan. atau jangan-jangan wanita itu lebih tua dari mu?” ledek Evan lagi. dan di iringi gelak tawa dari bibirnya


“ya, mana aku tahu?! yang jelas dia anak temanya ibuku. ibu ku bilang kalau dia seorang model!”


“wah, pasti dia sangat cantik” ujar Brian


“masa bodoh. aku tidak perduli dengan itu. mau dia cantik atau buruk rupa sekalipun yang terpenting aku tidak ingin di jodohkan, dan aku akan tetap mempertahankan hubungan ku dengan rani”

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2