
Tok.. Tokk..
pintu di ketok dari luar, sekataris Rey segera berdiri dan membukakan pintunya.
“Silahkan masuk tuan David.”
“Terimakasih Rey”
David langsung berjalan menuju meja kerja Efbran.
“Ada paman wijin di ruang tunggu,”
“Untuk apa ayah ke sini?”
“Ya, mana aku tau. dia hanya menyuruh ku mengatakan nya pada mu.”
David adalah teman sekaligus sepupu Efbran.
Vania sudah selesai menelponnya, ia langsung kembali masuk. pandangan David beralih padanya
“Eh, hey Vani. sejak kapan kau disini?” David sedikit kaget seingatnya wanita ini tidak ada saat ia masuk kemari tadi.
“Hhaa” Vania tertawa kecil. “Aku sedang menelpon Deddy ku tadi. aku juga baru tiba beberapa jam lalu di sini.”
“Ohh.” David mengangguk-anggukan kepalanya
“Hey, Ef ayo!” dia sudah berjalan lebih dulu.
“Ayo ikut dengan ku.” menarik pergelangan tangan vania.
“Sayang, kita mau kemana?”
“Ada ayah di ruangan tunggu.”
sekretaris Rey mengikuti mereka dari arah belakang.
setelah sampai di ruangan tunggu terlihat dua orang yang sedang duduk di sofa, wijin dan sekretaris nya. begitu juga David yang baru ikut duduk
"Ef, ke marilah!"
Efbran duduk, begitu juga dengan Vania. mereka duduk di sofa yang berhadapan dengan ayahnya. di atas meja sudah banyak sekali makan.
“Vania!” wijin menatap Vania. “Sejak kapan kau menjemput pacar mu ini?” Matanya beralih menatap Efbran
“Saya baru saja tiba beberapa jam yang lalu tuan.” Vania yang menjawab
“Apa ada hal penting? tumben sekali ayah kemari?”
biasanya kalau wijin datang ke mari pasti ada hal penting, atau menyangkut dengan perusahaan
__ADS_1
“Ayah hanya ingin mengingat kan mu. untuk mengundang semua orang yang bekerja di perusahaan ini untuk datang ke pernikahan Brama”
“Tenang saja, Rey bisa mengurus itu.” menunjuk sekretaris Rey dengan ekor matanya
“Dan juga ayah ingin makan siang dengan kalian semua, sudah lama kan kita tidak makan siang bersama seperti ini.”
karena urusan pekerjaan mereka memang jarang sekali makan bersama apalagi di waktu siang. Efbran juga biasanya pulang larut malam, apalagi kalau urusan pekerjaan belum selesai dia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor, atau pulang ke apartemen nya. yang berada tidak jauh dari gedung ini
“Duduk lah Rey!” Wijin menepuk sofa yang kosong di sebelah nya.
“Tidak perlu Ayah, saya bisa makan nanti saja.”
“Aku ingin kita makan bersama, bukannya melihat mu berdiri saja di situ. ke marilah!” dia menepuk sofa lagi si sebelahnya yang masih kosong.
“Iya, Rey memang kau mau hanya berdiri sendiri di situ dan melihat kami makan semua ini.” David menunjukkan makanan yang berada di atas meja.
“Duduk lah Rey!” Efbran yang berkata.
“Bauik, tuan”
setengah jam berlalu setelahnya. beberapa pelayan wanita masuk membersihkan sisa-sisa makanan yang masih berada di atas meja.
sedangkan wijin sudah kembali dengan sekretaris nya
begitu juga dengan Efbran dan David yang kembali ke ruang kerja mereka masing-masing.
...----------------...
Hallo. suara seorang laki-laki di dalam handphone
maaf Rin, seperti kita tidak bisa bertemu dulu aku sedang bekerja sekarang.
“Bekerja, bukan kah ini masih siang?”
iya aku menggantikan shift siang ka Erika. dia mengabari ku kalau Kaka iparnya sedang melahirkan.
“oh, begitu ya”
aku matikan telepon nya dulu ya, banyak barang yang datang hari ini. telpon di matikan secara sepihak
Airin mengerucutkan bibirnya, padahal dia belum selesai berbicara. dia berjalan menuju sopir nya.
“Anda, sudah selesai nona?”
“Sudah pak.”
sopir itu membukakan pintu mobil, setelah Airin masuk, dia juga kembali masuk ke kursi depan. setelah hampir setengah jam mobil berjalan, tiba-tiba satu ide cemerlang muncul di kepalanya
“Pak kita belok kiri ya, saya mau ke minimarket dulu.”
__ADS_1
“Baik nona.”
mobil berhenti tempat di depan minimarket
“Tunggu sebentar ya pak?”
“Baik nona.”
Airin langsung masuk ke dalam minimarket. Dia melihat seorang kasir yang sedang sibuk melayani pelanggannya, dia tersenyum tipis. Airin mengambil dua bungsu roti dan satu air minum mineral.
dia langsung berjalan ke meja kasir. setelah beberapa menit mengantri ia meletakkan belanjaan di atas meja kasir
“Ini saja kak?” matanya masih fokus melihat komputer. Airin hanya tersenyum sambil tangannya menutupi mulutnya
setelah seorang kasir laki-laki itu memutar matanya, ia langsung kaget. “Airin, sejak kapan kau disini?”
“Hihi, kau pasti kaget ya aku sengaja ke sini ingin bertemu dengan mu.” wajah nya menampilkan senyum bahagia, karena sudah berhasil membuat pacar nya kaget
“Yasudah ayo kita duduk di sana.” menunjuk kursi
Airin mengambil belanjaannya tadi dan membawanya duduk di kursi, dia membuka roti nya
“Kau pasti belum makan siang kan?” Airin memberikan satu bungkus roti ke pacarnya. Reza mengambil nya
“Apa sudah selesai kuliahnya?”
Airin mengangguk. mereka berdua makan roti nya bersama, meskipun hanya roti tapi jika di nikmati bersama apalagi kalau dengan pasangan akan terasa lebih nikmat
“Apa kau bekerja sampai malam za?”
“Sepertinya begitu. tapi nanti aku akan pulang dulu sebentar.”
Reza bukan lah orang yang terlahir dari keluarga berada, jadi dia harus bekerja demi memenuhi kebutuhannya. sangat berbeda dengan Airin, yang memiliki segalanya. tapi meskipun begitu tidak menghalangi cinta mereka berdua
Reza tau Airin berasal dari keluarga yang kaya begitu juga dengan Airin, mereka sudah tau satu sama lain. tapi hanya saja mereka belum berani jujur dan mengatakan nya kepada keluarga Airin. hanya mereka saja yang tau dengan hubungan nya kecuali adiknya Alyssa yang tau juga.
roti yang mereka makan sudah berpindah ke dalam perut. mereka berdua masih asyik mengobrol. sampai tidak menyadari kalau sopir nya juga ikut masuk ke minimarket
“Apa anda sudah selesai nona?” ia berdiri lama tadi di dekat mobil, tapi nona yang ia tunggu tidak juga keluar. sampai akhirnya ia memilih menyusul
Airin kaget, ia langsung menarik tangannya yang tadi sedang ber genggaman.
“Mmm, iya pak.” dia langsung berjalan ke luar dari minimarket, tidak lama ia memalingkan wajahnya lagi
“Aku pulang dulunya, jangan lupa telpon aku nanti!” berteriak namun tampa suara, tangan nya ia letakkan di telinga seperti mengisyaratkan orang yang sedang menelpon.
Reza mengangguk kepalanya dan melambaikan tangan.
setelah sampai di luar Airin langsung masuk ke dalam mobil. sopir yang tadi menyusulnya heran kenapa nona muda nya keluar tampa membawa apapun padahal ia tadi lama di dalam minimarket. tapi dari pada menanyakan nya ia lebih memilih diam dan bingung sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....