Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
21. Senjata makan tuan


__ADS_3

kena kau sekarang!


Vania masih meminum, minuman yang ada di tangannya. sesekali masih melanjutkan obrolannya dengan gladis. ia mengipas-ngipaskan tangannya karena merasa sangat gerah, tubuhnya juga berkeringat


“eh, itu pacar ku. aku ke sana dulu ya. Van thanks ya minuman nya” gladis meningkatkan mereka berdua


apa pacar? rencana ku bisa Gagal kalau seperti ini


“Gla, apa bisa nanti saja pergi nya?!” cegah Vania. ia benar-benar panik sekarang


“No, Van. pacar ku sudah menjemput ku!”


Vania menatap kepergian gladis. ia merasa bodoh. kenapa tidak ia tanya dulu, tadi gladis pergi dengan siapa kemari


Vania juga merasa heran tampak nya,


obat yang ia berikan tadi tidak bereaksi pada gladis. ia menatap Alex di samping nya Alex sedikit berkeringat


Gawat, tidak mungkin kan aku salah menaruh gelas nya tadi!


Vania kembali menatap Alex lagi.


“Ayo kita minum lagi” ucap Alex sambil mengangkat gelas miliknya


Vania menatap gelas miliknya juga. Tidak! aku tidak ingin lagi minum ini


Vania berdiri. “sepertinya ini sudah sangat larut aku harus pulang sekarang!”


“bukan kah, kau sudah biasa pulang larut malam. bahkan kau biasanya juga pulang pagi”


Vania berbalik menatap Alex sambil memegangi kepalanya. seperti obat tadi sudah mulai beraksi pada diri nya


“itu dulu tapi sekarang sudah tidak”


Vania berjalan sempoyongan keluar. obat perangsang dan alkohol yang ia minum sudah bereaksi.


Alex ikut keluar mengejar Vania. ia masih bisa mengontrol dirinya, meskipun ia juga meras panas sekarang


Alex meraih tangan vania. “ mau kemana, kau sedang mabuk sekarang?!”


“lepaskan aku!” teriak Vania


“ini pasti gara-gara kau kan!? kau yang menukar minuman ku dengan minuman gladis?” ucap nya dengan masih berteriak


“salah mu sendiri, kalau kau ingin menjebak ku pakai lah cara yang pintar sedikit!” Alex tersenyum menyeringai


“lepaskan aku!!”

__ADS_1


“kau harus bertanggung jawab. berani berbuat harus berani menanggung resikonya”


“Aku tidak akan pernah mau!!”


Alex semakin menggenggam kuat, tangan Vania. tatapan matanya juga tajam.


tapi secepat kilat tatapannya, melunak.


“vania! apa kau tidak bisa beri aku satu kesempatan bersama mu”


“Hem, kesempatan apa?!” Vania tersenyum smirk. meskipun dalam ke adaan mabuk. tubuhnya terhuyung, ia juga memegangi kepalanya sambil memejamkan mata. tapi dengan mulut yang terus berbicara


“Aku mencintaimu. Vania!?” Alex menggenggam erat tangan Vania. tapi tidak sekasar tadi.


“Hahaha, Alex sudah berapa kali aku mengatakan aku tidak mencintaimu”


“aku tidak tau apa kau mencintai Efbran atau kau hanya mencintai harta nya. aku tidak perduli dengan itu. aku hanya ingin kau menjadi wanita ku, dan aku tidak akan melarang mu untuk masih berhubungan dengan Efbran”


Vania mendongakkan kepalanya ke atas. ia tertawa lagi. lalu menatap Alex


“Alex, alex! ” tangannya sambil memukul dada Alex. dengan mata yang masih merem melek


“apa kau tidak bisa mendapatkan wanita di luar sana sampai memohon begitu kepada ku. haha!”


Vania mendekat kan wajah nya ke telinga Alex. aroma alkohol tercium dari mulutnya


menyingkirkan dada Alex dengan telunjuk nya.


“kau tidak menarik sama sekali!”


rahang Alex mengeras mendengar perkataan Vania. tangannya pun terkepal kuat. sekarang ia dihina oleh wanita yang sudah lama ia suka. Alex bahkan sudah menyukai Vania sejak ia dan Vania masih duduk di bangku sekolah dulu. sampai akhirnya Vania jadian dengan teman sekelasnya, ia harus merelakannya. tapi seiring berjalannya waktu hubungan Vania pun akhirnya berakhir. Alex sangat senang mengetahui hal itu, tapi saat itu Alex belum berani mengatakan perasaannya pada Vania. hampir bertahun-tahun ia memendam nya sendiri. sampai akhirnya ia harus sakit hati untuk kedua kalinya. setelah Vania berpacaran dengan Efbran. tapi ia lebih sakit lagi mendengar siapa pacar Vania, laki-laki yang tidak bisa ia tandingi. sampai malam ini Vania menghina nya gara-gara laki-laki itu.


Alex menarik kasar tangan Vania. Vania kaget


“hey, apa yang kamu lakukan. lepaskan tanganku! sakit!?” sekuat tenaga Vania melawan nya sambil tangannya yang satu memukul kepala Alex sekuat mungkin


“Aku tidak akan pernah melepaskan. sudah cukup selama ini aku bersabar!”


“apa maksud mu, lepas kan aku!?” Vania semakin kuat memukul Alex. Alex berusaha menghindari dan melawan nya, sampai “Plakk”


Alex tidak sengaja memukul Vania


“Ahk, sakit!” rintih Vania. sampai akhirnya ia pingsan karena pengaruh alkohol juga


“Vani.. Vania! aku tidak sengaja”


Alex mengendong Vania. membawanya ke hotel yang tidak jauh dari sana

__ADS_1


Setelah sampai di kamar hotel. Vania kembali sadar tapi dengan mata yang masih terpejam


“Hmm!”


“Sayang, kita di mana sekarang?!” ucap Vania tak sadar. matanya masih terpejam, ia membayangkannya Efbran yang mengendong nya sekarang


“apa kau sudah sadar?”


Alex meletakkan pelan tubuh Vania di kasur. belum sempat Alex berdiri Vania menarik kerah baju nya, sampai ia terjerambah di atas Vania.


“Efbran aku sangat mencintaimu!” ucap Vania ngelantur


Alex kembali emosi saat Vania menyebut nama itu. ia bangkit dan berdiri, masih menatap Vania yang terbaring di depan nya. Alex sudah tidak bisa lagi mengandaikan hasrat nya, ia sangat ingin mendapatkan Vania malam ini.


tapi di ujung hatinya ada rasa takut juga. takut kalau Efbran tau apa yang terjadi. meskipun ia tidak menyukai laki-laki itu, tapi ia tetap takut kalau berhadapan secara langsung. Alex duduk di sofa yang ada di kamar itu. ia membuka baju nya karena merasa sangat gerah tapi masih memakai baju kaos sebagai dalaman


15 menit kemudian. Alex masih duduk di sofa.


“Hmm, kau!”


Vania Sadar. ia kaget saat melihat Alex. Vania langsung turun dari ranjang menuju pintu keluar.


“hey, kamu mau kemana?” Alex menghadangnya di depan pintu.


“Menyingkir lah!?”


“kau sedang mabuk Vania. kau belum sepenuhnya sadar, banyak laki-laki hidung Pelang di bawah”


“aku tidak perduli. bersama mereka lebih baik dari pada berdua bersama mu disini!”


“apa kau tidak bisa melihat kebaikan ku sedikit. aku menyayangimu Vania, dan aku perduli dengan mu”


“mungkin dirimu saja yang merasa seperti itu. sedangkan aku, aku bahkan kasihan melihat mu. selalu mengejar-ngejar wanita. bahkan gladis juga mengakhiri hubungan kalian karena kau tidak bisa memberikan apa yang dia mau kan. kau sungguh menyediakan Alex. sedangkan aku, Efbran bisa memberikan apapun yang aku mau. bagaimana aku bisa meninggalkan nya hanya karena laki-laki tidak berguna seperti mu. ”


Alex tidak bisa menahan diri lagi. ia mendorong kasar Vania hingga terjerambah di ranjang


“baiklah, akan aku perlihatkan. kau menyebut ku laki-laki tidak berguna kan tadi”


Alex sudah melepaskan kaos nya


“Apa yang kau lakukan?!” teriak Vania


Alex menelusuri bibir Vania, hingga ke leher putih nya. Vania tidak berhenti mengeluarkan kata-kata dari mulutnya


cukup lama mereka melakukannya. sampai Vania juga ikut terbuai dengan berlaku Alex. apalagi mereka berdua dalam pengaruh obat pra***ng


malam ini akan menjadi, malam penyesalan bagi Vania. dan terjadilah peristiwa yang tidak harus nya terjadi.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2