Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
13. pernyataan cinta


__ADS_3

“Rahasia apa?”


Efbran sudah berdiri di belakangnya dengan sekretaris Rey.


“Sa.. sayang, kalian sudah selesai?”


“Kau menyembunyikan sesuatu dari ku?”


“Ti.. tidak sayang. sungguh, tadi temanku yang menelpon, kami berencana ingin merayakan ulang tahun teman ku Minggu depan. jadi kami ingin merahasiakan ini karena ingin membuat surprise di ulang tahunnya nanti.”


“Benarkah?”


“Aku tidak berbohong, mungkin kau hanya mendengar sepenggal dari kata-kata ku tadi.”


sejak kapan mereka berdiri di belakang ku? aku berharap mereka benar-benar tidak mendengar apa yang ku katakan tadi.


“Jangan berani main-main di belakang ku! kau sudah pernah melihat aku marah kan!?”


Efbran berkata tepat di telinga Vania. mereka sudah berada di dalam mobil sekarang. tubuh Vania bergidik merinding, kakinya gemetaran.


kejadian satu tahun yang lalu kembali melintas di kepalanya.nyalinya sedikit mencuit mengingat masa itu.


...----------------...


Bella baru saja turun dari kamarnya. dia langsung menuju ruang makan. di sana sudah ada kakaknya yang sedang memasukkan bahan-bahan untuk membuat kue ke dalam keranjang.


“Kakak, mau kemana pagi-pagi begini?”


Belna menghembuskan nafas nya pelan.


“Aku ingin memulai hidup baru ku Bell,” dia menatap adiknya.


“aku tidak mau terus-terusan sedih memikirkan nya. aku akan mulai bekerja seperti biasanya,”


“Tapi kak, kata Jhon. kak zigo di paksa nikah oleh Deddy nya, bukan kehendak dirinya sendiri,”


Belna ikut duduk di meja makan. berhadapan dengan adiknya.


“Apapun alasannya aku tidak ingin mendengar kan nya lagi. dia menyuruhku menunggu nya di jalanan, bahkan sampai pagi pun dia tidak menjemput ku, hingga akhirnya aku pulang dengan berjalan kaki di saat sedang hujan deras,”


“Dan yang paling menyakitkan lagi. esok harinya kakak mendengar berita bahwa dia sudah menikah dengan wanita lain. Tampa sepengatahuan ku!” ucap nya getir


“Maaf kak. seharusnya aku tidak mengungkit masalah ini.” Bella merasa bersalah dengan ucapan nya


sepertinya memang tidak perlu mengatakan tentang kondisi ku kepada kakak. selama ini dia sudah bekerja keras untuk ku. aku tidak ingin menambah masalah nya lagi


“Sudahlah bell, kakak juga tidak ingin memikirkan masalah ini.”


setelah sarapan mereka berjalan bersama keluar dari rumah.


“Apa kakak ingin numpang dengan ku?”


“Tidak perlu, kakak akan pakai mobil sendiri. apa Jhon tidak menjemputmu?”


“Mom nya sedang masuk rumah sakit. jadi dia tidak bisa menemani ku hari ini,”


“kasian. yasudah, kau hati-hati di jalan ya. jangan lupa minum obat mu!”


“Baiklah.”


mobil Bella sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


Belna juga masuk ke dalam mobilnya. dia memiliki usaha kecil-kecilan sebagai penjual kue, dia juga sudah memiliki toko meskipun tidak terlalu besar. tapi jualan nya cukup laris manis


“Baiklah, mulai sekarang lupakan dia!”


Belna menancap kan gas mobilnya keluar dari pintu gerbang.


“Mulai sekarang ayo fokus kan diri untuk bekerja saja. aku tidak ingin terus-terusan membebani Bella untuk menghidupi keluarga.”


di tempat lain. bella baru saja sampai di tempat nya bekerja. hari ini dia ada jadwal untuk mengiklankan sebuah produk.


setelah masuk ke tempat nya, ia berganti baju dan siap di make over.


beberapa jam berlalu setelah nya. Bella sudah selesai dengan pekerjaannya. ia sudah berjalan ingin pulang.


“Nona, maaf, mengganggu waktu nya sebentar,”


seorang laki-laki menghampirinya.


“Iya. ada apa?”


“Anda jangan pulang dulu. tuan kami ingin bertemu dengan anda,”


“Tapi waktu kerja ku sudah selesai,”


“Ini bukan masalah pekerjaan nona,”


“Lalu?”


“Anda bisa ikut saya sekarang?”


Bella mengikuti laki-laki itu. sampai di sebuah ruangan.


“Tuan ada di dalam nona, ia ingin bertemu anda. nona bisa langsung masuk saja!”


“Ini tidak ada urusannya dengan pekerjaan nona. anda tentang saja, apa anda mau saya antara ke dalam?”


“Tidak perlu aku bisa sendiri!”


Bella memasuki ruangan itu. seorang laki-laki sedang duduk di sofa.


“Bella, silahkan masuk!” wajahnya tersenyum cerah. dia lumayan taman.


“Iya tuan, tadi kata seorang petugas. anda menyuruh saya untuk datang menemui anda?”


“Ah, iya. aku yang menyuruhnya. duduk lah!”


“Apa ini masalah pekerjaan?”


“Hha tidak Bella. aku hanya ingin makan siang bersama mu,”


“Tapi tidak perlu berdua seperti ini juga kan. kita bisa makan di kantin,” Bella mencoba menolak secara halus.


“Duduk lah!”


laki-laki itu menarik tangan Bella. hingga akhirnya ia jatuh ke sofa dekat dengan laki-laki itu, Bella menggeser posisi duduknya.


dua orang pelayan wanita masuk membawa menu makan siang. setelah meletakan nya di atas meja, mereka berdua kembali keluar.


laki-laki itu mengambil segelas air minum untuk Bella.


“Minum lah!”

__ADS_1


“Saya bisa sendiri tuan.” Bella merasa canggung ia ingin segera pergi dari sini.


mereka berdua menikmati makanannya. Bella hanya diam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


“Bagaimana, apa makanan nya enak?”


“Hha. iya enak tuan,”


Bella membersihkan mulut nya dengan tisu. ia sudah selesai makan.


“Apa setelah ini langsung pulang?”


“Iya tuan.”


tiba-tiba laki-laki itu menggenggam tangan Bella. dia kaget dan langsung ingin menarik nya, tapi laki-laki itu malah menggenggam nya semakin kuat.


“Tu.. Tuan lepaskan saya!!” dia sudah takut. tubuhnya semakin bergeser ke sisi sofa, hingga akhirnya tubuh nya sudah berada di penghujung sofa. ia tidak bisa bergeser lagi. laki-laki itu semakin mendekat pada nya.


“Tuan apa yang ingin anda lakukan!!?” suaranya sudah setengah berteriak.


“Bella tenang lah aku tidak akan melakukan apapun,”


“Lihat aku sekarang!”


napas Bella masih naik turun. ia memberanikan diri untuk menatap laki-laki yang ada di depan nya. tangan mereka masih saling bertautan.


“Aku mencintaimu Bell, aku sangat mencintaimu!!”


Bella masih terdiam, ia tidak tau harus berkata apa.


“Bella!!”


“Maaf tuan, anda sudah berulang kali mengatakan ini kepada saya. tapi saya benar-benar tidak bisa menerima anda!”


“Kenapa kau selalu menolak ku!?” suara nya naik beberapa oktaf. Bella semakin meringkuk ketakutan.


“Apa ada yang salah pada diriku!?”


kini ia sudah bisa menguasai dirinya sendiri. tubuhnya kembali tegak.


“Apa perlu kita mengulangi ini terus tuan! anda terus mengatakan cinta kepada saya, dan saya selalu menolak nya!”


“Saya menolak anda bukan karena diri anda, dan bukan karena siapa anda! tapi saya menolak anda karena saya memang tidak pernah mencintai anda, dan saya di sini hanya untuk bekerja, bukan untuk melakukan urusan yang lain!”


“Dan maaf, kalau anda tergoda dengan saya,”


Bella mengibaskan tangannya. dia sudah berdiri, sorot matanya sangat tajam.


“Terimakasih atas makan siang nya tuan.”


“Saya harap anda bisa menghargai keputusan saya.” ia langsung berjalan keluar.


laki-laki itu menatap tajam ke arah pintu yang sudah tertutup. Bella sudah tidak terlihat lagi.


“Baiklah Bella, kalau kau tidak mau dengan cara baik-baik, jangan salahkan aku untuk melakukan Apapun pada mu!” ia tersenyum menyeringai.


Bella keluar dari gedung itu, dan langsung masuk ke mobilnya. ia menarik napasnya memburu.


“Baiklah Bella, tenang lah,” Bella mengelus-elus dadanya yang sedikit sesak.


sebenarnya ia sudah biasa mendengar pernyataan cinta dari setiap laki-laki. ia juga harus cukup pintar menolak nya, kejadian buruk pun sudah sering menimpa nya. ia pernah di culik dan di bawa ke sebuah hotel oleh seorang, tapi untung saja Jhon datang tepat waktu dan menyelamat kan nya.

__ADS_1


karena hal ini sikap nya berangsur-angsur berubah menjadi sangat dingin kepada setiap laki-laki, karena menganggap laki-laki itu sama saja hanya menginginkan tubuh nya.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2