
di kantor Efbran baru saja menyelesaikan meeting dengan rekan kerja nya. ia kembali ke ruangan. dan duduk di kursi kerja nya
sekertaris Rey berjalan mendekat.
“tuan. ada banyak telpon dari nona Vania. maaf saya tidak mengangkat nya tadi, karena hp anda sedang di silent”
“berikan pada ku”
“baik, tuan!”
sekertaris Rey menyerahkan hp nya ke tangan Efbran. Efbran mengambil hp itu dan menelpon balik Vania.
sedangkan Vania yang berada di sana. ia baru saja bangun dari tidur nya. ia tertidur sebentar tadi
“syukurlah. berarti tadi hanya mimpi”
Vania mengelus-elus dadanya. sambil menghembuskan nafas nya pelan. ia bermimpi Efbran memaki nya dan bahkan memutuskan hubungan mereka.
tring!....tring!...
suara hp mengganggu lamunannya
hp Vania menyala tertulis nama boyfriend di sana dengan emoji love merah. ia ragu-ragu menggeser tombol hijau nya
bagaimana kalau Efbran sudah mengetahui nya . bagaimana kalau dia menelpon ku hanya untuk marah padaku dan memutuskan hubungan.
“bagaimana ini?” Vania panik ia sudah turun dari ranjang dan berjalan mondar mandir
“baiklah Vania tenang. Efbran pasti tidak akan tau tentang ini. dia menelpon mu pasti karena sedang rindu dengan mu” ia berbicara sendiri meyakinkan diri nya. menghirup udara lalu menghembuskan nya pelan
jari jempol nya sudah menggeser tombol hijau
kenapa lama sekali. suara Efbran di sana. nada bicaranya tidak terdengar seperti orang yang sedang marah
“ak.. aku sedang tidur tadi sayang” gelagapan Vania menjawab. ia masih panik, bayangan di mimpi nya tadi masih berputar di kepalanya
aku sedang bekerja, jadi tidak bisa mengangkat telpon mu tadi.
“benarkah sayang? apa aku mengganggu mu?!”
kau tidak pernah menganggu ku. Vania sayang
wajah Vania tersenyum senang. apalagi mendengar kata-kata sayang dari Efbran. laki-laki itu memang sangat jarang memanggil nya dengan sebutan begitu
__ADS_1
“lalu kapan kau mau menyusul ku kesini? aku sangat merindukanmu!” ucapnya yang terdengar sangat manja
tunggu pekerjaan ku senggang dulu Vania. aku akan menyusul mu ke sana
“bagaimana dengan perusahaan mu di sana sayang. apa semuanya berjalan dengan lancar?”
Vania sengaja menanyakannya. apa ada sesuatu yang terjadi di perusahaan seperti yang Alex katakan. tapi Vania tidak menyadari kalau pertanyaannya Barusan mengundang kecurigaan Efbran sewaktu-waktu
semua nya berjalan lancar seperti biasa. jawab Efbran
berarti apa yang Alex katakan itu sepertinya belum di ketahui oleh semua orang. tapi aku jangan terlalu percaya dulu pada nya. bisa saja kan kalau Alex hanya membohongi ku. Tidak mungkin ia berani berurusan dengan Efbran. paling juga Alex sengaja mengatakan begitu hanya untuk mengancam ku.
cukup lama mereka mengobrol lewat hp sampai akhirnya Efbran memutuskan sambungan. karena harus kembali bekerja
sekertaris Rey yang duduk di meja kerja nya sampai kiri meja Efbran berwajah masam. ia baru saja mendapatkan telpon dari perusahaan cabang yang ada di luar kota. David mengabari ada terjadi masalah di sana
ia berdiri dan melangkahkan mendekati meja kerja tuanya.
“tuan!” ucapnya menunduk
Efbran mendongak. “ Hmm. ada apa?”
“ tuan David baru saja mengabari dari luar kota. terjadi masalah di perusahaan cabang. ada orang yang berhasil membocorkan data perusahaan.”
“iya, tuan!” ucap nya dengan masih menunduk.
“pelakunya masih belum di temukan, tuan. semua nya masih dalam penyelidikan. kemungkinan besar pelaku nya orang kita sendiri, karena tidak mungkin orang luar tahu di mana letak data perusahaan”
“Cih, bagaimana David bekerja sampai tidak becus begitu!”
sedangkan David yang masih berada di perusahaan cabang. ia sedang duduk di kursi kekuasaannya. ia di percaya sebagai pengelolaan perusahaan ini. ia adalah orang kedua di perusahaan ini setelah Efbran.
“siapa di balik dalang semua ini? sepertinya orang itu mengantarkan nyawanya kemari. berani sekali menantang Grafin group. sepertinya ia tidak kenal siapa Presdir nya”
tok...tok... suara ketukan pintu dari luar.
“masuk!”
seorang laki-laki muda masuk keruangan itu. ia menundukkan kepala sebelum berbicara
“maaf, tuan. kami belum bisa menemukan siapa pelakunya, sepertinya dia melakukan nya dengan sangat rapi. bahkan kamera cctv Mun tidak menunjukkan bukti kalau data perusahaan di bobol”
“aku tidak mau tau, cari pelakunya sampai ketemu. kalau perlu kau sewa orang untuk membantu mu”
__ADS_1
“baik tuan. saya akan mencari siapa orangnya sampai ketemu, dan membawa nya ke hadapan tuan”
“Hmm!”
“saya permisi tuan” laki-laki itu menundukkan kepala lagi sebelumnya ia keluar dari ruangan itu.
“kenapa akhir-akhir ini banyak sekali masalah di perusahaan?”
David mengepalkan tangannya. “ pasti Efbran kehilangan kepercayaan nya pada ku, untuk mengelola perusahaan ini”
tidak lama hpnya yang berada di atas meja berbunyi. ia melihatnya
“ah, bener kan kata ku. dia bahkan langsung menelpon ku”
David mengangkat nelpon itu, dan meletakkan nya di telinga nya.
bagaimana kau bekerja? Kenapa sampai terjadi kebocoran data? kau benar-benar tidak becus!
David menjauh kan hpnya dari telinganya. suara nyaring Efbran menusuk sampai ke dalam telinga nya
“aku juga tidak tau. tidak pernah terjadi masalah seperti ini sebelumnya. sepertinya memang ada penghianat di dalam perusaan ini. ia bermain sangat rapi, bahkan anak buah ku belum bisa mendeteksi siapa orangnya”
temukan orang itu secepatnya. setelah mengatakan itu Efbran langsung memutuskan sambungan telepon nya
“orang ini, bahkan aku belum selesai berbicara dia sudah main menutup telponnya saja”
David melempar hpnya ke atas meja. ia menatap langit-langit ruangan
“kira-kira siapa orang itu. aku akui dia sangat berani dan hebat”
...----------------...
sekretaris Rey memarkirkan mobil nya tepat di halaman rumah. ia berjalan kebelakang, membukakan pintu mobil untuk tuan nya.
Efbran keluar. sebelum ia masuk ke rumah, ia kembali membalikan badannya.
“Rey! cari orang itu sampai ketemu”
“baik, tuan!”
Efbran berjalan memasuki rumah. ia langsung menuju kamarnya, ini sudah sangat larut malam. beberapa lampu sudah padam di ruangan tertentu. ia memang sudah biasa pulang jam segini atau biasanya ia tidur di apartemen nya, yang lebih dekat jaraknya dengan kantor.
BERSAMBUNG......
__ADS_1