
pagi-pagi sekali Jessica sudah memarkirkan mobilnya di halaman rumah Bella.
tidak lama Bella keluar dari rumah. hari ini ia tidak di antar oleh jhon
“ayo Bell.” ucap Jessica. ia sudah berada di dalam mobil. Bella masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi depan
Jessica yang menyetir nya.
“bell!”
“Hmm.” Bella asyik mengotak-atik hpnya
“Bella!” ucapnya lebih nyaring.
bella langsung menoleh. “ada apa?” ucap nya nyaring juga
“kau ingat tidak lusa hari apa?”
“Tuesday!” jawab Bella enteng,
“aku juga tau itu, maksud ku ada hari spesial apa di hari itu?”
“sepertinya tidak ada” jawab Bella ngasal. ia sengaja tidak ingat hari ulang tahunnya Jessica.
“kau ini!” kesal Jessica. tapi ia tidak melanjutkan kata-katanya
Jessica memarkirkan mobilnya. setelah nya mereka berdua berjalan masuk bersama. hari ini mereka ada jadwal pemotretan untuk majalah.
tidak hanya mereka berdua. ada banyak juga teman model nya yang lain.
Bella dan Jessica duduk di kursi. menunggu giliran mereka untuk pemotretan. beberapa model silih berganti untuk di potret. akhirnya setelah cukup lama menunggu, giliran Jessica sekarang. ia sudah berdiri di depan Poto graper beberapa gaya ia tunjukkan, memperlihatkan bentuk tubuh proporsional nya dengan busana yang ia gunakan. Jessica terlihat sangat anggun, ia memang tidak kalah cantik juga dari Bella.
“bell, giliran mu tuh” ucap Jessica ia melap kering yang ada di dahi nya.
bella berjalan ke depan. sekarang ia berdiri tepat di teriknya matahari. Bella menyipitkan matanya karena sinar matahari.
“you ready bella?” ucap Poto graper
“yes!” ucapnya.
matanya menatap lurus ke depan. tidak butuh waktu lama. bella sudah beberapa kali berpose dengan berbagai kaya yang ia perlihatkan. dengan wajah yang tegas dan warna mata birunya, ia terlihat sangat cantik. bak seperti seorang Dewi. rambutnya tergerai bergelombang dengan warna cokelat keemasan yang menjala.
darah kembali mengalir dari hidungnya. tapi Bella belum menyadari itu.
sang Poto graper kembali mengarahkan kamera pada Bella. tapi tidak lama setelah melihat Bella ia kembali menurunkan kamera ke bawah.
“ are you okey Bella?”
tangannya mengisyaratkan pada hidung Bella.
__ADS_1
setelah melihat itu, Bella refleks menyentuh hidung nya. ia kaget ada darah di jari-jari tangan nya
“Amm. saya ke toilet dulu”
Bella segera berlari ke toilet. ia panik. setelah sampai di toilet ia segera membersihkan darah yang ada di hidung nya.
kepalanya terasa sedikit sakit. tapi tidak sesakit kemarin. ia masih bisa menahan nya. setelah yakin hidungnya berhenti mengeluarkan darah, Bella keluar dari toilet. ia kembali melanjutkan pemotretan nya
“apa kau, baik-baik saja Bell?” ucap Poto graper setelah Bella kembali berdiri di tempatnya
“i'm fine!” ucapnya santai
wajahnya tersenyum cerah. tidak terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu. dia memang pandai berakting, meskipun sebenarnya ia tidak sedang baik-baik saja.
Bella melanjutkan memotretnya sampai selesai. semuanya berjalan dengan lancar
setelah selesai ia menghampiri Jessica yang sedang asyik menelpon. Bella memilih duduk di kursi, istirahat sambil meminum air mineral
...----------------...
Efbran baru saja turun dari kamarnya. ia terlambat bangun hari ini. biasanya jam segini ia sudah berada di kantor
Efbran duduk di meja makan. semuanya sudah ada di sana, kecuali Airin dan Alyssa mereka sudah berangkat dari tadi pagi.
hanya ada jellsa, Dania, wijin dan tentu saja juga Dayen. rumah ini memang semakin sepi setelah kepergian Brama. biasanya dia yang selalu menghidupkan suasana. sangat berbeda dengan Efbran yang jarang sekali berada di rumah. karena dia memang sibuk dengan pekerjaannya
Efbran menoleh menatap ayahnya
“iya, itu memang benar. tapi tenang saja aku yakin David bisa mengatasi nya”
“lalu apa sudah ketemu siapa orangnya di balik ini semua?” tanya Dania
“ belum Bu. sepertinya ada musuh di dalam selimut. ada orang yang sengaja ingin menjatuhkan ku, ia melakukan sangat Raffi. sangat Sulit menemukan siapa pelakunya”
“seperti kau harus lebih hati-hati ef! bisa saja orang terdekat mu yang melakukan nya”
“aku memang sempat curiga dengan satu orang di kantor ku. ya, meskipun aku belum bisa membuktikan 100% benar dia yang melakukannya. tapi dari gelagap nya mencurigakan”
“ef, sepertinya kau harus menyewa orang untuk menyelidiki masalah ini!”
“tenang saja oma, aku yakin David bisa menemukan siapa pelakunya”
sarapan pagi sudah selesai. Efbran dan wijin berjalan ke luar bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Dania juga ikut mengantar mereka
“aku berangkat dulu” wijin mencium puncak kepala istrinya
“Rey!” menyapa sekretaris Rey yang sudah berdiri di depan mobil menunggu tuannya.
“Ayah.” ucap sekertaris Rey. sambil menunduk
__ADS_1
wijin mendekat pada sekertaris Rey. menepuk pelan bahunya.
“terimakasih atas kerja keras mu selama ini Rey. kau sudah menjaganya dan menemaninya sampai sebesar ini. aku tahu ini tidak mudah. anak itu sangat keras kepala” menatap Efbran yang sedang terlibat obrolan dengan ibunya
“seharusnya aku yang berterimakasih kepada keluarga ini ayah. karena sudah menerima dan membesarkan ku”
“bagaimana pun kau akan tetap menjadi anak ku. aku tidak pernah membedakan mu dengan Efbran. tidak perduli dari mana asal mu. ayah ingin kalian berdua selalu bersama, temani dia sampai kapan pun Rey dan apa pun yang terjadi nanti”
“ayah tidak perlu khawatir dengan itu. aku sudah menganggap nya sebagai adikku sendiri. aku akan selalu menjaga, lebih dari pada aku melindungi diri ku sendiri”
“mulai sekarang sepertinya kau harus menyelidiki Vania. ayah sedikit curiga pada nya. di saat hari pernikahan Brama, ayah beberapa kali melihatnya menelpon dan bersembunyi dari Efbran”
“baiklah, ayah”
ternyata tidak hanya aku yang merasa begitu. ternyata ayah juga
“tapi jangan sampai ketahuan Efbran. ayah tidak ingin dia kecewa mengetahui ini. ayah juga berharap kalau Vania, tidak seperti apa yang ayah pikirkan”
“baik, ayah”
“kalau begitu ayah pergi dulu”
wijin kembali menepuk bahu sekertaris Rey. sebelum ia masuk ke dalam mobil nya.
sekertaris Rey menunduk hormat setelah mobil yang di tumpangi wijin melaju melewati nya. ia masih berdiri di depan mobil menunggu Efbran
“Ef, apa kau jadi Minggu depan berlibur ke negara XXX. Grandpa dan Grandma menanyakannya pada ibu, sepertinya mereka sangat ingin bertemu dengan mu”
“sepertinya tidak Bu. akhir-akhir ini banyak sekali masalah di perusahaan. Vania juga meminta ku untuk menemui nya di sana, tapi aku harus menunda keberangkatan ku”
“baiklah, tidak apa. ibu akan mengatakan nya nanti pada grandpa dan Grandma kalau kau menunda keberangkatan mu”
“lalu bagaimana hubungan mu dengan Vania. kau jarang sekali bertemu sekarang?” tanya Dania
“baik Bu. kami tetap berkomunikasi lewat telepon”
“hari ini aku akan pergi ke kota sebelah. mengurus perusahaan cabang yang ada di sana. Bu”
“Baiklah, hati-hati”
Dania berjalan mendekati mobil. ia mengantar Efbran sampai masuk ke dalam mobil. setelah Efbran masuk sekretarisnya menutup pelan pintu mobil
“Rey! hati-hati di jalan ya nak?” ucapnya tertuju pada sekertaris Rey
“baiklah bu. sekertaris Rey menundukkan kepalanya sebelum masuk ke dalam mobil.
klakson mobil di bunyikan setelah mobil melaju keluar dari gerbang. Dania melambaikan tangannya sambil tersenyum.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1