Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
3. Vania Amora


__ADS_3

Mobil memasuki parkiran di bandara. Sekretaris Rey keluar dan membukakan pintu mobil untuk tuan nya. seseorang menghampiri mereka dan menyuruh tuan Efbran untuk menunggu di suatu ruangan.


sudah hampir 30 menit dia menunggu di sana. dia mulai bosan karena sosok yang ia tunggu belum juga terlihat batang hidungnya. Efbran berdiri


“Rey aku sudah bosan di sini ayo kita pergi.”


dia sudah berjalan keluar di ikuti sekertaris Rey. padahal makanan dan minuman yang di sediakan di ruangan tadi belum sempat ia sentuh.


setelah sampai di luar ia belum melihat sosok yang ia cari, cukup lama ia berdiri. sampai ada seorang yang memeluk nya dari belakang. ia langsung berbalik. terlihat seorang wanita cantik yang memiliki tubuh tinggi dan langsing bak model. dia adalah Vania Amora


“Apa kau sudah lama menunggu ku?” Tanya Efbran


“Hmm lumayan juga, aku sudah memesan makanan di sana. ayo kita makan dulu, lagi pula ini sudah jam makan siang kan”


menunjuk restoran yang ada di seberang sana yang sedang ramai pengunjung.


“Sekertaris Rey!” sapa Vania dengan tersenyum ramah


Sekertaris Rey mengangguk. “Bagaimana kabar anda nona?”


“Aku baik, seperti yang kau lihat sekarang.” ucapnya dengan tersenyum tipis.


Vania mengejar Efbran yang sudah berjalan lebih dulu. dia langsung menggandeng tangan Efbran.


“Sayang aku merindukan mu tau!”


“Benarkah?”


mereka memasuki restoran dengan masih bergandengan tangan. semua meja terlihat hampir penuh. hingga akhirnya mereka memilih duduk di meja dekat jendela. Vania sudah memesan makanan untuk nya tadi


“Kau mau pesan apa sayang? aku sudah memesan makanan tadi.” sambil menghisap minumannya.


seorang pelayan berjalan mendekat.“Selamat siang tuan. Anda mau pesan apa?” dia mengatakan nya dengan wajah yang tersenyum ramah, namun dengan hati yang gugup.


“Jus jeruk saja.”


“ Baiklah tuan.” dia sudah ingin membukakan buku menunya tadi. karena tuan Efbran terlihat lama berpikir, tapi setelah Efbran mengatakan begitu dia langsung gelagapan menutup buku menunya kembali. dia menunduk kepala sebelum berjalan ke belakang.


“Apa kau tidak mau pesan makanan sayang?”

__ADS_1


“aku belum lapar.”


Efbran bukan tipikal orang yang makan di sembarang tempat. sekalipun itu di restoran. Vania yang sudah tau dengan kebiasaan Efbran memilih tidak menanyakan nya lagi.


“Sayang, setelah ini kau mau kemana lagi?”


“Aku akan kembali kekantor dulu, masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan. tapi aku akan mengantarmu dulu kembali ke rumah.”


“Aku tidak ingin kembali ke rumah dulu sekarang!”


“Kenapa? ada ibu di rumah. kalian sudah lama tidak mengobrol berdua kan?”


“Iyaa, tapi kan aku tidak enak kalau hanya datang sendiri.”


“Baiklah, apa kau mau ikut dengan ku?”


“Iya aku mau. sudah lama juga kan aku tidak ke Grafin gruop.” dia mengatakannya dengan wajah yang sangat senang.


“Ini pesan anda nona,” meletakan makan di depan Vania. “Dan ini jus anda tuan.”


“Terimakasih.” ucap Vania dengan tersenyum ramah.


pelayan itu menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tipis.“Sama-sama nona. Anda bisa memanggil saya lagi nanti kalau ada yang anda butuhkan.”


pasti banyak sekali wanita yang ingin berada di posisinya. ya termasuk dirinya sendiri, tapi kalau dia melihat tampang yang begini mana mungkin ia bisa bersaing dengan seorang Vania yang kecantikan nya di kagumi semua orang itu.


Efbran menatap wanita di depan nya yang sedang menikmati makanannya.


“Apa kau lapar sekali? kau makan dengan terburu-buru, lihat bibirmu.” membersihkan sisa saus di bibir dengan tangannya.


“Tidak perlu buru-buru aku akan menemanimu sampai selesai makan.”


“Tapi kamu mau kekantor kan setelah ini.aku tidak mau membuat mu terlambat.”


Efbran terkekeh. “kenapa? aku pemilik perusahaan itu! terserah ku lah mau kembali cepat atau lambat.kau bisa tersedak nanti kalau makan seperti itu.”


di meja lain seseorang sedang memperhatikan sepasang kekasih yang sedang mengobrol. tidak tau apa yang mereka bicarakan, meja yang ia duduki cukup jauh. karena semua meja sudah terisi penuh.


Sekertaris Rey meminum jus nya. dia hanya duduk sendiri, dia melihat di sekeliling nya sangat ramai. orang-orang sedang sibuk mengobrol dengan lawan bicaranya ada yang asik bercanda dengan pacar nya. dia melihat seorang ibu yang makan dengan anaknya, dan sekali-kali sang ibu membersihkan bekas coklat di bibir anak kecilnya.

__ADS_1


“Membosankan sekali!” dia memilih mengalihkan pandangannya keluar.


Dii meja lain, Vania masih menikmati makanannya.


Tret..Trett..


beberapa pesan masuk di hpnya. dia langsung mengeluarkan benda itu dari dalam tasnya.


Vania, kau tidak lupa dengan rencana Kitakan? pesan pertama


kau harus bisa membujuk Tuan Efbran! pesan kedua


hanya ini satu-satunya cara kita. kau tidak mau kalau kariermu ikut hancur kan. pesan ke tiga


orang tua ini! apa dia tidak tau kalau aku baru saja tiba di kota ini. aku kan ke sini untuk menghibur diriku dan tidak mau memikirkan masalah itu dulu. Vania


Akhirnya dia memasukan hpnya ke dalam tas lagi. mengabaikan pesan itu


“Sayang aku sudah selesai.” dia mengambil tisu dan membersihkan mulutnya.


setelah nya mereka keluar menuju parkiran sambil bergandengan tangan. meninggalkan sekertaris Rey yang sedang membayar pesanan mereka tadi. Efbran membukakan pintu mobilnya


“Terimakasih sayang.” ucapnya dengan tersenyum manis. lalu Efbran juga masuk dan menutup pintu mobil nya kembali.


mereka berdua bersi tatap. Vania memeluk lengan Efbran dan bersandar di dadanya.


Efbran mengangkat dagu Vania ke atas hingga bibir meraka bertemu. Cup, Efbran mengecup bibir itu. kini vania sudah duduk tegak dia memeluk leher Efbran dan mengalungkan tangannya di sana. ciuman mereka semakin dalam. 10 menit kemudian mereka menyudahinya dengan napas yang tersengal.


sekertaris Rey sudah kembali masuk ke dalam mobil. adegan ciuman tadi sudah selesai. dia langsung menghidupkan mobil dan keluar dari parkiran.


Vania kembali menyandar kan kepala di dada Efbran dan tangan mereka saling bertautan. Efbran mencium puncak kepala Vania. hingga Vania menoleh dan mereka kembali bertatapan


kenapa dia bisa setampan ini sih. jantung ku, jantung ku rasanya ingin berhenti berdetak.


meskipun ia dan Efbran sudah hampir 2 tahun menjalin hubungan cinta, ia masih saja kerap terpesona dengan laki-laki yang sedang memeluknya ini. ia benar-benar hanya ingin memiliki nya sendiri. sebenarnya Vania wanita yang sangat posesif dan juga memiliki tingkat kecemburuan tinggi


dia akan marah kalau ada wanita lain yang menatap pacarnya di saat mereka kencan. sebenarnya itu wajar-wajar saja wanita mana yang tidak mau melihat wajah seganteng itu. bahkan pasti di dalam hati mereka, mereka ingin sekali menyapa atau hanya sekedar berkenalan.


“Kau cantik sekali.” Efbran berbisik di telinga Vania. dia langsung tersenyum. hatinya seperti di tumbuhi bunga-bunga yang sedang bermekaran. tangan nya menyentuh pipi Efbran.

__ADS_1


“Kau juga, semakin hari semakin membuat ku jatuh cinta.”


BERSAMBUNG.....


__ADS_2