
malam semakin larut. Bella sama sekali tidak bisa memejamkan matanya ia masih terjaga, kepalanya terasa berdenyut-denyut
“Uhukk, uhukk,” Bella berlari ke toilet. setelah ia batuk terdapat darah di telapak tangannya, ia buru-buru mencucinya dan juga membasuh wajah nya. air matanya sudah sedari tadi mengalir bahkan ia sekarang menangis sesenggukan, karena hanya itu yang bisa ia lakukan.
ia kembali lagi ke kamarnya. naik ke atas tempat tidur
apapun yang terjadi nanti, aku tidak kaget aku juga tidak takut, dan aku sudah siap.
tangannya terus menyeka air matanya tapi ia benar-benar tidak bisa berhenti menangis. bahkan kini darah kembali mengalir dari hidungnya. tubuhnya semakin lemah seluruh badannya terasa sakit
Tok..Tokk..
pelayan wanita mengetuk pintu kamar Bella. ini sudah lewat jam makan malam tapi Bella belum juga keluar kamar, membuat pelayan wanita itu memeriksa nya ke kamar atas
“Nona, apa anda sudah tidur” tidak ada jawaban dari dalam sana
“Nona!” pintu terus di ketuk dari arah luar
“Nona, Bella!”
Sedangkan di dalam kamarnya, Bella bahkan terjatuh ke lantai. hidungnya masih mengeluarkan darah nafasnya terasa sangat sesak, seperti orang yang sedang di cekik
ia berusaha bangkit untuk mengambil hpnya yang berada di atas Nakas, tapi tubuhnya begitu lemah tidak mampu untuk menopang berat tubuhnya, ia beberapa kali terjatuh kelantai.
suara pelayan masih terdengar dari luar pintu. tapi apalah daya ia tak mampu lagi berteriak
ia berusaha mendekat ke arah pintu dengan cara mengesot di lantai. tapi lama-kelamaan suara itu tidak terdengar lagi
“H.. help me” (T..olongg aakuu!) ucapnya sangat lirih. tapi tidak ada lagi terdengar suara siapapun dari arah luar, ketukan pintu pun tidak terdengar lagi.
Bella semakin frustasi padahal ia sudah dekat dengan pintu. ia berpaling melihat hpnya yang berada di atas Nakas. ia berbalik arah berniat untuk mengambil hp itu
__ADS_1
setelah dekat. napasnya semakin tersengal, sedikit lagi tangannya berhasil mengambil hpnya. tidak lama hpnya itu terjatuh ke lantai, Bella buru-buru mengambil nya, menghidupkan kembali hpnya. ia berusaha mencari nomor telepon Jhon di tombol pencarian, jari-jari tangan nya gemetaran memencet tombol-tombol hpnya.
Bella bersandar pada Nakas. mengelus dadanya yang terasa semakin sesak di tambah kepalanya yang terasa dari tadi seperti ingin pecah.
tit..tit... telpon sudah tersambung
Halo!
suara Jhon dari dalam telpon. tapi belum ada terdengar suara Bella, suaranya masih tertahan hanya terdengar suara isakan
Hallo, Bella? tidak terdengar suara siapapun. sedangkan Bella berusaha mengumpulkan tenaga nya untuk berbicara, napasnya benar-benar sesak
“J..j..Jhon, helm m..me! (j..j.., Jhon. tolong a..aku!)” ucap nya dengan terbata. sungguh ia hampir tidak bisa berkata-kata lagi, dadanya naik turun
Bella, What's wrong with you? (Bella ada apa dengan mu) suara khawatir dari seberang sana
namun kini Bella benar-benar tidak mampu lagi untuk mengeluarkan kata-kata. hanya ada deruan nafasnya yang memburu, terdengar begitu jelas di telinga Jhon. ia segera mengakhiri panggilan itu, seperti wanita itu sedang tidak baik-baik saja.
“Kau mau kemana Jhon?” tanya mom nya yang sedang duduk di sofa
“Mom, aku ingin ke rumah Bella sebentar”
Jhon langsung keluar dari rumah nya. ia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sedang ibunya berpikir mungkin Bella sedang ada pekerjaan malam-malam begini jadi dia meminta Jhon untuk mengantarnya
tidak butuh waktu lama akhirnya Jhon sudah tiba di depan rumah Bella, ia langsung masuk ke rumah itu. bahkan tampa mengetuk pintu terlebih dahulu, karena ia memang sudah terbiasa begitu. para pelayan pun juga sudah terbiasa dengan kehadiran Jhon dengan cara seperti itu.
ia langsung menaiki anak tangga, menuju di mana kamar Bella berada. Jhon meraih gagang pintu dan memutarnya, ternyata pintu itu di kunci dari dalam. jhon yang memang sudah tau di mana benda-benda di letakkan di rumah ini, ia langsung berjalan ke lemari kecil yang tidak jauh dari sana mencari kunci seratnya setelah ketemu ia langsung bergegas membuka pintu nya
pintu berhasil di buka. ia berjalan ke arah tempat tidur, betapa terkejutnya dia setelah mendapati Bella sudah pingsan di lantai dengan darah yang terus mengalir dari hidungnya.
Jhon langsung berjalan mendekat. meraih tubuh gadis itu
__ADS_1
“Bella!” ia menyentuh pergelangan tangan gadis itu. wajahnya sangat pucat
“Bella, apa yang terjadi dengan mu?” lirih Jhon
ia langsung mengangkat tubuh gadis itu, membawanya keluar dari sini. Jhon berniat membawa Bella ke rumah sakit, saat menuruni anak tangga ada satu pelayan wanita yang melihat. ia berjalan mendekat ke arah Jhon
“Tuan, Jhon ada apa dengan nona Bella?” ucapnya dengan nada yang khawatir namun juga kaget
“Aku juga tidak tau, aku akan membawanya ke rumah sakit terdekat. kau hubungi saja Belna kata kan tentang kondisi Bella padanya”
“Baik, tuan” ucap pelayan itu Patuh.
Jhon mengendong Bella, dan meletakkan nya di kursi belakang. mobil melesat cepat menuju ruang sakit, tidak lama akhirnya mereka sampai juga. Jhon buru-buru membawa Bella masuk, tepat sekali malam itu dokter Nisa yang sedang bertugas
Jhon yang sudah kenal dengan dokter Nisa pun langsung meminta tolong padanya.
dokter Nisa segera menyuruh perawatan untuk membawa Bella masuk keruangan. dan ia menyuruh Jhon menunggu di luar. cukup lama Jhon duduk di kursi menunggu, Belna juga yang sudah berada di rumah sakit langsung menemui Jhon. ia bahkan sangat syok ketika pelayan rumah mengatakan kalau adiknya masuk rumah sakit, ia langsung berlari kemari
“Di mana Bella, Jhon?” ucap Belna panik, napasnya ngus-ngusan, karena ia benar-benar sangat panik.
“Sedang di periksa oleh dokter”
“sebenarnya apa yang terjadi dengan nya?”
“Aku juga tidak tau, dia menelpon ku namun dengan suara yang tidak jelas, aku khawatir jadi aku langsung ke rumah mu. dan ternyata benar, Bella tidak baik-baik saja”
“Aku rasa ada yang Bella sembunyikan dari kita Jhon!”
“aku juga merasa seperti itu, dia sangat aneh akhir-akhir ini”
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE YA GAIS. KOMEN DAN VOTE JUGA. BIAR AUTHOR SEMANGAT🙏