
Pesta ulang tahun masih berlanjut. kini Jessica tengah bercengkrama dengan keluarganya yang lain. dan juga teman-teman dari maminya Caroline, mereka sedari tadi tidak henti-hentinya memuji pesta yang di adakan tidak tanggung-tanggung mewahnya. dan tentunya memuji Jessica juga yang sangat cantik malam ini
Caroline juga tidak tinggal diam. ia juga mengatakan ini itu tentang anaknya Jessica.
“aku juga sangat bangga memiliki Jessica. kalian tau dia bekerja sangat rajin, sama seperti ku. jadi tidak heran di usia muda ia sudah sangat seterkenal ini” tambah Caroline yang ikut memuji anaknya
“wah, ternyata tidak hanya kamu dan suamimu saja ya, yang sudah sukses di usia muda. bahkan anak mu juga mengikuti jejak mu” puji temannya Caroline
“tentu saja” ucap Caroline merasa bangga
malam ini bisa di bilang malam yang sangatt.. bahagia bagi Jessica. apalagi maminya dari tadi tidak melepaskan tautan tangannya, sedari tadi maminya masih menggenggam erat tangan Jessica membuatnya merasa ada kehangatan seorang ibu. dan apalagi mami nya juga ikut memujinya hal yang jarang Caroline lakukan selama ini.
Gelak tawa pun tak henti-hentinya dari meja yang di duduki Caroline dan suaminya. mereka sedari tadi tidak henti mengobrol ini itu dengan teman-temannya tapi intinya tentu hanya memuji keluarga Allson, keluarga terkaya di kota ini.
Jessica pun tidak luput dari pujian mereka. di usia yang masih muda ia sudah menjadi model yang sangat terkenal. bahkan juga di bayar Sangat fantastis. sedangkan Jessica hanya tersenyum menanggapi nya
Jessica memutar bola matanya. mencari di mana keberadaan teman-temannya, ia hanya melihat Stephen, Jhon dan Lian sedang mengobrol. sedangkan yang lain tidak tertangkap oleh penglihatannya
tapi seketika bola mata Jessica menangkap keberadaan seorang wanita yang hanya duduk sendiri sambil menikmati minuman di tangannya.
Bella, memilih memisahkan diri dari teman-temannya ia duduk sendiri sambil menyesap minuman soda yang ada di depan nya, entah sudah berapa gelas gadis itu menghabiskan soda karena sedari ia hanya menikmati minuman Tampa mencicipi makanan yang sudah di sediakan
pandangannya bertemu dengan Jessica. Bella hanya tersenyum sayu saat Jessica juga menatap nya dari kejauhan. setelah itu Bella kembali mengalihkan pandangannya. hanya melihat para tamu yang sedang lalu lalang
sedangkan Jessica yang berada di sebelah sana merasa kasian pada Bella. ia tahu apa yang di rasakan gadis itu. sebuah ide terbesit di pikirannya, gadis itu berdiri dari tempat duduknya. membuat mata semua orang tertuju padanya, karena Jessica sekarang berdiri di depan teman-temannya maminya
“Amm, mi Jessica ke sana sebentar ya”
“kamu mau kemana Jess?”
“hanya menemui teman ku sebenar” ucapannya, ia langsung berjalan menuju kursi yang sedang di duduki teman nya itu
“Bell, kenapa hanya sendiri?” tanya Jessica, ia sudah berdiri di depan Bella
“tidak ada Jess, aku hanya ingin sendiri saja”
“kalau begitu bagaimana kau ikut aku!” Jessica sudah menarik tangan Bella. bahkan Tampa persetujuan gadis itu
“kita mau kemana Jess?” tanya Bella sambil mengikuti langkah temannya itu
“Sudah ikut saja!”
kini mereka berdua sudah berdiri di dekat meja para teman orang tua Jessica.
“Duduk bell!” Jessica menarik kursi menyuruh Bella duduk di sebelahnya. gadis itu menurut
“Oh, ya ini Bella. dia teman model ku yang terkenal itu Lo. bahkan lebih populer dari ku, ia juga model yang di bayar termahal saat ini”
“Wah, jadi ini Gabriella Harris. ternyata lebih cantik dari yang biasanya aku lihat di media sosial”
__ADS_1
“Iya, kebetulan ketemu di sini. nanti boleh Poto bareng ya?!” Ucap para teman-teman wanita Caroline, mereka benar-benar mengagumi kecantikan Bella. ternyata tidak hanya terlihat cantik di saat berpose di depan kamera saja. sekarang pun ia sangat cantik. walaupun Bella hanya memakai makeup senatural mungkin
“Oh, jadi ini teman model mu itu Jess?” tanya Caroline, yang sedang memperhatikan Bella
“Iya, mi”
“Beruntung sekali ya. masih muda sudah sesukses itu” puji Caroline. Bella hanya tersenyum tipis saat pandangannya bertemu dengan Caroline. jujur saja ia belum pernah bertemu ibu dari temannya itu. walaupun ia sudah lama kenal dengan Jessica
“Lalu di mana orang tuamu? ajak dong mereka bergabung kemari juga, kau pasti mengundang orang tuanya Bella juga kan Jess?”
Bella hanya menatap wajah Caroline. lalu kembali menundukkan kepalanya. Tampa ingin menjawab
“Hm, mi. Bella itu sudah tidak memiliki orang tua” ucap Jessica dengan berbisik agar yang lain tidak mendengarnya
“Benarkah, kenapa bisa begitu?” namun tidak dengan Caroline, ia malah mengeluarkan suara yang nyaring. yang pastinya di dengar oleh teman-temannya yang lain
“sejak kapan orang tua mu meninggal bell?” tanya Caroline lagi. ia benar-benar tidak mengerti dengan situasi saat ini. mendengar apa yang di ucapkan Caroline semua teman-temannya Caroline langsung menatap Bella
sedangkan Bella masih tertekun. ia benar-benar tidak percaya orang tuanya Jessica akan menanyakan hal ini di depan banyak orang
“Mi, kenapa menanyakan nya di depan orang banyak si!?” kesal Jessica. ia berbisik lagi di telinga ibunya
“Kamu tinggal di mana bell?” tanya Caroline lagi. mencoba mengalihkan pembicaraannya yang awal tadi
“Saya tinggal di kompleks perumahan nomor Lima, nyonya”
“Oh, di sana. bukannya di sana itu perumahan nya sangat kecil-kecil ya. bahkan juga sangat padat penduduk. kenapa tidak pindah ke rumah yang lebih besar saja Bell, bahkan kau sekarang kan sudah sangat terkenal pasti memiliki banyak uang”
“Oh, begitu ya” ucap Caroline sambil mengangguk-angguk
Meraka semua masih sangat asyik mengobrol. bahkan sudah hampir sampai larut malam. pesta pun Akhirnya selesai, sebelum pulang teman-temannya Caroline yang tadi benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan. mereka pun akhirnya berpoto dengan Bella. bahkan dengan berbagai macam gaya, tak ketinggalan Jessica pun di ajak untuk berpoto bersama juga.
sebelum benar-benar pulang. Jessica pun memeluk Bella mengucapkan terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk menghadiri pesta ultahnya
“Sama-sama Jess. aku ini kan teman mu jadi sudah sepantasnya aku menghadiri hari kelahiran mu” jawab Bella
sebelum pulang Bella juga sempat berpelukan dengan kedua orangtuanya Jessica
“mm, bell. kalau kau mau, kau juga bisa menganggap orang tua ku seperti orang tua mu sendiri. iya kan mi” tanya Jessica pada mami nya
“Iya bell. gak usah sungkan-sungkan. jangan panggil nyonya ya, panggil saja mami dan panggil saja juga suami mami ini Deddy ya” ucap Caroline sambil menelusup kan tangannya pada lengan suaminya. Chris pun ikut tersenyum menanggapi nya
“Bella tersenyum sambil mengangguk”
Bella juga bisa melihat sebenarnya orangtuanya Jessica sangat lah baik. tapi memang si rada menyebalkan sedikit.
pesta pun akhirnya benar-benar usai. kini Bella dan kakak nya sudah sampai di rumah. mereka duduk di sofa sambil menyandarkan tubuhnya dulu
“Kak, tadi aku bertemu orangtuanya Jessica. mereka sangat baik. dan mau mengagguku sebagai anaknya”
__ADS_1
“Benarkah?”
“Iya kak. Kak!” wajah Bella berubah menjadi sedih sekarang.
“Seandainya kita juga memiliki kedua orang tua ya, pasti aku akan bermanja setiap hari pada mereka. aku sangat ingin melihat mereka kak” ucapnya lirih
“Mami sangat cantik bell” ucap Belna sambil menyandarkan tubuhnya pada sofa, matanya melihat ke atas langit-langit ruangan. ia mengingat sekilas wajah ibunya meskipun samar-samar di bayangan kepalanya
“Apa kakak masih mengingat bagaimana wajah mami” ucap bella sumbringah. Belna mengangguk
“Seperti apa mami kak?”
“Ya, sama seperti mu. sangat cantik dan tubuhnya juga tinggi”
“Kak kenapa kita bisa terpisah begini?”
Belna menatap adiknya di samping. ia mengembuskan napasnya pelan. “ceritanya panjang bell. kakak juga lupa-lupa ingat, karena kejadian itu sudah sangat lama”
“Apa kakak bisa ceritakan sedikit saja kepada ku. Ayo kak cerita kan” Bella sudah mengoyang tubuhnya kakak
“Iya-iya, tapi yang kakak ingat saja ya.” Bella mengangguk
“Dulu kita memiliki kakak laki-laki bell, namanya beni. mungkin kau tidak akan ingat itu, karena terakhir kali kita bertemu kau masih berusia 11 bulan saat itu” Belna menoleh menatap adiknya
Flashback on
Di mansion mewah nan megah kediaman keluarga Harris. di malam itu kekacauan sedang terjadi di mansion besar itu. para penjaga mansion pun di tembak satu persatu oleh orang yang tidak di kenal. sampai keadaan mansion itu pun menjadi sangat riuh. para pelayan berlari ke sana kemari menyelamatkan diri. belum lagi api yang tiba-tiba membakar mansion megah itu. sampah demtonan bom pun terdengar dari arah belakang mansion
Mansion megah itupun akhirnya terbakar dan runtuh bagian belakangnya. hingga sang pemilik Mansion Abraham Hariss pun turut dari tempat tidurnya ia kaget di bawah tangga api sudah menjalar memenuhi ruangan.
hingga ia kembali ke atas menjemput Istri dan anak-anaknya. Tuan Harris berusaha untuk keluar dari kobaran api tersebut. ia pun memanggil beberapa penjaga yang masih tersisa. Arnold, mendekat pada tangga yang sudah akan raib di makan oleh api itu. tapi ia tetap memberanikan diri untuk mendekat. Harris pun menyerahkan anak pertamanya beni kepada Arnold. Arnold juga termasuk anak buah yang sangat setia kepadanya.
“Tolong jaga putra ku Arnold” ucap tuan Hariss. yang mulai sesak karena asap dari api itu yang terus membakar mansion. tapi ia tidak akan menyerah ia akan tetap menyelamatkan kedua anaknya dan istrinya. apalagi anak bungsu yang baru berusia 11 bulan itu yang saat ini sedang berada di gendong sang istri
“Baik tuan!” ia pun keluar guna untuk menyelamatkan tuan muda yang saat itu baru berusia 10 tahun.
tidak lama ia kembali lagi. tapi kini ia tidak sendiri. ia membawa satu pelayan wanita yang masih tersisa di mansion ini untuk menemaninya Arnold dan Tita pun berhasil menolong dua nona muda tersebut. Belna di gendong oleh Arnold sedang Bella di gendong oleh tita. mereka berdua berhasil keluar dari mansion itu. tidak lama pemadam kebakaran pun berdatangan
Arnold dan Tita lega melihat nya. mereka berdua segera ke rumah sakit sesuai permintaan tuan Hariss agar mengobati luka anak sulung nya itu dulu, yang tadi sempat terpeleset saat buru-buru keluar dari mansion
setelah mereka selesai dan ingin berniat untuk pulang. sebuah telpon pun mengubah haluan mereka. tuan Harris memberi tahu agar membawa anaknya pergi sejauh mungkin dan jangan pernah datang ke mansion itu lagi karena keadaan sedang tidak aman
Arnold pun sangat kaget mendengar nya. apa yang sedang terjadi di sana pikir nya. tapi saat ia bertanya tuan Harris pun hanya menjawab ia harus menjaga anak-anaknya dengan baik. Arnold pun langsung menyetujui nya
malam ini akhirnya tujuan mereka jatuh ke negara XXX sebuah negara yang sangat padat dan ramai penduduk. keduanya pun Akhirnya berangkat. tita mengambil alih untuk menjaga Belna dan Bella. sedangkan Arnold menjaga tuan muda itu. tapi entah kenapa kedua orang itu terpisah saat sudah sampai ke negeri XXX
tita pun memilih membesar kedua nona muda itu dengan seorang diri. bahkan sampai bertahun-tahun ia pun tidak pernah lagi bertemu dengan Arnold. hingga akhirnya hayat nya pun. tita meninggal saat kedua nona muda itu beranjak dewasa, Bella saat itu berusia 13 tahun, dan saat yang bersamaan juga Bella mulai menderita sakit jantung. Dan keluarga Jhon lah yang saat itu membantu mereka.
Flashback off
__ADS_1
BERSAMBUNG.....