Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
22. Kejadian tak terduga


__ADS_3

matahari sudah bersinar. pagi sudah tiba di kota ini.


sedangkan Vania baru saja bangun dari tidur nya. ia kaget mendapati Alex ada di sampingnya. ia melihatnya tubuhnya di dalam selimut dan juga memperhatikan Alex. tidak ada yang melekat lagi pada tubuh mereka


Vania panik ia berjalan menjauh dari tempat tidur. belum sempat melangkah kan kakinya ia terjatuh ke lantai. ada rasa yang teramat sakit di area sensitifnya.


Vania bersandar di dinding kamar. karena merasa tidak sanggup lagi untuk berdiri. ia menatap lurus ke depan masih ada Alex yang tidur di atas ranjang, sedangkan Vania tubuhnya masih terbalut selimut. ia masih mengingat-ingat apa yang terjadi.


Vania masih berpikir kalau mereka tidak melakukan hal yang aneh-aneh. tapi sekuat mungkin ia mengingatkan tetap saja ia tidak bisa mengingat kejadian semalam. sampai pandangan nya menuju kasur berwarna putih itu. namun ada bercak darah di sana.


setelah melihat itu Vania langsung kaget sedikit demi sedikit ia mulai mengingat apa yang terjadi semalam.


“Tidak mungkin!?...Tidakkk!” teriak Vania di iringi isakan tangisnya. tangan nya menjambak rambut nya frustasi


tidak! Efbran tidak boleh tau tentang ini. tidak ada yang boleh tau tentang ini!!


ini salah. ini pasti hanya mimpi.


ia menampar wajahnya sendiri “bangun Vania ini pasti mimpi” ucapnya. sekuat tenaga ia menampar tetap terasa sakit. tangisannya semakin menjadi-jadi


Alex terbangun karena teriakan Vania. tapi lebih kaget lagi saat melihat Vania terduduk di lantai dengan rambut yang acak-acakan dan mata yang sembam.


“Vania kau kenapa?” Alex ikut turun juga. ia menyentuh rambut Vania yang menutupi wajahnya


“jangan sentuh aku!! apa yang kau lakukan padaku?!! hah” ucapan Vania di iringi tangisannya yang lebih keras


Alex bingung ia kembali mengingat kejadian yang semalam. “tidak mungkin!” Alex mengacak-acak rambut, ia benar-benar tidak sadar tadi malam


“maaf kan aku vania” Alex berusaha menyentuh Vania


“aku tidak sadar apa yang aku lakukan pada mu tadi malam!”


Vania masih terisak menangis. “kau menghancurkan segalanya Alex” teriakannya


“vania tenang lah, aku akan bertanggung jawab. aku janji!”


“tidak! aku tidak ingin melihat mu lagi!!”


“vania tenang lah!” tangannya menggenggam lengan vania


“lepaskan aku! apa lagi yang kau inginkan dari aku hah? aku sudah kehilangan segalanya karena mu!”


pikiran Vania benar-benar sangat kacau sekarang. ia takut kalau Efbran tau masalah ini.


“aku tau kau pasti sangat kecewa. tapi aku benar-benar tidak sengaja melakukannya”


“kau pasti sengaja melakukannya kan? ini cara licik mu untuk mendapatkan ku kan? kau benar-benar jahat alex”


“vania, aku tidak mungkin melakukan itu. sekalipun aku menyukaimu. ini karena pengaruh obat dan alkohol juga”


kini tatapan Vania lurus ke depan ia menatap tajam Alex

__ADS_1


“aku ingin kita membuat perjanjian!”


“Perjanjian apa?”


“hanya aku dan kau saja yang boleh tau tentang ini. aku ingin tidak ada yang tau soal ini. terutama Efbran!”


“vania apa kau masih berharap dengan Efbran? setelah kita melakukan ini”


“Kenapa?! karena aku sudah tidak per***an lagi” teriak Vania


“bukan begitu Vania. mungkin sekarang Efbran akan menerima mu, tapi bagaimana kalau nanti. aku hanya tidak ingin kau mencintainya terlalu dalam. itu akan membuat mu sakit”


“lalu kau mau aku mencintaimu begitu. aku hanya mencintai Efbran” ia mulai menangis lagi


“tidak ada yang bisa membuat ku bahagia selain Efbran. Alex”


“aku tidak ingin kehilangannya!”


“tapi aku tidak yakin Vania. bagai mana kalau Efbran membuang mu suatu hari”


“kau memang dari dulu tidak pernah suka kan dengan hubungan ku dengan efbran.kau selalu mencari cara untuk memisahkan ku dengan Efbran”


“tapi itu percuma alex. aku Sangat mencintai nya. dan aku tidak ingin ada wanita lain bersama nya. hanya aku, hanya aku yang boleh bersama nya, dan hanya aku yang bisa memiliki nya.”


ia semakin menjambak rambutnya.


“vania, tenang lah!”


napasnya naik turun.


Vania masih menangis. ia menoleh ke samping di atas lemari kecil di samping nya, ada satu pisau pemotong buah tergeletak di sana. seketika sebuah ide gila muncul di kepalanya. Vania mengambil nya lalu menodongkan nya di depan Alex


“Apa yang ingin kau lakukan dengan pisau ini?!”


Alex berusaha merebutnya dari tangan Vania


“lihat ini Alex. untuk apa aku hidup lagi, kalau aku tidak bisa memiliki orang yang aku cintai. lagi pula kau tidak mau mendengar kan ku juga kan”


Vania mengarahkan pisau itu di pergelangan tangannya


“vania apa kau sudah gila? kau bisa melukai diri mu sendiri!”


“ tidak ada juga kan yang perduli lagi dengan ku, hidup ku sudah hancur sekarang. lagi pula kalau kau mencintaiku, setidaknya kau bisa membuat ku bahagia. meskipun tidak bersama mu”


Vania semakin menekan pisau itu ke pergelangan tangan nya.


sedangkan Alex semakin panik di buatnya. di satu sisi ia memang tidak ingin terjadi sesuatu pada Vania, tapi di sisi lain ia berharap Vania bisa menerima nya apalagi setelah mereka melakukan itu


“baiklah... baiklah! Vania, sekarang turun kan pisau itu”


“tidak! aku ingin kau berjanji dulu pada ku. aku ingin tidak ada yang boleh tau tentang ini, hanya kita berdua. dan hal ini berlaku untuk selamanya. kau harus menutup mulutmu . jangan pernah mengancam ku dengan hal ini. dan yang utama aku ingin kau berjanji tidak akan mengatakan ini kepada siapapun termasuk orang terdekat mu sekalipun, terutama Efbran”

__ADS_1


“baiklah Vania aku terima permintaan mu. tapi tolong jauhkan pisau itu dari tangan mu sekarang”


Vania melemparkan pisau itu ke sembarang arah


“apa kau ingin mandi sekarang. aku akan membantu mu” tawar Alex. ia sudah memakai baju nya


“aku bisa sendiri”


2 jam berlalu. Vania sudah kembali ke rumah nya, ia di antara Alex. Vania berjalan menaiki tangga menuju kamarnya dengan tertatih-tatih. sedangkan Alex menemui Dedy Vania yang ada di ruang kerja


Vania tidak memperdulikannya ia berjalan memasuki kamarnya. ia rebahan di kasur nya telentang. pikiran nya kemana-mana sekarang. ia benar-benar takut kalau Efbran tau masalah ini


Vania berdiri. ia berjalan mondar mandir di kamarnya.


*tidak Vania. kau pasti tidak akan kehilangan Efbran. Alex pasti memenuhi janjinya, tidak seorang pun yang bisa mendapatkan Efbran selain aku.


tapi bagaimana kalau sekertaris itu tahu*?


“di mana hp ku?”


Vania mencari hp nya yang ada di dalam tasnya


“ketemu, aku harus menelpon Efbran sekarang”


“kenapa tidak di angkat sih?” ucapnya kesal


ini sudah yang ke tujuh kali ia menelpon. tapi tetap saja tidak ada yang mengangkat. ia mulai panik sekarang


“apa Efbran sudah tau tentang ini. tidak mungkin, sekertaris itu tidak mungkin mematai aku kan”


Vania semakin panik. ia berjalan mondar mandir.


“Aku harus menelponnya lagi”


sedangkan Alex dan Mark yaitu Dedy Vania masih berada di ruang kerja. mereka masih berbicara.


“kerja bagus alex” ucap Mark sambil menepuk bahu Alex


“cuma kau yang bisa aku andalkan”


“terimakasih tuan”


“seharusnya aku memang memerlukan mu dari awal. kau tau kan aku mempunyai 3 orang anak laki-laki, tapi semuanya sama sekali tidak berguna untuk membantu ku. tapi kau, kau benar-benar hebat”


“tapi tuan bagaimana dengan tawaran mu dulu. kau tidak akan mengingkari janji mu kan”


“kalau itu, aku memang tidak bisa menjanjikan nya sekarang. apalagi Vania masih bersama tuan Efbran. aku masih memerlukan nya untuk menjadi mesin uang ku”


“baiklah tuan. saya masih ada urusan”


Alex keluar dari ruangan itu. ia tersenyum smirk saat melewati tangga ia menatap arah kamar Vania, setelah nya ia langsung berjalan keluar

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2