Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
44. Merasa kesal


__ADS_3

pesta pun berlanjut dengan meriahnya. ternyata tidak hanya Bella saja yang di undang namun banyak para model yang lainnya juga


Bella hanya berdiri sendiri di tengah kerumunan orang-orang yang sedang menikmati makanannya masing-masing.


di mana Jessica? katanya akan datang juga.


Bella memilih duduk di kursi yang masih kosong. ia hanya sendiri. meskipun Bella mengenal beberapa teman modelnya yang turut hadir juga, tapi ia tidak ingin menghampiri mereka bukan karena sombong, tapi Hanya saja mereka tidak terlalu akrab.


Bella hanya duduk diam. ia sama sekali tidak mencicipi makanan dan minuman nya.


Bella menghela nafasnya. “Membosankan sekali kalau seperti ini” ia meraih tas kecilnya, lalu mengambil hp beberapa notifikasi pesan masuk.


Bell. maaf ya aku tidak jadi pergi. mommy ku meminta ku untuk datang ke kantor nya, kau tau sendiri kan aku tidak bisa menolak kalau orang tuaku yang memintanya, apalagi mommy ku, dia galakk.


isi pesan yang Bella terima


yasudah tidak apa-apa. tidak perlu minta maaf juga Jess. aku mengerti keadaan mu. klik pesan terkirim


Bella berdiri dari duduknya ia berjalan mengambil minuman yang tidak jauh dari tempat duduknya tadi. ia sambil menenteng paper bag berniat untuk menitipkan nya pada pelayan yang bertugas saja. karena dari tadi Bella melihat sepertinya wiliardi sangat sibuk ia bahkan di kerumuni banyak teman-temannya. membuat Bella menjadi malu kalau harus memberikan kado nya secara langsung. meskipun ia sudah cukup lama mengenal wiliardi, dulu Bella juga kerap mengiklankan brand-brand miliknya.


Bella berjalan mengambil air minum yang sudah di hidangkan dengan berbagai jenis warna dan juga rasa yang berbeda-berbeda.


setelah mengambil air minum nya Bella berniat untuk kembali duduk lagi. tapi tepat sekali, belum sempat ia kembali duduk di sofa, seorang pelayan wanita lewat di depannya.

__ADS_1


“Mmm. hey, bisa aku minta bantuan mu?!” tanya Bella


pelayan wanita memberhentikan langkah nya. “ tentu saja nona. apa yang bisa saya bantu?”


“Aku nitip ini ya.” memberikan paper bag dari tangannya. pelayan wanita itu sedikit kebingungan


“ini untuk tuan Wili, aku malu untuk mengantarkan nya ke sana” menuju wiliardi di tengah kerumunan orang banyak


“oh, begitu. baik lah nona” pelayan itu mengambil paper bag nya dari tangan Bella. setelah itu ia berlalu pergi. Bella juga kembali duduk di tempatnya tadi.


kehebohan semakin memenuhi aula besar itu. setelah Efbran masuk ia langsung menjadi bahan rebutan orang-orang. bahkan termasuk para orang tua, baik dari kalangan pengusaha hingga pejabat semuanya ingin bisa berbicara langsung dengan Efbran walaupun hanya sepatah dua patah kata.


tak hanya itu saja para tamu wanita juga mendekat hanya untuk bisa melihatnya dari jarak dekat. meskipun mereka tidak berani terlalu mendekati nya. apalagi saat mereka melihat tatapan tajam dari sekertaris Rey itu


Efbran duduk di sofa. dengan di temani sekertaris nya yang berdiri di samping nya. ia hanya mendengarkan ucapan dari teman-teman kakeknya itu yang ininya hanya untuk menjilat nya. yang membuat nya malas untuk berlama-lama duduk di sini. ia memutar bola matanya tidak jauh dari nya duduk, banyak kerumunan wanita. saat pandangan mata Efbran tertuju kepada kerumunan wanita itu mereka semua langsung heboh dan melambaikan tangan masing-masing ke arah Efbran.


Bella memalingkan wajahnya nya. tepat, pandang mereka bertemu. berbeda dengan wanita lain yang biasa menatap Efbran dengan tatapan menggoda Bella justru langsung memalingkan wajahnya kembali seperti tidak terjadi apa-apa. ia menatap Efbran dengan biasa saja, sangat berbeda dengan kerumunan wanita yang berada tidak jauh dari depan nya


Efbran kembali menoleh ke kerumunan wanita itu. masih sama mereka semua langsung heboh walaupun hanya di pandang oleh Efbran. Efbran kembali mengetes lagi ia kembali menoleh pada Bella apakah ia akan heboh juga pikirnya, seperti wanita-wanita yang ada di depan nya itu.


tapi sayang nya wanita itu tidak lagi menoleh padanya. membuat nya jadi kesal sendiri. cukup lama Efbran menunggu wanita itu untuk menoleh lagi agar bisa bersi tatap dengan nya. namun nihil Bella sama sekali tidak menoleh padanya lagi malahan sekarang ia asyik mengotak-atik hpnya.


karena dari tadi hanya memperhatikan wanita itu, membuat nya tidak begitu mendengar apa yang di ucapkan oleh teman- teman kakeknya.

__ADS_1


“Bagaimana menurut anda tuan muda. apa anda setuju?” ucap Addison yang sudah panjang lebar berbicara.


Efbran mengernyitkan dahinya.“Setuju apa?”


pertanyaan Efbran justru membuat semua nya kebingungan. “Yang baru saja saya bicarakan tuan” ucap Addison menjelaskan


“Memang kau mengatakan apa?” tanyanya lagi, yang membuat semua orang nya menjadi tambah kebingungan, termasuk wiliardi juga.


Semuanya jadi canggung


“lebih baik kita bicarakan nanti saja. dan sekarang ayo nikmati pestanya” ucap wiliardi mencoba mencairkan suasana.


pesta semakin ramai dengan para undangan yang terus berdatangan. para pelayan yang bertugas bolak -balik dari dapur untuk terus mengisi makan yang habis


Di depan Efbran sudah terhidang makan yang lezat. semuanya menikmati makanannya. tapi tidak dengan dirinya. Efbran berdiri dari duduknya, membuat semua nya mengentikan makanya


“Grandpa dan yang lainnya, nikmati saja makanan nya aku ingin ke sana dulu”


“kau mau ke mana ef?” tanya wiliardi


“Hanya ingin berkeliling saja, melihat pestanya ”. ia berjalan menjauh yang langsung di ikuti sekertaris Rey dari belakang.


Efbran berhenti. di depan nya terhidang sederet minuman berbagai warna ia memilih warna merah dengan rasa strawberry yang manis.

__ADS_1


di tempat ia berdiri ini. ia masih saja sekali-kali memperhatikan wanita itu. entahlah ada apa pada dirinya, yang pastinya Efbran belum pernah memperhatikan wanita sampai sebegitu nya apalagi wanita itu baru pertama kalinya ia lihat dan mereka juga tidak saling mengenal.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2