Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
2. Menjemput kekasih


__ADS_3

Setelah sarapan selesai semua orang melanjutkan aktivitas masing-masing. jellsa dan Alyssa baru saja berangkat, begitu juga dengan Airin yang berangkat dengan sopir.


wajah nya masih terlihat cemberut sejak di ruang makan tadi. tapi dari pada membantah kakak yang sama saja seperti menggoyangkan menara Eiffel, tidak akan pernah bisa pikirnya. dia bisa mengatur waktu nya lagi untuk bertemu dengan pacarnya.


“Selama pagi tuan.”


Sapa sopir pribadinya sekaligus sekataris nya. Reyand berjalan membukakan pintu mobil. setelah Efbran masuk dan duduk, dia kembali menutup pintu tampa bersuara. setelah itu dia kembali masuk ke kursi depan dan menghidupkan mobil.


Mobil keluar dari pintu gerbang. beberapa penjaga langsung berdiri sigap dan menundukkan kepala saat mobil yang di naikin Efbran melintasi mereka.


...----------------...


setelah semua penghuni rumah pergi dengan Aktivitas mereka masing-masing. Dania Duduk di taman samping rumah. taman nya sangat luas, banyak juga bunga yang sedang bermekaran yang membuat mata dan pikiran menjadi Tenang saat melihatnya.


Dania memang kerap kali mendatangi taman ini apalagi suasana hati sedang buruk.


di kursi yang ia duduki sekarang ini banyak sekali tersimpan kenangan masa kecil anaknya dulu. dan juga taman ini menjadi saksi bisu kisah cinta nya dengan Edwin laki-laki yang sepenuh hati ia cintai. laki-laki yang selalu mendukung kariernya, laki-laki yang selalu melindungi nya dan membela nya dalam segala hal.


tak terasa buliran air mata jatuh di pipinya. dia memang masih terlihat muda dan segar meskipun usianya sudah termakan oleh waktu.


“Maafkan aku yang tidak bisa selalu membela mu. dan juga maafkan ibu ku, yang selalu membuat mu sakit hati.” ucap wijin yang langsung ikut duduk di samping istrinya.


Dania sedikit kaget dia pikir suaminya sudah berangkat kerja dari tadi. “Tak apa. lagi pula ini bukan salah mu juga.” dia mengatakannya dengan tersenyum tipis pada suaminya


“Bagaimana tidak salah ku, ibu ku selalu membuat mu tidak nyaman. dan juga maafkan aku yang tidak bisa selalu membela mu seperti yang kak Edwin lakukan dulu.” ucap nya lirih. dia tau hari-hari yang Dania lalui selama ini bukan lah mudah.


“Tidak apa sayang.” dia membersihkan bekas tangis nya dengan tangannya. “Apa kau tau kau juga memberiku banyak cinta dan menemani ku di masa-masa sulit ku,”


Dania menarik napasnya pelan


“Membantuku membesar anak-anak ku tampa kekurangan kasih sayang seorang ayah. dan kau juga sudah mengembalikan dunia Efbran dimana dia dulu sangat terpukul saat kehilangan ayahnya. dan sekarang dia sudah bisa tersenyum seperti saat bersama ayahnya dulu. kau juga sudah menemani masa sulitnya saat di mana dia harus mempelajari tentang perusahaan. menjadikan nya laki-laki kuat, bijaksana dan bertanggung jawab.”


kali ini air mata Dania tidak bisa ia tahan lagi. dia menangis di pelukannya suaminya. mengingat kejadian di mana ia tidak tau harus berbuat apa lagi. belum lagi tuduhan Dayen dulu yang membuat nya berkali-kali hancur. laki-laki yang sedang memeluknya ini lah yang membelanya dulu.


“Sudah lah sayang, air mata mu sangat beharga hanya untuk mengingat masa itu. lebih baik sekarang kita lalui saja dengan bersama- sama. mungkin saja suatu saat ibu benar-benar akan menerima mu.”

__ADS_1


Ya meskipun itu mustahil. karena Dayen tetap lah wanita yang keras kepala, egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri meskipun usianya sudah termakan oleh waktu.


“Ya, aku juga berharap begitu. ayo sudah jam berapa ini? kau bisa terlambat kekantor nanti.” Dania menarik tangan suaminya berjalan beriringan


“Tidak papa kan sayang kalau kamu harus aku tinggalkan sendirian? jangan takut pada ibu. kalau ibu cari masalah lagi dengan mu langsung saja beritahu aku! aku akan membela mu.”


“Baiklah sayang.”


dia mengatakan dengan wajah yang tersenyum mengembang.


“Cantik sekali!” wijin mencium kening istrinya.


“Yasudah. berangkat lah jangan lupa pesan ku tadi!”


“Iya sayang aku tak akan lupa.”


setelah suaminya masuk ke dalam mobil dan menghilangkan setelah melewati gerbang utama. Dania kembali masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke kamarnya. ia mengambil satu set pakai dan berganti, setelah itu ia mengambil tas dan segera keluar dari kamarnya dia memang ada urusan pagi ini.


“Baguslah Brama menyuruh ku untuk mengurus undangan pernikahan mereka. dari pada harus terkurung di rumah ini”


Dania sudah lelah kalau harus bersi tegang dengan mertuanya lagi. tadi saja sudah cukup


...----------------...


“Tuan. bagaimana kalau kita ke kantor Grafin gruop dulu? ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani.”


“Jam berapa Vania akan tiba di bandara?”


“Sekitar satu jam lebih tuan.”


“Baiklah kita putar arah sekarang.”


Grafin gruop


salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan memiliki banyak cabang. ada ribuan orang yang bekerja di perusahaan ini. apalagi gajih nya yang lima kali lipat lebih mahal dari perusahaan lain. tapi tentu saja mereka bekerja harus lebih keras. mereka juga harus beberapa kali seleksi agar bisa di terima oleh Grafin gruop. kalau sudah ngomongin gajih, ya siapa yang tidak tertarik dengan uang. meskipun mereka harus bekerja lebih keras di banding perusahaan-perusahaan

__ADS_1


lain. karena Efbran sang Presdir sangat tidak suka dengan kegagalan.


“Tuan.” sapa sekertaris Rey


“Apa Vania sudah tiba?” Efbran sudah selesai dengan pekerjaannya. dia meletakkan pulpen di tempatnya


“Iya tuan. nona Vania baru saja mengirimkan pesan pada anda. apa anda ingin melihatnya?”


sekertaris Rey menyerahkan Handphone itu padanya. dia langsung menyambar benda pipih itu, dan memasukkan beberapa kode. tidak lama senyuman mengembang di wajahnya


“Rey, ayo kita ke sana sekarang! aku sudah menandatangani ini semua.”


“Baik tuan.”


Dengan tubuh yang tinggi. badan yang berotot, wajah yang tampan siapa yang tidak tertarik pada nya. saat dia berjalan keluar dan di iringi sekretarisnya di belakang, banyak orang pekerjanya yang berselisih dengan nya.


“Selamat siang tuan.” ucap mereka sambil menundukkan kepala


“Siang.” balas Efbran, dengan tersenyum ramah


astaga wajah ini seperti cahaya, dia tampan sekali!


ya tuhan, kenapa tuan Efbran bisa setampan begini. apa lagi senyuman itu!


ucap para staff wanita dalam hati yang melihatnya.


setelah sampai di parkiran, dia langsung masuk ke mobil. bahkan sebelum sekertaris Rey membukakan pintu nya


“Cepat lah Rey! apa kau tidak bisa berjalan lebih cepat?” sudah emosi. padahal sekertaris nya hanya tertinggal beberapa langkah darinya


Sekertaris Rey masuk ke dalam mobil.“Maaf tuan.” dia menghidupkan mobil lalu menjalankan nya. mobil melaju dengan kecepatan stabil memecah jalan kota yang sangat ramai di siang hari.


Bandara


bandara terlihat sangat ramai. ada juga beberapa orang yang baru saja tiba dan ada juga yang hendak berpergian. Efbran melihat seorang ibu yang sedang memeluk anak sambil menangis. sepertinya sedang melepaskan kerinduan yang sekian lama tidak bertemu. tapi sudah puas matanya berkeliling tidak juga menemukan sosok yang ia cari

__ADS_1


“Sayang!” Efbran sedikit kaget karena ada seseorang yang memeluk nya dari belakang. tapi setelah ia mendengar suara yang tidak asing baginya dia langsung berbalik dan terlihat seorang....


BERSAMBUNG.....


__ADS_2