Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
26. Mirip tapi tidak kembar


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan pukul 20.12 wib. para tamu sudah berdatangan. semuanya kebanyakan dari teman-teman Jessica


Jessica berdiri di depan seraya menyambut teman-temannya yang berdatangan.


“Jess!” Lian berjalan ke arah Jessica memeluknya sambil cepika-cepiki dengan Jessica


“Happy Birthday for you jess”


“Thanks ya, Li”


Lian memberikan hadiah nya untuk Jessica kepada pelayan yang bertugas.


“ mana yang lain?” Lian mengedarkan pandangannya mencari di mana teman-temannya


“ sepertinya belum pada datang” ucap Jessica


Jessica dan Lian duduk di kursi. sambil menunggu tamu-tamu berdatangan.


Sedangkan di tempat lain. Jhon baru saja sampai di rumah Bella


tidak lama Bella dan kakak nya keluar dari rumah.


“ayo masuk” ucap Jhon.


Bella dan Belna masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.


“Eh, apa ini Stephen adikmu Jhon?” Belna memperhatikan dari belakang. ia tidak melihat ada dua orang di depan tadi. sontak saja Bella langsung menoleh ke kursi depan


“Ah, jadi kalian masih ingat dengan ku ya?” ucap Stephen malu-malu. Stephen memang sudah mengenal Belna dan Bella sejak dulu. saat mereka masih kanak-kanak. Stephen sering datang ke sini menjadi teman masa kecil. terlebih dengan Bella, karena mereka seumuran


tapi semenjak ke duanya orang tuanya bercerai, hak asuh Stephen jatuh kepada dedy nya semenjak saat itu Stephen ikut tinggal dengan Deddy nya bersama kakak-kakaknya yang lain.


hanya Jhon lah yang ikut dengan mom nya. tapi meskipun tinggal terpisah dengan kakaknya. Stephen sering berkunjung ke mari bersama kakak tertua nya zigo. semenjak saat itu Stephen, zigo dan juga Jhon menjadi akrab dengan Bella dan juga kakak nya


tapi waktu kembali memisahkan mereka. Stephen bersekolah di luar negeri. semenjak saat itu Stephen jarang berkunjung ke mari. bahkan mungkin sudah hampir 13 tahun meraka tidak bertemu.


waktu bergulir. tahun-tahun berganti, semuanya sudah tumbuh dewasa. terutama bagi Bella yang sangat banyak berubah, baik dari bentuk tubuh nya yang tumbuh tinggi padat dan berisi. wajah nya juga semakin memancarkan kecantikan meskipun sekarang ia jarang tersenyum, tidak seperti dulu


“mana mungkin kami lupa dengan mu. ya, meskipun sekarang wajah mu banyak berubah si, tidak seperti dulu. dulu mah masih bocah saat terakhir kali kau ke mari” ujar Belna


“iya sih itu kan sudah lama!”


“jadi bagaimana kabar kalian selama ini. sepertinya kau makin sukses ya bell? aku sering melihat mu di telivisi? ucap Stephen


Bella hanya tersenyum tipis menanggapi nya.


sepanjang perjalanan mereka habiskan untuk bercerita apa yang mereka lakukan selama ini. tapi tidak dengan Bella, dia kebanyakan diam. hanya Belna yang asyik mengobrol.


mereka memang tidak hanya mirip dari segi nama namun begitu juga dengan wajah. hampir semua orang menganggap Belna dan Bella kembar. namun sebenarnya Belna jauh lebih tua di banding Bella, bahkan usia mereka terpaut 7 tahun. bak seperti orang kembar pada dasarnya Belna tidak tampak sama sekali tua. ia bahkan tampak terlihat seumuran dengan adiknya Bella


hampir tidak ada orang yang menyadari kalau sebenarnya mereka kakak adik. sering kali Belna di mintai Poto bareng oleh fans-fansnya Bella. tapi di luar ke miripan mereka itu, ada banyak sekali perbedaan. Bella sedikit lebih tinggi dari pada kakaknya, selain itu jika kalian temannya pasti bisa dengan jelas melihat perbedaan itu.


Bella sangat jarang tersenyum, bahkan hampir tidak pernah ia tersenyum pada laki-laki. wajahnya dingin, tapi meskipun begitu pancaran kecantikannya tidak berkurang sama sekali. hanya bersama teman-temannya saja sikap nya akan mencair. bahkan ia sangat sering memandangi orang dengan tatapan sinis dan tajam nya. Sangat berbeda jauh dengan Belna. ia wanita yang murah senyum, ramah dan suka menyapa orang terlebih dahulu. ya meskipun tidak dapat di pungkiri juga, kalau wajah Bella lebih cantik dari pada kakaknya. walaupun mereka terlihat mirip

__ADS_1


Belna memiliki rambut panjang nan lurus. sedangkan Bella. rambutnya panjang bergelombang dengan warna cokelat keemasan


Akhirnya mobil yang mereka kendarai sudah sampai di parkiran Depan rumah Jessica. tampaknya sudah terlihat sangat ramai sekali.


Meraka semua masuk bersama. saat Bella berjalan di depan, Stephen memperhatikan nya. ia merasa ada perbedaan dari Bella. tidak seperti dulu lagi. saat mengobrol tadi Bella tampak tidak terlalu perduli. bahkan tidak seantusias kakaknya saat bertemu teman lama


“Jessica!” Bella menghampiri Jessica. sambil menenteng paper bag berisi kado


Jessica menyambutnya dengan pelukan.


“thanks ya bell”


“Ada hadiah Kakak ku Juga di dalam”


“thanks ya. kakak” Jesica juga memeluk hangat Belna.


“sama-sama Jess. Happy Birthday ya!”


“eh, siapa ini. aku seperti mengenal nya?” pandangan Jessica beralih pada laki-laki muda di samping Jhon


“apa kau Stephen?” Jessica berjalan mendekati nya


“ah, aku jadi merasa bangga sekarang bisa diingat oleh model seterkenal diri mu jess”


“kau ini tidak berubah ya, sikap mu masih sama seperti dulu” Jessica memeluk Stephen, Sebagai teman yang sudah lama tidak bertemu Stephen membalas pelukannya


“happy birthday ya Jess!” Stephen mengulurkan tangannya. di sambut hangat oleh Jessica


“Happy birthday juga ya jess” ucap Jhon. seraya memberikan hadiah nya untuk Jessica


“kapan kau datang kemari Step? ku pikir kau sudah lupa dengan kami?”


“Hha itu tidak mungkin Jess. mana mungkin aku melupakan teman-teman masa kecil ku. ya meskipun dulu aku tidak terlalu akrab dengan mu karena hanya beberapa kali saja bertemu. kau sangat jarang keluar rumah”


“Ah, iya” Jessica menanggapi nya dengan mengangguk


“jadi apa kau hanya sendirian ke mari? kenapa kak zigo tidak ikut?”


seketika semuanya menjadi canggung. Jessica menutup mulutnya karena keceplosan. sedangkan Belna yang mendengar nya hanya memalingkan wajahnya menatap ke arah lain


“ah, kak zigo mungkin masih sibuk sekarang” ucap Stephen dengan sangat pelan. ia paham sepertinya akan tidak enak ngomongin kakaknya, apalagi di hadapan Belna


tak terasa para tamu pun memenuhi kursi-kursi para undangan.


Yuna bergandengan tangan dengan suaminya.


Jessica langsung menyambut nya saat mereka bertemu.


“Happy Birthday ya!”


“Thanks” ucap Jessica


Edward menyalami Jessica memberi ucapan selamat, dan tentunya hadiah juga. Jessica membalasnya dengan berterimakasih

__ADS_1


kini perut Yuna sudah sedikit membuncit. sudah terlihat jelas kalau ia sedang hamil. publik Mun sudah mengetahui tentang kehamilan Yuna dan juga pernikahan nya dengan Edward. untung nya semua fans nya menerima dan mendukung hubungan mereka.


Belna dan Lian memilih duduk di kursi yang agak belakang mereka terlihat mengobrol. meskipun jarang bertemu dengan teman-teman adiknya tapi Belna cukup akrab dengan mereka semua. apa lagi sikapnya memang hangat kepada siapapun.


sedangkan Stephen dan Jhon mereka juga terlihat obrolan berdua. sedangkan Bella hanya duduk santai Tampa ekspresi dengan air minuman yang ada di tangannya


“eh, dimana Yasmine?” tanya Yuna. karena hanya dia yang tak nampak batang hidungnya


“entah lah? kemana anak itu?”


Yuna berjalan menuju kursi yang masih kosong. hanya ada Bella seorang diri yang duduk di sana


“hay bell!” sapa Yuna


seketika Bella menoleh ia berdiri dan memeluk temannya itu yang hampir dua bulanan ini tidak bertemu. tidak lama pandangan Bella teralihkan menatap laki-laki yang ada di samping temannya.


“suamiku!” ucap Yuna. karena melihat Bella menatap tajam suaminya


Bella mengangguk-anggukan kepalanya.


“dia ini teman ku juga sayang” ucap Yuna pada suaminya. karena merasa terpanggil Edward mengulurkan tangannya. berniat untuk bisa saling tahu nama dengan teman istrinya itu.


Alih-alih ingin menjabat tangan itu. Bella menatap sinis Edward dari ujung kaki nya sampai ujung kepala. matanya menatap tajam tangan yang mengulur di depan nya


setelah melihat itu. secepat kilat Yuna menepis kebawah tangan suaminya.


“maaf kan suami ku ya bell?” ucap Yuna


Edward bingung ada apa ini pikirnya. apa dia melakukan kesalahan? padahal ia hanya mengulurkan tangannya. di tambah lagi dengan permintaan maaf dari istrinya


“yasudah, kami ke sana dulu ya bell? ingin menyapa yang lain nya juga”


“baiklah” ucap bella dengan sedikit tersenyum


Edward dapat menanggap senyum itu. ia tambah bingung lagi tadi saat ia yang berkata wanita itu menatap nya dengan sinis seperti macan yang ingin mengoyak mangsanya. tapi saat berbicara dengan istri nya. 99% sikap wanita itu berubah.


“sayang apa aku tadi membuat kesalahan?” tanya Edward saat sudah jauh dari penglihatan Bella.


“sebenarnya kau tidak salah sayang. tapi hanya saja watak teman ku itu memang begitu, ia sangat dingin kepada orang yang belum ia kenal. apalagi kalau itu laki-laki”


Edward mengangguk paham.


“sayang sekali ya. wajahnya sangat cantik tapi sikapnya seperti itu”


Yuna langsung menatap tajam suaminya.


“apa dia lebih cantik dari pada aku?”


“Hha, tidak Sayang kau bahkan jauh lebih cantik bagi ku!!”


seharusnya Yuna tidak perlu cemburu lagi dengan itu. karena ia sendiri pun tau, kalau kecantikan Bella tidak terbantahkan. semua lelaki pasti akan memuji nya.


jangan lupa like, komen, dan vote. biar Author tambah semangat 🥺

__ADS_1


maaf kalau tulisan nya masih berantakan 🙏


BERSAMBUNG........


__ADS_2