Mengejar Cinta Wanita Arogan

Mengejar Cinta Wanita Arogan
14. Keraguan Bella


__ADS_3

Hari sudah berganti malam. Vania sudah berdiri di depan apartemen nya. tidak lama mobil berhenti di depan nya, Vania langsung masuk ke dalam mobil. mobil berjalan dengan kecepatan sedang.


setengah jam berlalu mereka sudah sampai di sebuah bar.


setelah sampai di dalam mereka duduk di kursi yang sudah tersedia.


Alex mengambil dua gelas wine. satu untuk nya dan satu lagi untuk Vania.


“Thanks,”


Vania meminumnya


“Apa alasan mu ingin bertemu dengan ku? aku tidak punya banyak waktu?”


Alex tergelak. “Tidak punya banyak waktu? atau kau yang takut, pergi secara diam-diam di belakang Efbran dengan laki-laki lain?”


“To the point sekarang, kalau kau tidak mau aku bisa pergi sekarang!”


vania sudah berdiri dari tempat duduknya. ancaman Efbran tadi siang masih menghantui pikiran nya.


“Baiklah. duduklah sekarang!” Alex menarik tangan vania menyuruh nya duduk kembali.


Vania mengibaskan tangannya. “jangan sentuh aku!”


“oke.” Alex mengangkat tangannya.


“Yang utama aku hanya ingin minum bersama mu, sejak aku bekerja di negara ini. kita sangat jarang bertemu kan,”


“Hmm.” Vania kembali meminum wine nya


“Vania!” mimik wajahnya mulai serius.


“Kau tau kan, kalau dari dulu aku menyukaimu?”


Vania menoleh. “Menurut mu kalau kau menyukai ku apa aku harus membalas perasaan mu itu?”


“Dari segi kekayaan aku memang mengakui kalah darinya. tapi dari segi kecerdasan aku mampu bersaing dengan nya!”


“Heh, mau secerdas apapun kamu, aku akan tetap memilih Efbran, Efbran, dan Efbran!!”


“Bukannya kau hanya memanfaatkan kan nya?”


“Dia kaya. sebagai wanitanya, bukannya itu wajar berfoya-foya dengan uangnya!”


“Lagi pula aku tidak benar-benar memanfaatkan nya, aku sangat mencintainya!”


“Aku harap pertemuan kita hanya sampai di sini!” Vania berjalan keluar dari bar.


...----------------...


Satu Minggu berlalu setelahnya. persiapan pernikahan sudah berjalan 99%. akhirnya pesta pernikahan akan di adakan di gedung seperti biasanya.


Efbran baru saja pulang dari kantor. belum sempat ia masuk ke rumah, David memanggil nya dari arah belakang.


“Ef!”


“Ef!”


“Efbran!”


Efbran menoleh ke belakang saat namanya di panggil.

__ADS_1


“Kau ini, dari tadi aku memanggil mu. budek ya? sampai tidak dengar?”


David baru saja kembali dari luar kota, kerena ada pekerjaan yang harus ia lakukan di sana.


“Kau mengatai ku tuli begitu!” Efbran berhenti melangkah, ia menatap David sinis.


“Haha, kau ini. aku hanya bercanda jangan di anggap seriyus.” menepuk pelan bahu Efbran. mereka berjalan bersama masuk ke dalam rumah.


setelah makan malam selesai. Efbran dan David masih melanjutkan pekerjaan mereka di ruang kerja.


selama ini selain sekertaris Rey. David lah yang selalu membantu nyaz ia bisa di anggap sebagai orang ke tiga di posisi perusahaan, setelah sekertaris Rey.


“Apa kau berniat mengundang pacar mu besuk?” tanya Efbran, matanya masih fokus pada kerjaannya.


“Kau sedang meledek ku ya? sudah tau aku baru putus dengan pacarku!”


Efbran tergelak. “Bukannya kau masih banyak memiliki teman wanita?”


“Mereka semua bukan seleraku!”


“Ef,” David mendekat pada Efbran.


“Bagaimana kalau kau kenal kan satu wanita kepada ku?”


“Bukannya kau lebih pintar soal memilih wanita di banding aku?”


“Hahaha, ternyata kau mulai mengakuinya ya? kau memang banyak di gilai wanita di luar sana, tapi kalau soal mendapatkan nya aku jagonya!” David memuji dirinya sendiri.


“Kalau tau begitu, kenapa kau masih meminta ku mencarikan jodoh untuk mu? Rey saja tidak pernah meminta begituan kepada ku!”


“Jangan samakan aku dengan dia. aku ini masih normal jadi sukanya sama wanita! kalau Rey mana aku tahu dia suka apa selain pada mu,”


“Ya, aku juga baru mendengar berita itu,”


“Apa kau sudah mengundang nya?” Efbran meletakkan berkas yang sudah ia periksa.


“tentu saja. aku mengundang semuanya, termasuk tuan Aryan dari negara sebelah!”


...----------------...


Bella sudah berada di atas tempat tidurnya. matanya belum bisa di pejamkan. kakak nya masih belum pulang sekarang. pikiran nya masih tentang kondisi nya, ia masih ragu untuk mengatakannya kepada siapapun.


Bella masih takut kalau sewaktu-waktu publik tahu tentang kondisi nya saat ini. tentu saja itu akan berimbas pada karier nya sebagai seorang model. yang mana menjadi seorang model harus sehat secara jasmani.


dulu saja saat agensi tau kalau dirinya menderita jantung Aritmia semua nya jadi sangat kacau. untung saja saat itu pihak agensi masih bisa mentoleransi nya karna ia berada di puncaknya kariernya saat itu, dan salah satu model yang paling banyak di minati dan selalu mendapat tawaran promosi pakaian mode dan juga iklan produk. ia bisa di bilang model terpopuler di dunia. bermodalkan wajah cantik nya, dan tubuh proporsional ia selalu bisa menarik perhatian pria bahkan wanita.


kalau bukan masalah perekonomian, aku ingin sekali vakum sejenak. aku benar-benar lelah sekarang. tapi aku juga tidak ingin membebani Kakak kalau harus bekerja sendiri. bahkan penjualan kue nya tidak seberapa dengan gajih model ku. air matanya ikut jatuh.


seandainya aku memilih seorang Deddy dan mommy. mungkin aku bisa bercerita dengan mereka.


menjadi seorang model bukanlah mudah. apalagi bagi seorang Bella, terkadang ia harus berusaha menyembunyikan rasa sakit nya di saat jam kerja masih berlangsung.


mungkin kalau di lihat dari luar, ia adalah wanita yang benar-benar sangat sempurna. di taksir oleh ribuan laki-laki, kecantikannya yang sangat luar biasa dan tubuh indah proporsional nya.


namun semuanya tidak berarti bagi Bella. kecantikan nya yang selalu membuat laki-laki jatuh hati padanya, membuat malapetaka bagi nya. penculikan terhadap nya tak hanya terjadi sekali dua kali. ia bahkan pernah di ancaman ingin di bunuh, karena Bella selalu menolak laki-laki.


sedangkan tubuh proporsional dan **** nya, di Grogoti penyakit yang menyiksanya. kehidupan nya yang hanya terlihat mewah di luar, sedang yang ia rasakan hanya lah sepi dan sakit. Bella tidak memiliki Deddy dan juga mommy untuk nya, ia tidak tau di mana orang tuanya. kakaknya lah yang mengurus nya sejak kecil dan juga keluarga Jhon yang membiayai mereka.


perjalanan hidupnya yang tidak mudah membuat nya sangat berubah. Bella sebenarnya adalah wanita yang sangat ramah, baik kepada siapapun, bahkan wanita yang murah senyum. namun terlalu sering nya ia mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari semua laki-laki yang mendekatinya. ia seperti menutup diri pada laki-laki mana pun . sikap hangat nya berubah menjadi dingin. Bella hanya bersikap hangat kalau sedang bersama teman- temannya dan orang-orang yang sudah lama ia kenal.


tok.. tokk...

__ADS_1


ketukan di pintu membuyarkan lamunannya. Bella buru-buru menghapus bekas tangis nya


Bella berjalan dan membuka pintu nya. seorang pelayan wanita berdiri di depan pintu kamarnya.


“Iya, ada apa?”


“Nona, ada Jhon menunggu anda di bawah"


“Oh, baiklah. katakan padanya saya akan turun 5 menit lagi!”


“Baik, nona.”


Bella menutup pintu nya kembali, ia segera berjalan ke toilet. Bella mencuci wajah nya yang tadi habis nangis, karena ia tidak ingin Jhon tahu tetang kondisi nya. setelah wajah sudah terlihat segar ia langsung turun dari kamarnya.


terlihat Jhon yang duduk di ruang tamu. sambil menonton TV. Bella berjalan mendekati, dan duduk di sebelah Jhon.


“Apa kau sudah tidur tadi?”


Bella menggeleng kan kepalanya.


“Aku di suruh kakak mu kesini, menemani mu karena Belna akan pulang larut malam. ada banyak pesan kue katanya.”


“Oh, apa itu?” Bella menunjuk sebuah kotak yang ada di atas meja.


“Makanan untuk mu, sebelum ke sini aku menyempatkan membeli nya untuk mu,”


“Oh ya, Jhon bagaimana dengan kondisi mommy mu?”


“Mom, baik-baik saja sudah pulang dari rumah sakit,”


“Apa hari ini kau bekerja?” tanya Jhon


“Iya, aku mengiklankan sebuah produk”


“Jhon!”


“Jmm, ada apa?” Jhon menoleh pada Bella


“Aku bertemu dengan tuan Aryan tadi siang, dia mengatakan cintanya lagi pada ku,”


“Dia tidak berbuat macam-macam lagi kan pada mu?! kau baik-baik saja kan bell?”


tangannya Jhon bahkan sudah memeriksa setiap inci bagian wajah Bella. kalau saja ada luka atau bekas pukul dan lain sebagainya.


“Jhon, aku baik-baik saja. dia tidak melakukan apapun kepada ku!”


“Bell lain kali kalau kau ingin pergi ke mana-mana, tunggu saja aku! aku akan menemanimu. aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada mu!”


“Terimakasih Jhon, kau selalu ada untuk ku. dan terimakasih juga selalu menjadi malaikat pelindung bagi ku,”


Jhon mengusap lembut kepada Bella. “ jangan pernah takut mengatakan apapun kepada ku Bell. aku berjanji Bella, bahkan aku bersumpah akan selalu menjaga mu seumur hidup ku, aku akan selalu menemani mu. jangan pernah mengatakan bahwa kau sendiri sekarang. aku selalu ada menemani mu melewati semua ini, aku berjanji!”


Jhon merangkul Bella ke dalam pelukannya. tidak lama terdengar isak kan tangis dari Bella. ia menangis di pelukan Jhon.


“Terimakasih, karena mu aku merasa tidak kekurangan kasih sayang seorang Deddy.” ucapnya lirih.


Bella mendongak menatap Jhon. pandangan mereka bertemu. tangan Jhon terangkat dan membersihkan sisa air mata yang masih ada di pipi Bella.


“Meskipun kau berbeda dari wanita lain. jangan pernah berpikir kalau kau tidak seberuntung mereka, kehidupan memang berbeda-beda Bella. kalau bukan dirimu yang membuat mu kuat siapa lagi.” Jhon kembali memeluk Bella, menenangkan kan nya dalam pelukannya.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2